Kisah Kelam Jay Idzes di Usia Muda Terungkap: Dibuang PSV sampai Harus Keluar Tim karena Klub yang Dibelanya Bangkrut
- X - Timnas Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Tidak semua perjalanan menuju puncak karier sepak bola dimulai dari jalan yang mulus. Kisah kapten Timnas Indonesia,, Jay Idzes adalah bukti nyata bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan awal dari sesuatu yang jauh lebih besar.
Saat masih belia di usia 14 tahun, Jay Idzes menerima kabar yang menghancurkan hatinya sebagai seorang pemain muda. Akademi raksasa Belanda, PSV Eindhoven, memutuskan untuk tidak melanjutkan kontraknya dan memintanya hengkang dari skuad junior mereka.
"Saat usia 14 tahun di PSV, mereka bilang saya harus pergi. Itu adalah pukulan telak karena saya pikir saya akan bermain di sana selamanya," ungkap Jay Idzes dalam sebuah sesi wawancara dikutip dari kanal YouTube Yukka Harlanda, Rabu (22/4/2026).
Meski terluka, Jay Idzes tidak menyerah begitu saja pada mimpinya. Ia kemudian bergabung dengan VVV-Venlo dan Helmond Sport sebagai langkah awal membangun ulang kariernya dari bawah.
- sassuolocalcio.it
Namun cobaan tidak berhenti sampai di sana, karena nasib seolah terus menguji ketangguhan mentalnya. Setelah menjalani dua musim, akademi tempat ia bernaung tiba-tiba mengumumkan kebangkrutan dan membubarkan seluruh programnya.
Situasi sulit itu memaksa Jay Idzes untuk kembali mencari pelabuhan baru demi menyelamatkan impiannya. Ia pun melanjutkan perjalanannya ke FC Eindhoven sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan lebih besar bersama Go Ahead Eagles selama tiga musim penuh.
Kerja keras dan keteguhan hati yang ia tanamkan selama bertahun-tahun akhirnya terbayar lunas. Kini, Jay telah membuktikan dirinya layak bersaing di level yang lebih tinggi dengan memperkuat Venezia, klub Serie B Italia yang tengah berjuang menembus Serie A.
Refleksi mendalam bek andalan Sassoulo tersebut soal perjalanannya justru menjadi pelajaran berharga bagi siapa saja yang sedang berada di titik terendah. Ia meyakini bahwa setiap peristiwa dalam hidup selalu menyimpan makna yang tidak selalu tampak di permukaan.
- sassuolocalcio.it
"Jika saya tetap di PSV, mungkin karier saya tidak akan seperti ini. Segala sesuatu terjadi karena suatu alasan. Kamu tidak bisa mengontrol apa yang terjadi, tapi kamu bisa mengontrol bagaimana kamu bereaksi," tuturnya penuh keyakinan.
Load more