4 Pemain Keturunan Ini Sudah Dihubungi PSSI untuk Dinaturalisai, Prosesnya Dipercepat usai Timnas Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026?
- ANTARA FOTO/Fauzan
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia gagal menjadi juara FIFA Series 2026 usai Ditumbangkan Bulgaria. Sebanyak empat pemain keturunan yang sudah dihubungi PSSI ini bisa dinaturalisasi untuk hadapi ajang selanjutnya.
Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria setelah tumbang dengan skor tipis 0-1 pada partai final FIFA Series 2026 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (30/3/2026) malam. Hasil ini membuat skuad Garuda gagal mengangkat trofi meski tampil penuh determinasi di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri.
Sejak awal pertandingan, duel berlangsung dalam tempo tinggi dengan intensitas yang langsung memanas. Pelatih John Herdman menurunkan skema 3-4-3 dengan sejumlah perubahan posisi pemain, termasuk Calvin Verdonk yang diplot sebagai gelandang serta Nathan Tjoe-A-On yang dimainkan di sektor bek sayap kiri.
Kedua tim sama-sama mengandalkan pressing ketat di lini tengah. Akibatnya, aliran bola kerap terputus dan peluang bersih sulit tercipta pada 10 menit awal pertandingan.
- Instagram/team.bulgaria
Indonesia sempat mendapatkan peluang lebih dulu melalui Ramadhan Sananta pada menit ketujuh. Namun, keputusan terburu-buru dalam melepaskan tembakan membuat peluang tersebut terbuang, padahal Ole Romeny berada dalam posisi yang lebih ideal di dalam kotak penalti.
Momen krusial terjadi pada menit ke-36 ketika wasit Nazmi Nasaruddin meninjau tayangan VAR. Keputusan tersebut berujung penalti untuk Bulgaria setelah Kevin Diks dinilai melakukan pelanggaran di area terlarang.
Marin Petkov yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik pada menit ke-38. Sepakan ke sisi kanan tak mampu dijangkau Emil Audero Mulyadi, sehingga Bulgaria unggul 1-0.
Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan. Timnas Indonesia mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan, namun lini pertahanan Bulgaria tampil disiplin dan sulit ditembus.
- PSSI
Memasuki babak kedua, Herdman melakukan perubahan dengan memasukkan Ivar Jenner. Selain itu, Verdonk digeser lebih ofensif untuk menambah daya gedor dari sisi sayap.
Tekanan demi tekanan terus dilancarkan Indonesia di awal paruh kedua. Meski demikian, solidnya lini belakang Bulgaria membuat setiap peluang yang dibangun kerap kandas sebelum menjadi ancaman serius.
Kesempatan emas sempat hadir pada menit ke-58 saat terjadi kemelut di depan gawang Indonesia. Emil Audero sempat kehilangan bola, tetapi Justin Hubner dengan sigap melakukan blok krusial untuk menggagalkan peluang lawan.
Pergantian pemain kembali dilakukan dengan masuknya Eliano Reijnders dan Elkan Baggott. Perubahan ini sempat memberikan warna baru dalam pola serangan, termasuk melalui situasi bola mati.
- ANTARA FOTO/Fauzan/hma/bar
Indonesia nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-72 melalui aksi Ole Romeny. Sepakan melengkungnya setelah menerima umpan panjang hanya membentur mistar gawang.
Peluang kembali tercipta, termasuk dari Beckham Putra Nugraha yang baru masuk sebagai pemain pengganti. Namun, penyelesaian akhir masih menjadi kendala utama bagi Indonesia.
Menjelang akhir pertandingan, Indonesia kembali mendapat kesempatan emas melalui Rizky Ridho. Sayangnya, tembakan kerasnya hanya membentur mistar gawang setelah ditepis kiper Dimitar Mitov.
Hingga tambahan waktu empat menit berakhir, tidak ada gol balasan yang mampu diciptakan Timnas Indonesia. Skor 0-1 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan ini memastikan Bulgaria keluar sebagai juara FIFA Series 2026. Sementara itu, Timnas Indonesia harus puas menjadi runner-up meski telah menunjukkan perjuangan maksimal sepanjang pertandingan.
Berikutnya, Timnas Indonesia akan menghadapi ajang FIFA Matchday pada Juni 2026 dan Piala AFF 2026. Dalam ajang tersebut, setidaknya ada empat pemain naturalisasi yang bisa menjadi tambahan.
Siapa saja? berikut daftarnya!
Penyerang milik VVV Venlo, Dean Zandbergen, termasuk pemain yang mengonfirmasi adanya kontak dengan federasi. Ia mengungkapkan bahwa komunikasi tersebut terjadi pada April 2025 dan melibatkan staf PSSI yang menangani pemain diaspora.
Dalam keterangannya, Zandbergen mengaku sudah berdiskusi mengenai kemungkinan memperkuat Timnas Indonesia di masa mendatang.
“Baru-baru ini juga ada komunikasi dengan staf PSSI saat ini untuk berbincang tentang diri saya,” ujar Dean Zandbergen, dilansir dari YouTube Yussa Nugraha.
Nama lain yang mencuat adalah Tristan Gooijer, bek muda berusia 21 tahun yang saat ini bermain untuk PEC Zwolle. Ia memiliki garis keturunan Indonesia dari Maluku, yang membuatnya memenuhi syarat untuk dinaturalisasi.
Ketertarikan PSSI terhadap Gooijer pertama kali diungkap oleh media Belanda, Voetbal Primeur. Laporan tersebut menyebut bahwa federasi telah mengambil langkah awal dengan menghubungi sang pemain.
“Federasi Sepak Bola Indonesia kini telah menghubungi Tristan Gooijer,” tulis Voetbal Primeur.
Tak hanya itu, gelandang 1. FC Magdeburg, Laurin Ulrich, juga dikabarkan masuk dalam radar PSSI. Pemain yang tampil di kompetisi Bundesliga 2 itu disebut sudah menjalin komunikasi melalui pihak keluarga.
Informasi ini disampaikan oleh konten kreator sepak bola, Yussa Nugraha, yang kerap membahas pemain keturunan Indonesia di luar negeri.
“Laurin ini sudah didekati oleh PSSI. Mereka sudah menghubungi dan juga berbincang dengan ayah Laurin, lebih tepatnya Fardy yang menjadi perwakilan,” ungkap Yussa, dikutip dari akun YouTube-nya pada 2025 lalu.
4. Luke Vickery
Sementara itu, winger muda Luke Vickery yang kini bermain untuk Macarthur FC juga mengaku telah masuk radar PSSI. Bahkan, komunikasi langsung dengan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, sempat terjadi.
Vickery mengungkapkan bahwa dirinya memiliki beberapa pilihan negara untuk dibela, mulai dari Australia, Amerika Serikat, hingga Indonesia. Namun, ia melihat Indonesia sebagai pihak yang paling menunjukkan keseriusan sejauh ini.
“Saya bisa mewakili Australia, AS (Amerika Serikat), atau Indonesia, dan Indonesia cukup tertarik. Sudah ada sedikit komunikasi antara kami untuk melihat berbagai pilihan dan peluang yang bisa saya dapatkan sebagai pemain,” ujar Vickery kepada SmartB.
(fan)
Load more