Kalah Saing dengan Arab Saudi, Erick Thohir Buka Opsi Indonesia Gandeng Australia dan ASEAN untuk Bidding Tuan Rumah Piala Dunia 2042
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick mengakui Timnas Indonesia tak bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia dalam waktu dekat, namun bukan berarti peluang menjadi tuan rumah tertutup sepenuhnya.
Hal ini karena majunya Arab Saudi sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034 menggagalkan usaha Indonesia bersama Australia sebagai tuan rumah. Arab Saudi terpilih sebagai tuan rumah edisi 2034 setelah maju sebagai kandidat tunggal pada 2024 lalu.
Namun bukan berarti usaha Timnas Indonesia untuk menjadi tuan rumah tutup sepenuhnya. Erick Thohir yang juga Ketua Umum PSSI menyebut bahwa kesempatan menjadi tuan rumah Piala Dunia masih terbuka lebar, termasuk kesempatan di Piala Dunia 2042.
"Ya kita sempat waktu itu bidding bersama Australia untuk yang 2034, tapi tentu kalah sama Saudi," kata Erick Thohir dikutip dari TVRI News, Selasa (23/6/2026).
Namun Erick Thohir menyebut peluang tersebut tak bisa untuk edisi 2038 karena Asia baru menjadi tuan rumah di edisi sebelumnya. Untuk itu, peluang tersebut terbuka untuk edisi 2042.
"Nah, yang berikutnya itu kan 2038. Saya tidak tahu apakah kesempatan Asia ada pada saat itu, karena kan habis Saudi. Akses berikutnya kalau empat tahun lagi, 2042," ujar Erick.
Erick menilai rotasi kawasan yang diterapkan FIFA akan sangat menentukan peluang Asia kembali menjadi penyelenggara. Setelah Arab Saudi, kawasan lain seperti Afrika maupun Amerika Latin berpotensi mendapat giliran untuk menjadi tuan rumah.
Di sisi lain, Erick Thohir menyebut bertambahnya jumlah peserta menjadi 48 negara membuat Piala Dunia akan semakin sulit digelar oleh satu negara saja.
"Tetapi dengan sekarang 48 negara, saya rasa sulit untuk Piala Dunia dilakukan oleh satu negara saja. Kita bisa lihat Amerika saja yang begitu besar, dia bergandengan dengan Meksiko dan Kanada. Yang berikutnya juga bergandengan, Portugal, Maroko, dan Spanyol," kata Erick.
Karena itu, ia melihat peluang Indonesia justru lebih besar jika mengajukan diri bersama negara-negara lain, baik di kawasan Asia Tenggara maupun Oseania.
"Jadi memang ya sepertinya kalau bidding kita mungkin apakah dengan Asia Tenggara atau mungkin dengan Oseania, Australia dan Selandia Baru, ya kita lihat nanti," ucapnya.
Meski membuka peluang menjadi tuan rumah Piala Dunia, Erick menegaskan bahwa fokus utama saat ini tetap meningkatkan prestasi Timnas Indonesia. Ia menilai peringkat FIFA yang lebih baik akan memberikan keuntungan besar bagi skuad Garuda dalam berbagai kompetisi internasional.
"Yang jelas saat ini peluangnya semakin terbuka. Tetapi kembali, kita harus pelan-pelan juga menata ranking tim nasional kita mulai naik. Karena dengan kenaikan ranking nasional, itu juga memberikan akses lebih mudah untuk kita mendapatkan slot berkompetisi dengan lebih baik karena biasanya ada undian-undian," tutur Erick.
Load more