Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Pemain Timnas Indonesia Diduga Lakukan Tendangan Kungfu ke Lawan, Terancam Dapat Sanksi Berat

Aksi tendangan “kungfu” Fadly Alberto di laga EPA U-20 viral dan menuai kecaman. Bintang muda timnas Indonesia itu kini terancam dapat sanksi berat dari PSSI.
Senin, 20 April 2026 - 08:12 WIB
Pemain Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto
Sumber :
  • AFC

tvOnenews.com - Dunia sepak bola usia muda Indonesia kembali menjadi sorotan, kali ini bukan karena prestasi, melainkan insiden kontroversial. 

Nama Fadly Alberto mendadak viral usai diduga melakukan aksi tendangan “kungfu” dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 2025/2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Insiden tersebut terjadi saat pertandingan antara Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026).

Pertandingan berjalan sengit sejak awal hingga akhirnya dimenangkan Dewa United U-20 dengan skor 2-1.

Gol kemenangan tim tamu dicetak oleh Abu Thalib dan Kelvin Ananda Hairulis, sementara Bhayangkara FC U-20 hanya mampu membalas melalui Aqilah Lissunah.

Namun, drama sesungguhnya justru terjadi setelah peluit panjang dibunyikan.

Situasi di pinggir lapangan memanas akibat adu argumen antar pemain dari kedua tim. 

Ketegangan yang tidak terkendali kemudian berubah menjadi kericuhan terbuka.

Di tengah kekacauan tersebut, sebuah momen mengejutkan terjadi.

Seorang pemain Bhayangkara FC U-20 berlari kencang menuju pemain lawan dan secara tiba-tiba melancarkan tendangan keras ala “kungfu” yang mengenai bagian belakang kepala pemain Dewa United U-20.

Korban langsung terjatuh dan terlihat kesakitan sebelum mendapatkan pertolongan. 

Rekan setimnya pun sempat mencoba mengejar pelaku, membuat situasi semakin tidak terkendali.

Video insiden ini dengan cepat menyebar luas di media sosial dan menuai reaksi keras dari publik.

Tak butuh waktu lama, warganet mulai mengidentifikasi sosok di balik aksi tersebut. Nama Fadly Alberto pun mencuat sebagai pelaku.

Fadly bukan pemain sembarangan. Ia dikenal sebagai salah satu talenta muda potensial Indonesia yang pernah memperkuat timnas U-16 dan juga masuk skuad U-17 di ajang Piala Dunia U-17 2025.

Bahkan, ia sempat mencuri perhatian berkat kontribusinya di turnamen tersebut dan digadang-gadang menjadi masa depan cerah sepak bola nasional.

Aksi emosional tersebut langsung menuai kecaman luas.

Banyak pihak menyayangkan tindakan yang dinilai sangat berbahaya dan tidak mencerminkan semangat fair play.

Tak lama setelah insiden viral, Fadly diketahui menutup kolom komentar di akun media sosialnya.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari sang pemain terkait kejadian tersebut.

Kini, perhatian tertuju pada PSSI, khususnya Komite Disiplin (Komdis), yang akan menentukan sanksi bagi Fadly Alberto.

Dalam regulasi sepak bola, tindakan kekerasan seperti ini bisa berujung pada hukuman berat, mulai dari larangan bermain dalam jangka waktu tertentu hingga sanksi paling ekstrem berupa larangan beraktivitas di sepak bola Indonesia.

Selain itu, klub Bhayangkara FC juga berpotensi melakukan evaluasi internal terhadap pemainnya.

Insiden ini menjadi pengingat keras bahwa pengendalian emosi adalah bagian penting dalam sepak bola profesional, terlebih bagi pemain muda yang sedang membangun karier.

Banyak kasus serupa di dunia sepak bola menunjukkan bahwa tindakan indisipliner bisa berdampak panjang terhadap karier seorang pemain, bahkan menghentikan potensinya sebelum berkembang maksimal.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak klub maupun federasi terkait sanksi yang akan dijatuhkan.

Publik kini menunggu langkah tegas untuk menjaga integritas kompetisi usia muda di Indonesia.

Kasus ini bukan hanya soal satu pemain, tetapi juga tentang bagaimana sepak bola Indonesia membangun karakter dan mental atletnya sejak usia dini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika tidak ditangani dengan serius, insiden serupa bisa kembali terulang dan merusak citra kompetisi yang seharusnya menjadi wadah pembinaan generasi masa depan.

(tsy)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Wacana Reformasi Jilid 2 Bukan Solusi Atasi Pelemahan Rupiah

Wacana Reformasi Jilid 2 Bukan Solusi Atasi Pelemahan Rupiah

Pelemahan nilai tukar rupiah dan turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi pendorong sejumlah mahasiswa menyerukan gerakan Reformasi Jilid 2.
Pancasakti Run 2026 Sediakan Tiket Menuju World Marathon Majors

Pancasakti Run 2026 Sediakan Tiket Menuju World Marathon Majors

Pancasakti Run kembali hadir untuk kedua kalinya tahun ini. Mengusung tema “The Journey to Going Public Begins”, Pancasakti Run 2026 akan diselenggarakan pada Minggu, 19 Juli 2026.
Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Wamenlu: Asuransi Tidak Ada yang Mau Nanggung

Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Wamenlu: Asuransi Tidak Ada yang Mau Nanggung

kondisi ini tidak hanya terjadi pada kapal tanker Indonesia. Beberapa kapal negara lain juga tertahan karena perusahaan asuransi tidak berikan biaya pembebasan.
Kenaikan BBM NonSubsidi di Tengah Ketidakpastian Global, PP Hima Persis Dukung Pemerintah Tahan Harga BBM Subsidi

Kenaikan BBM NonSubsidi di Tengah Ketidakpastian Global, PP Hima Persis Dukung Pemerintah Tahan Harga BBM Subsidi

Sejumlah pihak menyoroti kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 Menjadi Rp2,709 Juta per Gram

Harga Emas Antam Naik Rp20.000 Menjadi Rp2,709 Juta per Gram

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP
Pengamat Nilai Pemerintah Naikan Harga BBM Demi Menjaga Kurs Rupiah

Pengamat Nilai Pemerintah Naikan Harga BBM Demi Menjaga Kurs Rupiah

Pengamat Kebijakan Publik Unpad Bonti Wiradinata menilai kenaikan BBM nonsubsidi bertujuan untuk menjaga nilai tukar rupiah, serta mengatasi tekanan APBN...

Trending

Reaksi Publik Timur Tengah Usai Timnas Indonesia Sapu Bersih FIFA Matchday, Disebut Bakal Tembus 5 Besar Asia

Reaksi Publik Timur Tengah Usai Timnas Indonesia Sapu Bersih FIFA Matchday, Disebut Bakal Tembus 5 Besar Asia

Performa impresif Timnas Indonesia sepanjang FIFA Matchday Juni 2026 terus mengundang perhatian dunia. Publik Timur Tengah sebut skuad Garuda bakal naik level.
Media Vietnam Sorot Momen Kontroversial Timnas Indonesia vs Australia, Pantas Momen Ini Bikin Suporter Garuda Murka

Media Vietnam Sorot Momen Kontroversial Timnas Indonesia vs Australia, Pantas Momen Ini Bikin Suporter Garuda Murka

Langkah Timnas Indonesia di Piala AFF U-19 2026 harus terhenti secara dramatis usai takluk 0-1 dari Australia pada laga semifinal. Media Vietnam beri sorotan.
FIFA Beri Apresiasi Khusus pada Timnas Indonesia dan Argentina dalam Update FIFA Ranking Terbaru

FIFA Beri Apresiasi Khusus pada Timnas Indonesia dan Argentina dalam Update FIFA Ranking Terbaru

FIFA resmi mengumumkan update FIFA Ranking terbaru setelah seluruh rangkaian FIFA Matchday edisi Juni 2026 telah selesai dilaksanakan.
Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Korea Selatan vs Republik Ceko Pagi Nanti, Duel Kuda Hitam Kanada vs Bosnia Dini Hari

Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Korea Selatan vs Republik Ceko Pagi Nanti, Duel Kuda Hitam Kanada vs Bosnia Dini Hari

Jadwal Piala Dunia 2026 hari ini, Jumat (12/6/2026), akan menyajikan laga menarik Korea Selatan kontra Republik Ceko. Serta Kanada yang akan menantang Bosnia.
Saham BBCA Anjlok, Sufmi Dasco: Sahamnya Sedang Murah, Dibeli Saja

Saham BBCA Anjlok, Sufmi Dasco: Sahamnya Sedang Murah, Dibeli Saja

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menilai pembelian kembali saham atau buyback oleh beberapa perusahaan sebagai respons wajar di tengah pelemahan pasar saham.
Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen

Dewan Pers menghimpun masukan terkait usulan pengaturan karya jurnalistik dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Hak Cipta, melalui forum dengar pendapat dengan berbagai konstituen pers, Kamis (11/6), di Hall Dewan Pers.
Gagal Ke Final, Nova Arianto Isyaratkan Rotasi Besar-besaran Timnas Indonesia U-19 di Perebutan Juara 3 Piala AFF

Gagal Ke Final, Nova Arianto Isyaratkan Rotasi Besar-besaran Timnas Indonesia U-19 di Perebutan Juara 3 Piala AFF

Timnas Indonesia U-19 tersingkir dari perebutan slot terakhir ke babak final Piala AFF U-19 setelah kalah dari Australia. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT