News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Kunjung Dilirik John Herdman, Winger Keturunan Solo Ini Justru Makin Bersinar di Thailand

Winger keturunan Solo, Ilias Alhaft, tampil gemilang bersama Bangkok United di Liga Champions Asia, tapi belum juga dilirik John Herdman.
Senin, 13 April 2026 - 07:01 WIB
Ilias Alhaft
Sumber :
  • Instagram - Ilias Alhaft

tvOnenews.com - Winger keturunan Solo berhasil mencuri perhatian di Liga Thailand.

Wakil Thailand, Bangkok United, sukses mencuri kemenangan bersejarah saat menaklukkan Gamba Osaka pada leg pertama semifinal Liga Champions Asia 2 musim 2025/2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bermain di kandang lawan, Stadion Panasonic Suita, Bangkok United tampil disiplin dan penuh determinasi. 

Satu-satunya gol dalam laga tersebut lahir dari titik putih lewat eksekusi dingin Muhsen Al Ghassani pada menit ke-26.

Penalti diberikan setelah kapten Gamba Osaka, Shinnosuke Nakatani, melakukan handball di kotak terlarang.

Keadaan makin memburuk bagi tuan rumah setelah Nakatani kembali menjadi sorotan. 

Bek andalan itu harus meninggalkan lapangan lebih cepat usai menerima kartu merah pada menit ke-74, lagi-lagi karena handball saat menghalau serangan Rivaldinho.

Keputusan diambil setelah wasit meninjau VAR.

Unggul jumlah pemain, Bangkok United tetap memilih bermain aman.

Pertahanan rapat mereka membuat Gamba Osaka kesulitan menciptakan peluang berarti hingga peluit panjang berbunyi.

Pelatih Bangkok United, Totchtawan Sripan, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.

"Gamba memiliki kualitas tinggi dan menekan kami sepanjang pertandingan."

"Kami ingin lebih banyak menguasai bola tetapi terpaksa bertahan di lini belakang. Pujian kepada para pemain karena bertahan hingga akhir."

"Kami tahu Issam Jebali adalah kunci serangan mereka dan mencoba untuk menghilangkan pengaruhnya."

"Pujian kepada tim karena mengikuti rencana dengan sangat baik," katanya dilansir dari Bangkok Post.

Kemenangan ini bukan sekadar modal menuju leg kedua di Stadion Rajamangala.

Lebih dari itu, Bangkok United mencatat sejarah sebagai klub Thailand pertama yang mampu menumbangkan wakil Jepang di kompetisi Asia.

Di balik solidnya permainan Bangkok United, ada satu nama yang mulai mencuri perhatian: Ilias Alhaft.

Pemain keturunan Indonesia, Ilias Alhaft, bersinar di ACL 2 dengan cetak 2 gol untuk Bangkok United
Pemain keturunan Indonesia, Ilias Alhaft, bersinar di ACL 2 dengan cetak 2 gol untuk Bangkok United
Sumber :
  • Bangkok United

Winger berusia 29 tahun itu tampil selama 68 menit dan memainkan peran penting dalam transisi serangan.

Meski tak mencetak gol, pergerakan tanpa bolanya, kecepatan, serta kemampuan membuka ruang menjadi bagian vital dalam strategi tim.

Menariknya, Alhaft memiliki darah Indonesia dari garis keturunan kakek-neneknya yang berasal dari Solo, Jawa Tengah.

Namun hingga kini, namanya belum pernah masuk daftar panggilan Timnas Indonesia.

Padahal, secara pengalaman, Alhaft bukan pemain sembarangan.

Ia pernah merumput di kompetisi Eropa sebelum berkarier di Asia, dan kini menunjukkan konsistensi di level kompetitif seperti Liga Champions Asia.
Indonesia?

Dengan performa stabil dan kontribusi nyata di level klub, muncul pertanyaan besar: apakah John Herdman akan mulai meliriknya?

Sejak menangani Timnas Indonesia, Herdman dikenal membuka peluang bagi pemain diaspora untuk memperkuat skuad Garuda. 

Kehadiran pemain dengan pengalaman internasional dinilai penting untuk meningkatkan kualitas tim, terutama dalam menghadapi turnamen besar Asia.

Data dari media Thailand menunjukkan bahwa Bangkok United mengandalkan keseimbangan menarik: rata-rata 9,54 pemain lokal per laga atau sekitar 59,63 persen dari komposisi tim.

Di tengah dominasi pemain lokal tersebut, Alhaft justru mampu menonjol dan menjadi bukti kualitasnya memang berbeda.

Keberhasilan Bangkok United memberikan gambaran jelas bahwa kekuatan tim tidak melulu bergantung pada nama besar, tetapi pada organisasi permainan dan kedisiplinan taktik.

Bagi Indonesia, sosok seperti Alhaft menawarkan opsi tambahan di sektor sayap, posisi yang krusial dalam sepak bola modern.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika performanya terus menanjak, bukan tidak mungkin panggilan ke Timnas Indonesia hanya tinggal menunggu waktu. 

(tsy)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia yang sering menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas di Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya berhasil ditangkap. Modusnya berjalan kaki melintasi jalan raya dan menabrakkan dirinya untuk mencari keuntungan pribadi.
Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Gelombang ketertarikan pemain asing untuk mengenakan seragam kebanggaan Timnas Indonesia kian tak terbendung. Sebanyak empat pemain top yang berkarier di kompet
Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Peta persaingan Liga Voli Korea Selatan (VLeague) putri musim 2026/2027 dipastikan berjalan sengit. Kepindahan bintang voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi
Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren modifikasi mobil di kalangan Gen Z dan milenial memperlihatkan bahwa personalisasi kendaraan dapat berjalan beriringan dengan fungsi praktis
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT