DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi X DPR Robert Joppy Kardinal mengkritik praktik monopoli dan duopoli rute penerbangan, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan Papua.
Menurutnya, industri penerbangan di Indonesia saat ini tidak sehat karena hanya dikuasai oleh Lion Group dan Garuda Indonesia Group.
Akibatnya, harga tiket pesawat menjadi mahal, terutama ke wilayah-wilayah terpencil di Indonesia Timur.
"Harga tiket menjadi mahal karena tidak ada kompetisi. Mau tidak mau harus beli, meskipun harganya bisa mencapai Rp15 juta sampai Rp20 juta untuk sekali jalan,” kata Robert, Sabtu (28/3/2026).
Terkait hal ini, Robert mengusulkan agar pemerintah mengizinkan maskapai swasta dan luar negeri melayani rute penerbangan nasional, terutama di wilayah terpencil.
“Kalau swasta dalam negeri belum mampu, buka saja untuk maskapai dari Singapura, Malaysia, Australia, bahkan Eropa atau China. Yang penting masyarakat punya pilihan dan harga bisa turun,” ungkapnya.
Menurutnya, sejumlah maskapai luar negeri yang bertarif rendah bisa menjadi pilihan agar persaingan di penerbangan domestik tetap sehat.
Selain itu, Robert juga meminta pemerintah merevisi kebijakan avtur agar maskapai bisa mengimpor bahan bakar sendiri. Pasalnya, kebijakan avtur saat ini masih dimonopoli oleh satu pihak.
“Kalau avtur saja dimonopoli, bagaimana harga tiket bisa kompetitif? Maskapai harus diberi ruang untuk mencari biaya yang lebih efisien,” tandas Robert. (saa/aag)
Load more