GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

‎John Herdman Beberkan Alasan Mau Menetap di Jakarta Selama Latih Timnas Indonesia, Singgung Budaya hingga Suporter

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkap alasan di balik keputusannya menetap di Indonesia selama menangani skuad Garuda.
Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:55 WIB
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman
Sumber :
  • tvonenews.com - Ilham Giovani

‎Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkap alasan di balik keputusannya menetap di Indonesia selama menangani skuad Garuda. Mantan pelatih Timnas Kanada itu menilai langkah tersebut penting agar dirinya bisa memahami budaya, karakter masyarakat, hingga gairah sepak bola Tanah Air secara lebih mendalam.

‎John Herdman memang tengah menjadi sorotan sejak resmi dipercaya menangani Timnas Indonesia. Pelatih asal Inggris tersebut datang dengan reputasi besar usai sukses meloloskan Kanada ke Piala Dunia 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keputusan PSSI menunjuk Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia sempat memunculkan optimisme besar di kalangan pencinta sepak bola nasional. Apalagi, dirinya dikenal sebagai sosok pelatih yang memiliki pendekatan detail terhadap pembangunan tim dan karakter pemain.

Debut John Herdman bersama Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026 juga cukup mencuri perhatian. Skuad Garuda dinilai menunjukkan perkembangan dalam organisasi permainan serta mentalitas bertanding di bawah arahannya.

Namun bagi Herdman, hasil di atas lapangan bukan satu-satunya fokus utama pada awal masa kepelatihannya. Ia merasa memahami budaya Indonesia menjadi fondasi penting agar pekerjaannya sebagai pelatih berjalan maksimal.

Dalam pernyatannya di kanal YouTube BolacomID, periode empat bulan sejak ditunjuk sebagai pelatih, Herdman ingin mempelajari budaya dan berbagai hal tentang Indonesia. Sebab, ia merasa hal itu akan sangat membantu pekerjaannya.

"Jika Anda tahu kepribadian saya, hal pertama bagi saya adalah berusaha memahami sebelum dipahami," ujar Herdman.

‎Lebih lanjut, Herdman mencoba membangun kedekatan emosional dengan masyarakat Indonesia. Ia tidak ingin sekadar datang sebagai pelatih asing yang hanya fokus pada hasil pertandingan semata.

Demi mempelajari budaya Indonesia dengan lebih maksimal, Herdman pun membuat komitmen untuk menetap di Jakarta selama menjadi pelatih Timnas Indonesia. Bahkan, ia turut memboyong keluarganya ke Indonesia.

Langkah itu dinilai cukup jarang dilakukan oleh pelatih asing yang menangani Timnas Indonesia. Herdman justru ingin benar-benar merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia agar lebih memahami karakter para pemain maupun suporter.

Menurutnya, tinggal di Indonesia memberinya banyak pengalaman baru yang tidak bisa didapat jika hanya datang saat agenda pemusatan latihan atau pertandingan. Ia ingin melihat langsung bagaimana sepak bola menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

"Jadi proses memahami budaya Indonesia, itu titik awalnya," kata Herdman.

"Saya membuat komitmen untuk tinggal di sini. Penting untuk berada di jalan, memahami orang, memahami gairah terhadap sepak bola, dan struktur sepak bola di sini," sambungnya.

Komitmen tersebut juga diwujudkan Herdman dengan aktif menyaksikan pertandingan sepak bola nasional secara langsung. Ia tak hanya memantau pemain Timnas Indonesia, tetapi juga memperhatikan perkembangan kompetisi domestik dari berbagai level.

Eks pelatih Selandia Baru itu pun mengaku sudah menyaksikan banyak laga di kompetisi domestik Indonesia. Mulai dari Super League hingga Championship. Selain itu, Herdman juga mempelajari karakter para pemain Timnas Indonesia.

Pelatih berusia 50 tahun itu bahkan rela mendatangi sejumlah kota demi memahami atmosfer sepak bola Indonesia. Herdman merasa pengalaman menyaksikan langsung pertandingan di stadion akan membantunya mengetahui kualitas serta mentalitas pemain secara lebih detail.

"Memahami struktur sepak bola di sini, apakah menonton Garudayaksa, menonton Persib di Bandung, atau pergi ke Bali United," ungkap Herdman.

"Saya juga ke Eropa untuk mengunjungi pemain agar merasakan bagaimana standarnya," tutupnya.

(igp/sub)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, Media Inggris Sebut Timnas Indonesia Alami 'Perubahan'

Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, Media Inggris Sebut Timnas Indonesia Alami 'Perubahan'

Media Inggris menyebut Timnas Indonesia mengalami peningkatan pesat jelang Piala Asia 2027. Skuad Garuda bahkan jadi sorotan dalam grup neraka.
Kemenhaj Sumut: 12 Calon Haji Gagal Berangkat ke Tanah Suci Akibat Sakit

Kemenhaj Sumut: 12 Calon Haji Gagal Berangkat ke Tanah Suci Akibat Sakit

Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyebutkan sebanyak 12 calon haji asal Sumut gagal berangkat ke Tanah Suci
John Herdman Bakal Lebih Selektif Pilih Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia, Fokus ke Talenta Muda

John Herdman Bakal Lebih Selektif Pilih Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia, Fokus ke Talenta Muda

John Herdman menegaskan pemain diaspora muda tetap jadi bagian penting Timnas Indonesia, namun seleksinya akan lebih ketat dari sebelumnya demi proyek Garuda.
WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

SN tercatat overstay selama 248 hari sehingga diduga melanggar Pasal 78 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman mengungkap Timnas Indonesia sedang memantau pemain diaspora dari Jerman, Belanda, Australia hingga Amerika Serikat untuk masa depan skuad Garuda.
Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Polisi memindahkan penahanan oknum kiai cabul, Ashari (51), pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Pati ke Polda Jateng dengan alasan keamanan.
background

Pekan ke-33

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT