Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sebut Timnas Indonesia Dikerjai di Kualifikasi Piala Dunia, Graham Arnold Bongkar 'Borok' AFC

Pelatih Timnas Irak Graham Arnold blak-blakan menyebut Timnas Indonesia telah diperlakukan tidak adil dalam persaingan putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia -
Selasa, 5 Mei 2026 - 18:46 WIB
Kolase foto Graham Arnold - Skuad Timnas Indonesia
Sumber :
  • Facebook/Iraq National Team - PSSI

tvOnenews.com – Sebuah pernyataan mengejutkan keluar dari mulut pelatih Timnas Irak Graham Arnold. Dalam sebuah siniar bertajuk The Howie Games yang tayang di YouTube pada Kamis (30/4/2026), arsitek asal Australia tersebut blak-blakan menyebut Timnas Indonesia telah diperlakukan tidak adil dalam persaingan putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Arnold mengenang kembali momen pahit pada Oktober 2025 lalu, di mana Irak berada di satu grup bersama Arab Saudi dan Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski Irak akhirnya berhasil lolos ke Piala Dunia 2026 melalui jalur play-off melawan UEA, Arnold merasa ada "tangan-tangan gaib" yang mengatur skenario demi menguntungkan pihak tertentu.

Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold
Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold
Sumber :
  • instagram.com/graham_arnold_off

Salah satu yang disorot tajam oleh Arnold adalah perubahan aturan mendadak terkait penentuan posisi klasemen.

Arab Saudi lolos sebagai juara grup meski memiliki poin dan selisih gol yang sama dengan Irak, hanya karena unggul agresivitas gol (3-2).

"Aturan penentuan diubah menjadi jumlah gol terbanyak. Jadi, meskipun selisih gol dan poin sama, Arab Saudi lolos (langsung) karena mencetak lebih banyak gol dibanding kami," ujar Arnold kepada jurnalis Mark Howard.

Tak hanya soal aturan gol, Arnold membongkar kejanggalan dalam penunjukan tuan rumah.

Menurutnya sejak awal AFC menjanjikan putaran keempat akan digelar di tempat netral. Namun kenyataannya, Qatar dan Arab Saudi justru ditunjuk sebagai penyelenggara grup.

Arnold menilai keputusan ini sangat tidak masuk akal jika merujuk pada peringkat FIFA saat itu. Seharusnya, Irak yang berada di peringkat ke-57 lebih berhak menjadi tuan rumah dibandingkan Arab Saudi yang duduk di posisi ke-58.

"Entah bagaimana Arab Saudi justru menjadi tuan rumah grup tersebut. Saya harus mengatakan bahwa saya merasa sangat kasihan kepada Indonesia di grup kami, karena menurut saya itu benar-benar tidak adil," imbuh eks pelatih Timnas Australia tersebut.

Skuad Timnas Indonesia
Skuad Timnas Indonesia
Sumber :
  • PSSI

Lebih lanjut, Arnold membeberkan betapa beratnya beban yang dipikul Skuad Garuda kala itu. Indonesia seolah "dihajar" oleh jadwal yang sangat tidak manusiawi.

Para pemain Garuda baru tiba di Arab Saudi pada hari Senin dan Selasa, namun sudah dipaksa bertanding melawan tuan rumah pada Rabu malam.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan Arab Saudi yang mendapatkan keuntungan waktu istirahat sangat panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setelah menghadapi Indonesia, Arab Saudi memiliki waktu istirahat enam hingga tujuh hari. Sedangkan Indonesia hanya diberikan jeda waktu tiga hari sebelum melawan kami (Irak). Mereka benar-benar dalam situasi yang luar biasa sulit," pungkas Arnold.

Kesaksian berani Graham Arnold ini seolah membenarkan kecurigaan publik selama ini mengenai adanya ketimpangan regulasi dan perlakuan AFC yang seringkali merugikan negara-negara dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Kematian SN (51), perempuan asal Jombang yang ditemukan tewas di rumah kontrakan Putat Jaya, Surabaya, diduga kuat merupakan pembunuhan. Polisi menemukan tujuh luka tusuk
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak hanya bocorkan motif kasus penyekapan pacar berinsial YTR selama tiga tahun. Tetapi, Polisi juga bocorkan kebengisan Taufik Hidayat. Hal ini dibeberkan,

Trending

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak hanya bocorkan motif kasus penyekapan pacar berinsial YTR selama tiga tahun. Tetapi, Polisi juga bocorkan kebengisan Taufik Hidayat. Hal ini dibeberkan,
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT