Keunggulan Pemain Timnas Indonesia di Mata Pelatih Timor Leste, Pantas Garuda Muda Bisa Menang Telak 4-0 di Piala AFF U-17 2026
- ANTARA/Rizal Hanafi
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia U-17 tampil dominan saat mengalahkan Timor Leste dengan skor telak 4-0 pada laga pembuka Grup A Piala AFF U-17 2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, itu memperlihatkan perbedaan kualitas yang cukup mencolok sejak awal laga.
Kemenangan ini tidak hanya menjadi awal manis bagi Garuda Muda, tetapi juga menunjukkan keunggulan mereka di berbagai aspek permainan. Tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto mampu mengendalikan ritme dan memaksa lawan bermain di bawah tekanan sepanjang pertandingan.
Pelatih Timor Leste, Emral Abus, pun memberikan pengakuan jujur atas keunggulan Indonesia. Ia menilai para pemain Garuda Muda memiliki kombinasi fisik dan teknik yang sulit diimbangi timnya.
Menurut Emral, keunggulan paling terlihat ada pada postur tubuh pemain Indonesia yang dinilai lebih ideal dan merata di semua lini. “Secara postur, pemain Indonesia sangat merata dan unggul, itu yang membuat kami kesulitan,” ujarnya usai pertandingan.
Keunggulan tersebut langsung terlihat saat Indonesia membuka skor cepat pada menit ke-6. Putu Ekayana Yoga Pratama mencetak gol melalui sepakan kaki kiri terarah setelah menerima umpan matang dari Peres Awkila.
Tekanan yang terus dilancarkan membuat lini belakang Timor Leste kewalahan mengantisipasi setiap serangan. Situasi bola kedua yang muncul di kotak penalti menjadi salah satu celah yang berulang kali dimanfaatkan oleh pemain Indonesia.
Putu Ekayana kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-17. Ia dengan sigap menyambar bola muntah di depan gawang dan menggandakan keunggulan Garuda Muda.
Emral mengakui timnya kesulitan dalam duel-duel udara sepanjang pertandingan. “Kami hanya punya dua atau tiga pemain dengan postur tinggi, sementara Indonesia hampir semuanya unggul secara fisik,” jelasnya.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada lemahnya antisipasi di lini pertahanan. Hal itu terlihat saat Ridho mencetak gol ketiga pada menit ke-36 melalui kemelut di depan gawang yang gagal dibersihkan dengan baik.
Menjelang akhir babak pertama, Indonesia menutup keunggulan dengan gol spektakuler dari Dava Yunna. Ia mencetak gol salto setelah menerima umpan sundulan Sean Rahman, yang langsung disambut riuh penonton.
Selain faktor fisik, Emral juga menyoroti aspek mental pemainnya. Ia menilai tekanan bermain di hadapan suporter tuan rumah membuat anak asuhnya tampil kurang percaya diri di awal laga.
“Bermain melawan tuan rumah membuat pemain kami sedikit nervous, sehingga terjadi beberapa kesalahan mendasar,” ungkap Emral. Ia menambahkan bahwa situasi tersebut membuat instruksi taktik tidak berjalan maksimal.
Memasuki babak kedua, Timor Leste sempat mencoba bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan. Peluang dari Tomas Pawel nyaris membuahkan hasil, namun berhasil digagalkan oleh kiper Indonesia, Noah Leo.
Indonesia tetap tampil disiplin dan menjaga keunggulan hingga akhir pertandingan. Lini belakang yang solid membuat Timor Leste gagal mencetak gol hingga peluit panjang dibunyikan.
Usai laga, Emral kembali menyampaikan permohonan maaf kepada publik Timor Leste. “Kami sudah berusaha, tetapi harus diakui kualitas Indonesia memang lebih baik saat ini,” tuturnya.
Hasil ini membawa Indonesia ke puncak klasemen sementara Grup A bersama Vietnam. Kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin dengan selisih gol identik.
Selanjutnya, Garuda Muda akan menghadapi Malaysia dalam laga krusial berikutnya. Sementara Timor Leste harus segera berbenah sebelum menghadapi Vietnam demi menjaga peluang mereka di turnamen ini.
(sub)
Load more