John Herdman Bakal Lebih Selektif Pilih Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia, Fokus ke Talenta Muda
- Instagram/jayidzes
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan pemain diaspora masih akan menjadi bagian penting dalam proyek pengembangan skuad Garuda. Namun, ia memastikan akan lebih selektif memilih pemain keturunan yang dinilai cocok untuk kebutuhan tim ke depan.
Menurut Herdman, keberadaan pemain diaspora bukan sekadar solusi jangka pendek untuk meningkatkan kualitas tim. Ia ingin program tersebut berjalan seiring dengan pengembangan pemain muda Indonesia agar mampu bersaing di level internasional.
Pelatih asal Inggris itu bahkan memiliki prioritas besar untuk membantu para pemain muda Indonesia berkarier di luar negeri. Herdman percaya pengalaman bermain di kompetisi tier satu dan tier dua akan membantu perkembangan kualitas pemain secara signifikan.
Pengalaman bersama Timnas Kanada membuat Herdman memahami pentingnya memiliki banyak pemain yang bermain di level elite dunia. Ia menilai hal itu menjadi syarat utama jika Indonesia ingin tampil kompetitif di Piala Dunia.
- Kitagaruda.id
Herdman kemudian menjelaskan bahwa Timnas Indonesia memiliki misi besar dalam membantu proses perkembangan pemain muda. Salah satu langkah yang ingin dilakukan adalah membuka jalan agar para pemain muda bisa mendapatkan kesempatan bermain di luar negeri.
"Jika Anda ingin lolos dan kemudian bersaing di Piala Dunia, yang saya pelajari bersama Kanada adalah semua bergantung kepada jumlah pemain tier satu dan tier dua yang Anda miliki," ujar Herdman dikutip dari kanal YouTube Bola.com ID, Sabtu (16/5/2026).
"Jadi misi kami adalah mengekspor pemain muda Indonesia secepat mungkin ke tim tier satu dan tier dua ketika mereka sudah siap. Jadi ekspor pemain sangat penting dan Timnas Indonesia menjadi bagian dari proses itu," tambahnya.
Ketika disinggung mengenai peluang menambah pemain diaspora baru, Herdman memberikan penjelasan menarik. Ia menegaskan pemain diaspora yang diprioritaskan adalah mereka yang masih muda dan memiliki potensi berkembang lebih jauh.
- X @timnasindonesia
Menurutnya, Timnas Indonesia dapat menjadi tempat penting bagi pemain diaspora muda untuk membangun karier. Dengan tampil bersama Garuda, mereka diharapkan bisa mendapat pengalaman internasional sebelum menembus klub yang lebih besar.
Sosok juru taktik yang pernah bersama Selandia Baru itu pun membagikan kisah sukses yang pernah ia alami saat menangani Timnas Kanada. Ia menyebut nama Jonathan David sebagai contoh nyata keberhasilan pengembangan pemain muda diaspora.
"Bagian kedua adalah merekrut lebih banyak pemain diaspora yang punya potensi tier dua dan tier satu, lalu menggunakan Timnas Indonesia sebagai batu loncatan untuk membantu perkembangan karier mereka," ucap Herdman.
"Jika melihat pengalaman saya di Kanada, Jonathan David adalah contoh yang bagus. Sekarang dia di Juventus. Saat itu dia pemain 17 tahun di Gent dan kami memberinya debut di Timnas Kanada agar di usia 17 tahun dia mendapat menit bermain karena kami bisa melihat potensinya," lanjutnya.
Kesempatan tampil di level internasional sejak usia muda dinilai Herdman menjadi faktor penting dalam perkembangan Jonathan David. Pemain tersebut akhirnya mampu menunjukkan performa luar biasa hingga mendapat kesempatan bermain di level lebih tinggi di Eropa.
"Lalu di Gold Cup 2019 dia benar-benar bersinar. Dia menjadi top scorer, memenangkan penghargaan pemain muda terbaik, dan setelah itu pindah ke Prancis bermain di tim tier satu," katanya.
Herdman optimistis peluang serupa juga dimiliki pemain muda diaspora dan talenta lokal Indonesia. Ia percaya Timnas Indonesia bisa menjadi jembatan bagi para pemain untuk berkembang menuju level tertinggi.
"Jadi kami percaya peluang seperti itu ada untuk pemain diaspora muda dan pemain muda Indonesia. Itu bagian dari misi kami," pungkas Herdman. (igp/fan)
Â
Load more