Media Vietnam Mulai Curiga, Timnas Indonesia Disebut Siapkan 2 Pemain Naturalisasi Lagi
- instagram.com/mfcbulls/
Erick bahkan menjelaskan lebih rinci alasan mengapa Luke Vickery dan Mitchell Baker dinilai dibutuhkan oleh tim nasional.
"Kedua atlet itu diperlukan untuk memperkuat kedalaman skuad timnas."
"Mereka dibutuhkan untuk transfer pengetahuan serta melengkapi kemampuan pesepak bola lokal, baik untuk kepentingan tim nasional maupun liga profesional," tambahnya.
Itu menunjukkan bahwa PSSI tidak hanya melihat dua pemain ini dari sisi teknis di lapangan. Ada harapan bahwa kehadiran mereka juga bisa membawa pengalaman, budaya latihan, dan pemahaman sepak bola modern dari lingkungan kompetitif luar negeri ke dalam ekosistem sepak bola Indonesia.
Siapa Luke Vickery dan Mitchell Baker?
Dari dua nama yang sedang diproses, Luke Vickery menjadi salah satu sosok yang cukup menarik perhatian.
Pemain berusia 20 tahun itu saat ini bermain di Macarthur FC di Australia. Ia memiliki garis keturunan Indonesia dari ibu dan neneknya yang lahir di Medan, Sumatera Utara.
Luke disebut punya profil menyerang yang fleksibel dan dinilai bisa menjadi aset penting untuk menambah variasi di lini depan maupun sektor sayap.
Pada musim 2025/2026, ia mencatatkan 24 penampilan, dengan kontribusi lima gol dan satu assist.
Statistik itu menunjukkan bahwa Luke bukan sekadar pemain pelengkap, melainkan sosok yang mulai terbiasa tampil reguler dan memberi dampak bagi timnya.
Sementara itu, Mitchell Baker merupakan pemain berusia 19 tahun yang berkarier di Georgetown University dalam kompetisi NCAA Amerika Serikat.
Ia memiliki darah Indonesia dari kakek dan nenek pihak ibu yang berasal dari Yogyakarta dan Semarang.
Meski bermain di level sepak bola kampus Amerika Serikat, Mitchell tetap dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Usianya yang masih muda membuatnya dipandang sebagai investasi jangka panjang, terutama jika Timnas Indonesia ingin menyiapkan generasi penerus untuk level U-23 maupun senior.
Langkah Indonesia menambah amunisi naturalisasi rupanya ikut dipantau serius oleh media Vietnam.
Salah satu media yang menyoroti perkembangan ini adalah Soha, yang menilai bahwa kebijakan PSSI berpotensi membuat kekuatan Timnas Indonesia semakin berbahaya menjelang ASEAN Championship 2026.
Load more