Bung Ropan Beri Sorotan Khusus untuk Elkan Baggott Jelang Laga Final Bulgaria vs Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
tvOnenews.com - Kembalinya Elkan Baggott ke skuad Timnas Indonesia dalam ajang FIFA Series 2026 menjadi salah satu topik paling hangat di kalangan pencinta sepak bola nasional.
Setelah sempat absen cukup lama, bek jangkung setinggi hampir dua meter ini akhirnya kembali dipercaya mengisi jantung pertahanan Garuda di bawah asuhan pelatih anyar, John Herdman.
Namun, meski Timnas Indonesia berhasil melibas Saint Kitts and Nevis dengan skor telak 4-0 pada laga yang digelar Jumat (27/2/2026), performa Elkan Baggott tidak luput dari mata tajam pengamat sepak bola senior, Ronny Pangemanan atau yang akrab disapa Bung Ropan.
Menjelang partai puncak melawan tim kuat asal Eropa, Bulgaria, pada Senin (30/3/2026) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Bung Ropan memberikan catatan khusus bagi pemain berusia 23 tahun tersebut.
- Kitagaruda.id
Bung Ropan menilai bahwa dalam laga melawan St. Kitts and Nevis, Elkan belum menunjukkan potensi maksimalnya. Kehadirannya di lapangan memang memberikan rasa aman secara postur, namun secara teknis dan fokus, masih ada celah yang terlihat.
"Kemarin memang belum kelihatan ya, tidak seperti sebelum-sebelumnya," ujar Bung Ropan memberikan penilaian objektifnya, seperti dikutip dari YouTube Kompas TV, Sabtu (28/3/2026).
Kritik ini didasari oleh beberapa momen di mana lini belakang Indonesia sempat kecolongan, terutama dari sisi sayap yang seharusnya bisa diantisipasi lebih baik oleh koordinasi bek tengah.
Bung Ropan mengingatkan bahwa kelengahan sekecil apa pun akan berakibat fatal saat menghadapi lawan dengan level yang lebih tinggi.
Ujian sesungguhnya bagi Elkan Baggott ada di depan mata. Bulgaria bukanlah St. Kitts and Nevis. Tim asal Balkan tersebut baru saja mengamuk dengan menghancurkan Kepulauan Solomon 10-2 untuk melaju ke final. Menurut Bung Ropan, disiplin adalah harga mati bagi Elkan jika ingin membendung agresivitas pemain Bulgaria.
"Makanya Elkan Baggott harus lebih disiplin. Kalau bisa melihat kembali, dia sempat lolos kemarin dari sebelah kiri pertahanan. Nah, ini akan menjadi perhatian tentunya untuk diwaspadai," tegas Ropan.
Selain masalah disiplin individu, fokus utama yang harus segera diperbaiki adalah chemistry di lini belakang. Pasalnya, John Herdman memiliki beberapa opsi formasi, baik menggunakan skema dua bek tengah maupun tiga bek sejajar bersama Jay Idzes dan Rizky Ridho.
- Instagram @timnasindonesia
Bagi Bung Ropan, kunci kekuatan pertahanan Indonesia di laga final nanti terletak pada seberapa padu duet Elkan dengan Jay Idzes. Keduanya diproyeksikan menjadi tembok kokoh masa depan Indonesia, namun koordinasi mereka masih butuh polesan ekstra.
"Tinggal bagaimana mendapatkan chemistry dia dengan Jay Idzes. Itu yang paling penting karena kekuatan St. Kitts and Nevis itu tidak boleh disamakan dengan kekuatan Bulgaria. Bulgaria jauh lebih bagus, bahkan lebih bagus dari kita kalau bisa saya lihat dari segi permainan," tukasnya.
Bung Ropan juga menambahkan pesan penting agar lini belakang tidak boleh sedikit pun kehilangan fokus.
"Ada evaluasi yang lebih baik. Tidak boleh membuat hal-hal yang lengah di belakang. Karena Bulgaria yang jauh lebih hebat tentunya. Elkan Baggott akan tetap bermain dalam menghadapi Bulgaria. Tinggal bagaimana John Herdman memadukan lini di belakang. Apakah dia tetap dengan Rizky Ridho dan juga dengan Jay Idzes, itu akan menjadi keputusan pemikiran dari John Herdman," pungkas Ropan.
Pertandingan final FIFA Series 2026 ini bukan sekadar ajang perebutan trofi, melainkan panggung pembuktian bagi Elkan Baggott bahwa ia masih layak menjadi pilihan utama di era baru kepelatihan John Herdman.
Publik sepak bola tanah air tentu berharap Elkan mampu menjawab kritik Bung Ropan dengan penampilan yang jauh lebih solid dan disiplin di SUGBK nanti. (ism)
Load more