Tak Kunjung Dilirik John Herdman, Winger Keturunan Solo Ini Justru Makin Bersinar di Thailand
- Instagram - Ilias Alhaft
tvOnenews.com - Winger keturunan Solo berhasil mencuri perhatian di Liga Thailand.
Wakil Thailand, Bangkok United, sukses mencuri kemenangan bersejarah saat menaklukkan Gamba Osaka pada leg pertama semifinal Liga Champions Asia 2 musim 2025/2026.
Bermain di kandang lawan, Stadion Panasonic Suita, Bangkok United tampil disiplin dan penuh determinasi.
Satu-satunya gol dalam laga tersebut lahir dari titik putih lewat eksekusi dingin Muhsen Al Ghassani pada menit ke-26.
Penalti diberikan setelah kapten Gamba Osaka, Shinnosuke Nakatani, melakukan handball di kotak terlarang.
Keadaan makin memburuk bagi tuan rumah setelah Nakatani kembali menjadi sorotan.
Bek andalan itu harus meninggalkan lapangan lebih cepat usai menerima kartu merah pada menit ke-74, lagi-lagi karena handball saat menghalau serangan Rivaldinho.
Keputusan diambil setelah wasit meninjau VAR.
Unggul jumlah pemain, Bangkok United tetap memilih bermain aman.
Pertahanan rapat mereka membuat Gamba Osaka kesulitan menciptakan peluang berarti hingga peluit panjang berbunyi.
Pelatih Bangkok United, Totchtawan Sripan, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
"Gamba memiliki kualitas tinggi dan menekan kami sepanjang pertandingan."
"Kami ingin lebih banyak menguasai bola tetapi terpaksa bertahan di lini belakang. Pujian kepada para pemain karena bertahan hingga akhir."
"Kami tahu Issam Jebali adalah kunci serangan mereka dan mencoba untuk menghilangkan pengaruhnya."
"Pujian kepada tim karena mengikuti rencana dengan sangat baik," katanya dilansir dari Bangkok Post.
Kemenangan ini bukan sekadar modal menuju leg kedua di Stadion Rajamangala.
Lebih dari itu, Bangkok United mencatat sejarah sebagai klub Thailand pertama yang mampu menumbangkan wakil Jepang di kompetisi Asia.
Di balik solidnya permainan Bangkok United, ada satu nama yang mulai mencuri perhatian: Ilias Alhaft.
- Bangkok United
Winger berusia 29 tahun itu tampil selama 68 menit dan memainkan peran penting dalam transisi serangan.
Meski tak mencetak gol, pergerakan tanpa bolanya, kecepatan, serta kemampuan membuka ruang menjadi bagian vital dalam strategi tim.
Menariknya, Alhaft memiliki darah Indonesia dari garis keturunan kakek-neneknya yang berasal dari Solo, Jawa Tengah.
Namun hingga kini, namanya belum pernah masuk daftar panggilan Timnas Indonesia.
Padahal, secara pengalaman, Alhaft bukan pemain sembarangan.
Ia pernah merumput di kompetisi Eropa sebelum berkarier di Asia, dan kini menunjukkan konsistensi di level kompetitif seperti Liga Champions Asia.
Indonesia?
Dengan performa stabil dan kontribusi nyata di level klub, muncul pertanyaan besar: apakah John Herdman akan mulai meliriknya?
Sejak menangani Timnas Indonesia, Herdman dikenal membuka peluang bagi pemain diaspora untuk memperkuat skuad Garuda.
Kehadiran pemain dengan pengalaman internasional dinilai penting untuk meningkatkan kualitas tim, terutama dalam menghadapi turnamen besar Asia.
Data dari media Thailand menunjukkan bahwa Bangkok United mengandalkan keseimbangan menarik: rata-rata 9,54 pemain lokal per laga atau sekitar 59,63 persen dari komposisi tim.
Di tengah dominasi pemain lokal tersebut, Alhaft justru mampu menonjol dan menjadi bukti kualitasnya memang berbeda.
Keberhasilan Bangkok United memberikan gambaran jelas bahwa kekuatan tim tidak melulu bergantung pada nama besar, tetapi pada organisasi permainan dan kedisiplinan taktik.
Bagi Indonesia, sosok seperti Alhaft menawarkan opsi tambahan di sektor sayap, posisi yang krusial dalam sepak bola modern.
Jika performanya terus menanjak, bukan tidak mungkin panggilan ke Timnas Indonesia hanya tinggal menunggu waktu.
(tsy)
Load more