Pantas Saja Timnas Indonesia U-19 Kalah dari Australia, Media Vietnam Ungkap Satu Kekurangan Skuad Nova Arianto
- Instagram Timnas Indonesia
tvOnenews.com - Harapan Timnas Indonesia U-19 untuk melaju ke final Piala AFF U-19 atau ASEAN Boys Championship 2026 harus pupus di depan ribuan pendukung sendiri.
Garuda Muda tumbang dengan skor tipis 0-1 dari Australia pada laga semifinal yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Kamis (12/6) malam.
Gol semata wayang yang menentukan kemenangan Australia dicetak Marcus Edward Neil pada menit ke-88.
Kekalahan tersebut membuat pasukan Nova Arianto harus mengubur mimpi menjadi juara dan kini akan berjuang memperebutkan posisi ketiga menghadapi Kamboja.
Meski hanya kalah satu gol, hasil tersebut ternyata mendapat sorotan dari media Vietnam.Â
- Instagram @timnasindonesia
Mereka menilai ada satu kelemahan yang terus menghantui Timnas Indonesia U-19 sepanjang turnamen dan kembali terlihat saat menghadapi Australia.
Media Vietnam, Soha.vn, secara khusus membahas kegagalan Indonesia melangkah ke partai final.
Dalam ulasannya, Soha menyoroti gol Australia yang lahir menjelang pertandingan berakhir.Â
Menurut mereka, kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri harapan Indonesia mengangkat trofi di hadapan publik sendiri.
"Tim U19 Indonesia mengalami kekalahan pahit melawan Australia di semifinal Kejuaraan U19 Asia Tenggara. Tim Indonesia kebobolan gol pada menit ke-89 setelah wasit membatalkan keputusannya, memberikan satu-satunya gol kepada Australia," tulis Soha.
"Dengan kekalahan dramatis ini, Indonesia secara resmi kehilangan gelar juara turnamen," imbuhnya.
Namun bukan hanya hasil pertandingan yang menjadi perhatian media Vietnam tersebut.Â
Mereka juga menyoroti pola yang dinilai berulang dalam permainan Garuda Muda.
Menurut Soha, Indonesia memiliki masalah yang cukup serius dalam menjaga konsentrasi pada babak kedua.
Media tersebut menilai tim asuhan Nova Arianto terlalu sering kehilangan fokus saat pertandingan memasuki fase-fase akhir, sehingga lawan mampu memanfaatkan celah yang muncul.
"Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa tim U19 Indonesia secara konsisten kebobolan gol di babak kedua dalam pertandingan-pertandingan terakhir," tulis Soha lagi.
Saat menghadapi Vietnam di fase grup, Indonesia yang sempat unggul juga gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan.
Garuda Muda kebobolan pada menit ke-74 melalui Nguyen Quoc Khanh dan harus puas berbagi poin.
"Sebelumnya, dalam pertandingan fase grup melawan Vietnam U19 di Kejuaraan SEA U19 tahun ini, Indonesia juga kebobolan gol dari Nguyen Quoc Khanh dari Vietnam pada menit ke-74," pungkas Soha.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa persoalan konsentrasi di babak kedua memang menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dibenahi.
Meski kalah, penampilan Indonesia sebenarnya cukup menjanjikan.
Sejak menit awal, laga berjalan dengan tempo tinggi. Kedua tim saling menekan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Pada babak pertama, Indonesia mampu mengimbangi permainan Australia. Bahkan hingga turun minum, skor tetap bertahan 0-0.
Memasuki babak kedua, Nova Arianto melakukan beberapa pergantian pemain untuk meningkatkan agresivitas serangan.
Theodore Evan Leeming, Nazriel Alfaro Syahdan, dan Eizar Jacob Tanjung ditarik keluar untuk memberi kesempatan kepada Reno Salampessy, Jardim, dan Amar Rayhan Brkic.
Indonesia mulai menciptakan sejumlah peluang emas. Pada menit ke-66, Amar Rayhan Brkic mendapatkan kesempatan terbuka setelah menerima umpan dari lini tengah.
Sayangnya peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol.
Peluang terbaik Indonesia hadir pada menit ke-79 melalui Dimas Adi Prasetyo.
Berawal dari umpan matang Amar, Dimas berhasil berdiri bebas di depan gawang. Namun sontekannya justru melebar tipis di sisi kanan gawang Australia.
Ketika Indonesia terus berusaha mencari gol kemenangan, Australia justru berhasil mencuri gol pada menit ke-88 lewat Marcus Edward Neil.
Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta hingga pertandingan berakhir.
Meski gagal ke final, perjuangan Timnas Indonesia U-19 belum berakhir.
Garuda Muda masih memiliki kesempatan menutup turnamen dengan hasil positif saat menghadapi Kamboja pada laga perebutan tempat ketiga yang akan berlangsung Sabtu (13/6) pukul 16.00 WIB.
Sementara itu, Australia akan berhadapan dengan Thailand di partai puncak setelah tim Gajah Perang berhasil menghancurkan Kamboja dengan skor telak 4-0 pada semifinal lainnya.
Kekalahan dari Australia memang menyakitkan, tetapi turnamen ini memberikan gambaran jelas mengenai aspek yang harus diperbaiki Indonesia ke depan.
Jika masalah konsentrasi di babak kedua bisa dibenahi, Garuda Muda memiliki modal besar untuk tampil lebih kompetitif dalam ajang-ajang internasional berikutnya.
(tsy)
Load more