News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Bisa Dibiarkan, Lama-lama Proyek Naturalisasi Timnas Indonesia Gagal Total, Bung Harpa: Kita Gak Bisa Diam Aja

Bung Harpa ungkap kemungkinan terburuk yang bisa terjadi dalam persoalan masalah status pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Liga Belanda. Apa bahayanya?
Jumat, 3 April 2026 - 16:02 WIB
Para Pemain Timnas Indonesia Saat Mengalahkan Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026
Sumber :
  • instagram.com/timnasindonesia

tvOnenews.com - Bung Harpa mulai merasa khawatir dengan apa yang sedang terjadi di Belanda dan pengaruhnya ke Timnas Indonesia.

Belakangan ini memang sedang ramai sorotan terkait masalah administrasi yang menimpa pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang bermain di Liga Belanda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ditemukan adanya permasalahan status pemain yang seharusnya bermain sebagai pemain non-Uni Eropa karena mereka sudah bergabung ke Timnas Indonesia sehingga bukan lagi kewarganegaraan Belanda.

Pihak KNVB terus melakukan penyelidikan terkait masalah yang melibatkan 4 pemain Timnas Indonesia dan sekitar 20 pemain dari negara lainnya tersebut.

Untuk sementara waktu, mereka diminta untuk tidak ikut bertanding selama proses penyelidikan berlangsung.

Namun yang dikhawatirkan Bung Harpa jauh lebih dari itu.

Menurut Bung Harpa, persoalan ini sebenarnya bisa cepat diselesaikan dengan cara mendaftarkan ulang para pemain tersebut sebagai pemain non-Uni Eropa.

Sayangnya, ada masalah baru lagi yaitu terkait gaji pemain non-Uni Eropa yang batas minimalnya begitu tinggi, yakni sekitar Rp12 miliar per tahunnya.

Dengan batas tersebut, maka akan memberatkan pihak klub jika ingin mempertahankan para pemain naturalisasi.

Bisa saja jika kemudian regulasi tersebut diubah, batas minimal gaji dihilangkan atau setidaknya diturunkan sehingga bisa dijangkau oleh tim yang menaungi.

Namun Bung Harpa juga melihat adanya kemungkinan terburuk yaitu klub terpaksa melepas para pemain naturalisasi Timnas Indonesia karena tidak sanggup dengan gaji yang begitu tinggi.

"Intinya sayonara, maka mereka akan keluar dari Belanda," ujar Bung Harpa dalam kanal YouTube pribadinya, seperti dilansir tvOnenews.com.

"Keluar Belanda, ke mana yang bisa gaji mereka besar?" lanjutnya.

Jika akhirnya keluar, maka salah satu pilihan yang paling mungkin adalah bergabung dengan klub Super League di Indonesia yang mampu memberikan gaji tinggi.

Bung Harpa justru menganggap ini sebagai sebuah hal yang buruk, bahkan menyebutnya sebagai masa senja bagi proyek naturalisasi.

"Kalau mereka semua berbondong-bondong ke Liga Indonesia yang mana konon gajinya cukup besar, ya akhirnya program naturalisasi ini menuju senja," kata Bung Harpa.

"Nah ini yang paling gua takutin," lanjutnya.

Oleh karena itulah Bung Harpa berusaha untuk mengajak publik agar tidak tinggal diam dengan persoalan ini.

"Jadi, ada beberapa konsekuensi yang amat serius yang tentunya kita enggak bisa diem aja," ujar Bung Harpa.

Bung Harpa menyarankan para suporter untuk terus memberikan dukungan kepada pemain diaspora yang terdampak kasus ini.

Selain itu, Bung Harpa meminta agar PSSI bergerak cepat untuk mengambil keputusan yang sekiranya bisa membantu penyelesaian kasus tersebut.

Bung Harpa tidak mempermasalahkan jika pemain naturalisasi ingin bermain di Super League selama memang usianya tak lama muda.

Namun jika masih di usia muda seperti Justin Hubner, Dean James, Nathan Tjoe-A-On, dan Tim Geypens, Bung Harpa berharap para pemain tersebut lebih baik terus berkarier di Eropa agar kemampuannya terus berkembang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Timnas Indonesia sendiri saat ini sudah kembali menunjukkan kemajuan sejak dipegang oleh John Herdman.

(far)
 

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hujan Es Guyur Kota Malang, BPBD Minta Warga Tak Panik dan Pahami Fenomena Alam

Hujan Es Guyur Kota Malang, BPBD Minta Warga Tak Panik dan Pahami Fenomena Alam

Masyarakat Kota Malang, Jawa Timur, diimbau untuk tetap tenang dalam menghadapi fenomena hujan es yang melanda wilayah tersebut pada Kamis (9/4/2026) siang. 
Dua Anak Tewas Diduga karena Tenggelam di Ponorogo Jatim, Polisi Lakukan Penyelidikan

Dua Anak Tewas Diduga karena Tenggelam di Ponorogo Jatim, Polisi Lakukan Penyelidikan

Kepolisian Sektor (Polsek) Siman tengah mendalami peristiwa tragis yang menimpa dua anak berinisial MA dan MF. 
Tingginya Mobilitas Masyarakat, Rumah Sakit Ini Sokong Layanan Kegawatdaruratan di Badung

Tingginya Mobilitas Masyarakat, Rumah Sakit Ini Sokong Layanan Kegawatdaruratan di Badung

Tingginya mobilitas masyarakat serta aktivitas pariwisata di wilayah Kabupaten Badung, Bali menjadikan kebutuhan akan layanan kegawatdaruratan yang cepat dan andal semakin penting terutama dalam menangani kasus kecelakaan lalu lintas, kondisi medis mendadak, hingga situasi darurat pada ibu dan anak.
Menhub Dudy Purwagandhi: Kenaikan Tiket Pesawat Tak Boleh Melewati Ambang 13 Persen

Menhub Dudy Purwagandhi: Kenaikan Tiket Pesawat Tak Boleh Melewati Ambang 13 Persen

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi melarang keras maskapai penerbangan menaikkan harga tiket melampaui batas atas 13 persen. 
Hadiri Taklimat Presiden Prabowo, Mardiono: Pemerintah Telah Buktikan Efektivitas dan Kinerjanya dalam Hadapi Ketidakpastian Dunia

Hadiri Taklimat Presiden Prabowo, Mardiono: Pemerintah Telah Buktikan Efektivitas dan Kinerjanya dalam Hadapi Ketidakpastian Dunia

Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, menghadiri agenda taklimat yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka, Rabu (8/4). 
Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Gunung Semeru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. 

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Dua Anak Tewas Diduga karena Tenggelam di Ponorogo Jatim, Polisi Lakukan Penyelidikan

Dua Anak Tewas Diduga karena Tenggelam di Ponorogo Jatim, Polisi Lakukan Penyelidikan

Kepolisian Sektor (Polsek) Siman tengah mendalami peristiwa tragis yang menimpa dua anak berinisial MA dan MF. 
Hadiri Taklimat Presiden Prabowo, Mardiono: Pemerintah Telah Buktikan Efektivitas dan Kinerjanya dalam Hadapi Ketidakpastian Dunia

Hadiri Taklimat Presiden Prabowo, Mardiono: Pemerintah Telah Buktikan Efektivitas dan Kinerjanya dalam Hadapi Ketidakpastian Dunia

Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, menghadiri agenda taklimat yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka, Rabu (8/4). 
Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Gunung Semeru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. 
Menhub Dudy Purwagandhi: Kenaikan Tiket Pesawat Tak Boleh Melewati Ambang 13 Persen

Menhub Dudy Purwagandhi: Kenaikan Tiket Pesawat Tak Boleh Melewati Ambang 13 Persen

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi melarang keras maskapai penerbangan menaikkan harga tiket melampaui batas atas 13 persen. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT