Baru 2 Kali Pimpin Timnas Indonesia, John Herdman Langsung Bongkar Masalah Dasar Skuad Garuda: Semua Pemain Harus Bisa Cetak Gol
- Kitagaruda.id
Jakarta, tvOnenews.com - Baru dua pertandingan memimpin Timnas Indonesia, John Herdman sudah mulai membaca persoalan mendasar yang selama ini membayangi permainan skuad Garuda. Pelatih asal Kanada itu menilai Indonesia masih terlalu bergantung pada sosok striker murni untuk urusan mencetak gol.
Pandangan tersebut disampaikan Herdman usai melakukan evaluasi terhadap performa tim dalam agenda FIFA Series 2026 beberapa waktu lalu. Menurutnya, pola pikir seperti itu justru membuat permainan Indonesia menjadi mudah ditebak lawan.
Herdman menegaskan bahwa sepak bola modern tidak lagi hanya mengandalkan satu pemain di lini depan. Ia ingin seluruh pemain di lapangan memiliki keberanian dan naluri untuk ikut berkontribusi mencetak gol.
“Negara ini terus bicara soal nomor sembilan, soal striker murni. Indonesia butuh mentalitas bahwa semua pemain bisa mencetak gol,” ujar Herdman kepada wartawan di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Pelatih berusia 50 tahun itu ingin mengubah cara berpikir para pemainnya secara perlahan. Ia berharap ancaman serangan Timnas Indonesia nantinya tidak hanya datang dari penyerang, tetapi juga dari lini tengah hingga sektor pertahanan.
Menurut Herdman, bek sayap modern harus berani membantu serangan dan masuk ke area berbahaya lawan. Begitu juga dengan gelandang bertahan yang dinilai perlu memiliki insting ofensif saat melihat peluang terbuka di depan gawang.
Dalam evaluasinya, Herdman melihat Indonesia sebenarnya sudah cukup baik saat membangun serangan dari lini belakang. Namun, permainan sering kehilangan arah ketika memasuki area sepertiga akhir lapangan.
Ia menilai para pemain masih terlalu ragu mengambil keputusan di area pertahanan lawan. Situasi tersebut membuat serangan Indonesia kerap berhenti sebelum benar-benar menjadi peluang berbahaya.
Herdman juga menyoroti gaya bermain Indonesia pada periode sebelumnya yang dianggap terlalu pasif. Skuad Garuda dinilai lebih nyaman menunggu momentum serangan balik dibandingkan mencoba mengontrol permainan secara agresif.
Karena itu, ia mulai menanamkan pendekatan baru kepada para pemainnya. Herdman ingin timnya lebih berani melakukan tekanan dan menambah jumlah pemain yang masuk ke area kotak penalti lawan.
Load more