FIFA Beri Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, Wacana Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Negara
- Instagram - Gianni Infantino
tvOnenews.com – Kabar mengejutkan sekaligus menggembirakan datang dari markas besar induk sepak bola dunia, FIFA. Ambisi besar Timnas Indonesia untuk bisa manggung di pentas paling elite, Piala Dunia 2030, diprediksi bakal terbuka lebar menyusul adanya wacana revolusioner yang digulirkan oleh sang Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Pria asal Swiss tersebut dilaporkan tengah serius mempertimbangkan untuk kembali mendongkrak jumlah kontestan putaran final Piala Dunia menjadi 64 tim pada edisi 2030 mendatang.
Jika mega proyek ini benar-benar disahkan dan terealisasi, maka konstelasi persaingan akan berubah total. Negara-negara yang selama ini kerap kandas di fase kualifikasi, termasuk skuad Garuda, bakal ketiban durian runtuh karena memiliki kans yang jauh lebih logis untuk menembus putaran final.
- Kita Garuda
Sebagaimana diketahui, FIFA sendiri baru saja mengukir sejarah baru dengan memperluas jumlah peserta dari 32 menjadi 48 tim pada gelaran Piala Dunia 2026.
Namun, seolah belum puas, Infantino ingin melangkah lebih ekstrem demi memodernisasi sepak bola global.
"Rencana itu akan ditetapkan dan didiskusikan bersama komite terkait setelah Piala Dunia kali ini," tegas Gianni Infantino dalam sesi wawancara eksklusif bersama media Swiss, Bluewin, seperti dikutip dari The Athletic, Senin (13/7/2026).
Infantino berargumen bahwa setiap federasi di kolong langit berhak merajut mimpi tampil di panggung tertinggi.
Ia menilai peta kekuatan sepak bola saat ini sudah semakin merata dan tidak lagi didominasi oleh negara-negara tradisional semata.
"Jika Anda tidak memberi kesempatan kepada negara-negara kecil untuk berpartisipasi, mereka akan kesulitan berkembang," tambahnya memicu perdebatan.
- Instagram - Gianni Infantino
Cetak Biru Erick Thohir: Selaras dengan Target Besar PSSI
Bagi publik sepak bola tanah air, wacana ini menjadi angin segar yang sangat dinantikan.
Di bawah nakhoda Ketua Umum PSSI Erick Thohir, federasi memang sudah mematok target mati-matian agar Timnas Indonesia bisa mencicipi atmosfer Piala Dunia 2030.
Guna memuluskan target sakral tersebut, PSSI getol melakukan revolusi total dalam beberapa tahun terakhir.
Mulai dari gencar berburu pemain keturunan berkualitas lewat jalur naturalisasi, membenahi kualitas kompetisi domestik, menggenjot pembinaan usia dini, hingga mendatangkan pelatih kelas dunia seperti John Herdman demi menyuntikkan mentalitas eropa di dalam tim.
Jika jatah kuota resmi melar menjadi 64 negara, jatah tiket lolos untuk zona Asia (AFC) otomatis dipastikan ikut melonjak drastis. Hal ini tentu menjadi jalur tol bagi Indonesia untuk mencetak sejarah baru lolos ke Piala Dunia murni lewat jalur kualifikasi.
- AP Photo/Armando Franca
Ditentang Keras UEFA, Dianggap Rusak Kualitas Turnamen
Kendati menjanjikan bagi negara berkembang, rencana ini dipastikan tidak akan berjalan mulus karena harus melewati rintangan birokrasi internal FIFA yang sangat rumit.
Berdasarkan investigasi The Athletic, cetak biru penambahan kontestan menjadi 64 tim ini sebenarnya pertama kali dicetuskan oleh Presiden Asosiasi Sepak Bola Uruguay (AUF), Ignacio Alonso, dalam Kongres FIFA pada Maret 2025 silam.
Ide segar itu langsung dicaplok oleh Infantino untuk digodok lebih lanjut.
Namun, resistensi kuat langsung datang dari benua biru. Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, secara terang-terangan pasang badan menolak keras gagasan tersebut.
Bos sepak bola Eropa itu menilai penambahan peserta yang terlalu membabi buta justru akan menurunkan muruah dan kualitas estetika turnamen.
Selain itu, Ceferin mengkhawatirkan atmosfer persaingan di babak kualifikasi, khususnya di zona Eropa, menjadi tidak lagi kompetitif dan cenderung hambar.
Meskipun saat ini statusnya masih sebatas wacana panas, pergerakan FIFA ini dipastikan akan menjadi komoditas isu terbesar di jagat sepak bola dalam beberapa tahun ke depan.
Jika nantinya palu persetujuan SUDAH DIKETIK, Piala Dunia 2030 akan resmi dinobatkan sebagai turnamen olahraga terbesar sepanjang sejarah peradaban manusia, sekaligus membuka gerbang mimpi bagi anak-anak asuh John Herdman untuk mengibarkan bendera Merah Putih di panggung dunia.
Load more