John Herdman Bongkar Kekurangan Timnas Indonesia di Debutnya: Anda Tidak Bisa Memberi Mereka Sedikit pun Celah!
- Timnas Indonesia
tvOnenews.com - Kemenangan telak tak membuat John Herdman berpuas diri. Meski Timnas Indonesia sukses membantai Saint Kitts and Nevis dengan skor 4-0 di laga pembuka FIFA Series 2026, pelatih asal Inggris itu justru melontarkan kritik tajam terhadap performa anak asuhnya.
Debut Herdman bersama skuad Garuda memang berjalan manis secara hasil. Namun di balik kemenangan besar tersebut, ia melihat masih ada aspek penting yang perlu diperbaiki.
Baginya, skor akhir bukan segalanya, melainkan bagaimana tim mampu menjaga konsistensi, disiplin, dan profesionalisme sepanjang pertandingan.
Sebelum menangani Indonesia, Herdman ternyata sudah memiliki pengalaman menghadapi Saint Kitts and Nevis.
Saat masih melatih Kanada, ia pernah berhadapan dengan tim berjuluk The Sugar Boyz itu di ajang kualifikasi CONCACAF Nations League sekitar delapan tahun lalu.
Kala itu, Kanada yang diperkuat pemain top seperti Alphonso Davies (Bayern Munchen) dan Jonathan David (Juventus) hanya mampu menang tipis 1-0.
Pengalaman tersebut menjadi pembanding penting bagi Herdman. Ia menilai Saint Kitts and Nevis bukan tim yang bisa diremehkan, meskipun secara kualitas berada di bawah Indonesia.
“Terakhir kali saya melawan Saint Kitts and Nevis, kami [Kanada], Anda tahu, memiliki pemain dari Bayern Munich, kami hanya mengalahkan mereka 1-0. Itu pertandingan yang sangat sulit, di Saint Kitts and Nevis,” beber Herdman dalam konferensi pers usai laga FIFA Series 2026.
Ia menegaskan bahwa tim seperti Saint Kitts tetap berbahaya jika diberi celah sekecil apa pun.
“Jadi Anda tahu bahwa Anda tidak bisa memberi mereka sedikit pun celah. Jika tim itu mampu mencuri gol, mereka akan menjadi lawan yang sangat sulit,” lanjutnya.
Dalam laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Indonesia memang tampil dominan dan mampu mencetak empat gol tanpa balas.
Gol-gol tersebut lahir dari Beckham Putra Nugraha (dua gol), Ole Romeny, dan Mauro Zijlstra.
- instagram.com/timnasindonesia
Namun, Herdman menyoroti momen awal pertandingan sebagai fase krusial yang menentukan jalannya laga.
Ia mengakui bahwa Saint Kitts and Nevis sempat memberikan tekanan di menit-menit pertama.
Menurutnya, kunci kemenangan Indonesia terletak pada kemampuan pemain untuk tetap disiplin menghadapi tekanan tersebut.
“Jadi saya pikir kedisiplinan untuk menahan badai awal itu sangat penting malam ini, kami tahu mereka akan keluar menyerang di menit-menit pertama dan jika kami bisa memastikan kami disiplin dan profesional di 15, 20 menit pertama, kami tahu peluang kami akan datang.”
Pendekatan ini terbukti efektif. Setelah mampu melewati fase awal tanpa kebobolan, Indonesia perlahan mengambil alih permainan dan mulai menciptakan peluang.
Meski puas dengan hasil akhir, Herdman tetap memberikan evaluasi. Ia menilai performa tim masih belum sempurna, meskipun berhasil mencapai target utama.
Salah satu hal yang ia apresiasi adalah profesionalisme para pemain dalam menjalankan instruksi.
“Jadi apa yang paling membantu, saya pikir apa yang saya temukan benar-benar solid dalam penampilan ini adalah profesionalisme para pemain. Saya pikir mereka, mereka jelas, mereka menetapkan target. Mereka menetapkan target, targetnya mencetak empat gol dan menjaga clean sheet, dan untuk melakukan keduanya adalah hal yang sangat penting,” ujar Herdman.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa kemenangan 4-0 bukanlah akhir dari proses, melainkan awal dari perjalanan panjang Timnas Indonesia di bawah kepemimpinannya.
Dengan kombinasi pemain seperti Maarten Paes, Jay Idzes, hingga Rizky Ridho, skuad Garuda dinilai memiliki potensi besar.
Namun, Herdman ingin memastikan bahwa potensi tersebut diimbangi dengan konsistensi permainan.
Ke depan, tantangan yang lebih berat sudah menanti. Indonesia akan menghadapi lawan yang lebih kuat di final FIFA Series 2026. Di sinilah evaluasi Herdman akan benar-benar diuji.
Kemenangan besar di laga debut memang penting untuk membangun kepercayaan diri. Namun, bagi Herdman, kesempurnaan permainan tetap menjadi target utama, dan itu berarti masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Timnas Indonesia. (udn)
Load more