Media Vietnam Ejek Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Skuad Garuda Dinilai Tak Lagi Menakutkan
- Instagram @jayidzes
tvOnenews.com - Peta persaingan menuju Piala AFF 2026 mulai memanas bahkan sebelum turnamen resmi dimulai. Kali ini, media Vietnam melontarkan komentar tajam terhadap kekuatan Timnas Indonesia yang dianggap tidak lagi menakutkan.
Sorotan tersebut muncul setelah PSSI merilis daftar 23 pemain yang dipanggil untuk menjalani pemusatan latihan sebagai persiapan menghadapi turnamen antarnegara Asia Tenggara tersebut.
Skuad pilihan pelatih John Herdman memang cukup berbeda dibanding komposisi terbaik Timnas Indonesia di ajang-ajang sebelumnya.
Mayoritas pemain yang dipanggil berasal dari kompetisi domestik, sementara hanya satu pemain abroad yang masuk daftar, yakni Marselino Ferdinan.
Gelandang muda tersebut saat ini bermain untuk klub Slovakia, AS Trencin.
Sementara itu, sejumlah pemain naturalisasi yang biasa menjadi andalan seperti Shayne Pattynama, Thom Haye, Jens Raven, hingga Marc Klok kini tercatat bermain di klub lokal Indonesia.
- PSSI
Di sisi lain, beberapa nama utama seperti Jay Idzes, Kevin Diks, dan penjaga gawang Maarten Paes sengaja tidak dipanggil demi fokus menghadapi agenda FIFA Matchday melawan Oman pada Juni mendatang.
Keputusan itu langsung mendapat respons dari media Vietnam, Thanh Nien, yang menilai kekuatan Timnas Indonesia kali ini jauh berkurang.
"Hal yang sama juga terjadi pada Timnas Indonesia. Dalam daftar 23 pemain Indonesia, yang menurut Federasi Sepak Bola Indonesia akan digunakan untuk persiapan AFF Cup 2026, hanya ada satu pemain yang saat ini bermain di luar negeri, yaitu gelandang pengatur serangan Marselino Ferdinan (AS Trencin, Slovakia)," tulis Thanh Nien.
Media tersebut juga menilai level kompetisi Slovakia tidak terlalu tinggi dibanding liga yang pernah menjadi tempat bermain pemain Vietnam.
"Meskipun demikian, ini bukan klub besar di negara Eropa Timur itu. Untuk Timnas Vietnam, kami juga memiliki kiper Nguyen Filip, yang pernah bermain di liga Republik Ceko, yang level sepakbolanya sedikit lebih tinggi daripada Slovakia," tulisnya lagi.
Selain itu, mereka juga menyebut potensi hadirnya Le Giang Patrik sebagai tambahan kekuatan Vietnam.
"Selain itu, jika kiper Le Giang Patrik dipanggil ke Timnas Vietnam untuk AFF Cup 2026, Le Giang Patrik juga merupakan kiper yang berpengalaman membela klub-klub di Republik Ceko dan Slovakia," sambung media tersebut.
Tak berhenti di situ, Thanh Nien turut meremehkan kualitas pemain keturunan Indonesia yang kini tampil di Liga Indonesia.
"Banyak pemain naturalisasi Belanda di Indonesia, seperti bek Shayne Pattynama, gelandang Marc Klok dan Thom Haye, serta penyerang Jens Raven, bermain untuk klub-klub di negeri kepulauan ini, namun kemampuan mereka tidak lebih baik daripada pemain Vietnam," beber Thanh Nien.
"Perbedaan mereka dengan pemain Asia Tenggara hanyalah postur tubuh. Meskipun demikian, saat ini, postur tubuh para pemain Vietnam juga telah meningkat secara signifikan, sehingga hal ini tidak lagi menjadi masalah bagi kita, seperti pada masa kepelatihan Troussier beberapa tahun yang lalu," lanjut media tersebut.
Pernyataan itu memperlihatkan tingginya rasa percaya diri Vietnam menjelang turnamen dimulai.
Padahal dalam beberapa tahun terakhir, Timnas Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan di level Asia Tenggara maupun Asia.
Kehadiran pemain diaspora dan naturalisasi membuat kualitas skuad Garuda meningkat, termasuk keberhasilan menembus fase-fase penting di berbagai turnamen internasional.
Di Piala AFF 2026 nanti, Indonesia tergabung di Grup A bersama Timnas Vietnam, Timnas Singapura, Timnas Kamboja, serta pemenang play-off antara Timnas Brunei Darussalam dan Timnas Timor Leste.
Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.
Meski mendapat ejekan dari media Vietnam, absennya beberapa pemain utama Indonesia diyakini lebih karena strategi rotasi dan fokus terhadap agenda internasional lain yang dianggap lebih prioritas oleh tim pelatih.
Situasi ini pun membuat pertemuan Indonesia dan Vietnam di fase grup diprediksi kembali berlangsung panas dan sarat gengsi.
(tsy)
Load more