Jurnalis Belanda Blak-blakan Sebut Pemain Timnas Indonesia Bodoh: Mereka Harusnya Tidak Tertipu
- instagram Tim Geypens
tvOnenews.com - Gelombang naturalisasi pemain keturunan yang dilakukan PSSI dalam beberapa tahun terakhir kembali menuai perhatian, kali ini dari media Belanda.
Kritik datang dari jurnalis RTV Oost, Tijmen van Wissing, yang secara terbuka menilai keputusan sejumlah pemain memilih membela Timnas Indonesia belum dipertimbangkan secara matang.
Sorotan ini mencuat seiring laporan adanya peninjauan administratif oleh KNVB terkait status pemain yang kini tidak lagi memegang paspor Uni Eropa.
Perubahan kewarganegaraan tersebut berdampak langsung pada izin kerja dan regulasi ketat di kompetisi Belanda.
Beberapa pemain yang terdampak antara lain Justin Hubner, Dean James, Tim Geypens, hingga Nathan Tjoe-A-On.
- instagram Dean James
Mereka dilaporkan tidak dapat tampil sementara waktu hingga proses administrasi dan izin kerja mereka disesuaikan dengan aturan yang berlaku.
Dalam diskusi di program De Oosttribune, Van Wissing menyampaikan kritik keras terhadap para pemain muda yang dinilainya terlalu terburu-buru mengambil keputusan besar dalam karier mereka.
"Saya pikir itu jauh lebih bodoh dari para pemain dan agen mereka seharusnya memikirkannya dengan matang jangan terburu-buru. Tom Knipping dari Voetbal International menulis artikel yang sangat bagus tentang itu di Indonesia, aturannya menyatakan bahwa jika Anda memperoleh kewarganegaraan tersebut, Anda akan kehilangan paspor Belanda Anda," tegas Van Wissing.
Ia juga menyinggung kasus Tim Geypens yang dianggapnya sebagai contoh pemain muda yang terpengaruh oleh masifnya program naturalisasi.
"Geypens seharusnya tidak tertipu oleh kampanye Indonesia itu. Memang bagus mereka terbang ke sana, tetapi itu hanya berujung pada kesengsaraan," tambahnya.
Pernyataan tersebut memicu perdebatan, terutama di kalangan pengamat sepak bola Indonesia yang melihat naturalisasi sebagai strategi memperkuat daya saing tim nasional di level internasional.
Masalah utama bukan sekadar soal kewarganegaraan, tetapi juga dampak ekonominya di kompetisi Belanda seperti Eredivisie.
Berdasarkan regulasi, pemain non-Uni Eropa wajib menerima gaji minimum sekitar 608.000 euro per tahun.
Load more