Kenalan dengan Luke Vickery, Winger Berdarah Medan yang Resmi Jadi WNI dan Disebut Mirip Cristiano Ronaldo Muda
- instagram.com/mfcbulls/
tvOnenews.com - Resminya Luke Vickery menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) membuka babak baru bagi proyek jangka panjang Timnas Indonesia.
Pemain muda yang berkarier di Liga Australia itu kini berpeluang besar menjadi salah satu amunisi baru skuad Garuda dalam upaya mewujudkan mimpi tampil di Piala Dunia 2030.
Luke resmi mengucapkan sumpah kewarganegaraan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney, Australia, pada Kamis, 16 Juli 2026.
Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas.
- Kemenpora
Kabar tersebut diumumkan melalui akun resmi Kementerian Hukum RI yang mengunggah momen pengambilan sumpah Luke bersama Menteri Hukum.
"Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas, resmi mengambil sumpah Luke Anthony Vickery sebagai Warga Negara Indonesia di KJRI Sydney, Australia. Semoga kehadiran Luke semakin memperkuat Timnas Indonesia dan menjadi bagian dari perjuangan mewujudkan harapan Presiden serta seluruh rakyat Indonesia untuk tampil di Piala Dunia 2030."
Pengumuman tersebut langsung disambut antusias oleh para pendukung Timnas Indonesia yang berharap Luke bisa menjadi tambahan kualitas di lini depan Garuda.
Luke Anthony Vickery lahir di Kailua, Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat, pada 25 Oktober 2005.
Meski lahir di Amerika Serikat, ia memiliki darah Indonesia dari garis keturunan sang nenek yang lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 3 Desember 1937.
Dalam sebuah wawancara, Luke mengungkapkan asal-usul keluarganya.
"Nenek saya lahir di Indonesia, di Sumatera. Orang tuanya lahir di Belanda. Saat ini dia tinggal di California." dikutip dari kanal Youtube Yussa Nugraha.
Latar belakang keluarga tersebut menjadi dasar yang membuat proses naturalisasinya memenuhi syarat sesuai regulasi FIFA dan perundang-undangan Indonesia.
Selain memiliki paspor Amerika Serikat, Luke juga mengantongi kewarganegaraan Australia karena perjalanan hidup dan karier sepak bolanya lebih banyak berkembang di Negeri Kanguru.
Karier sepak bola Luke dibangun melalui sistem pembinaan di Australia. Ia sempat menimba ilmu di akademi Western United sebelum berhasil menembus level profesional.
Perkembangannya membuat Macarthur FC merekrutnya pada September 2025. Bersama klub A-League tersebut, Luke mulai mendapatkan kepercayaan tampil secara reguler.
Pada musim 2025-2026, pemain berusia 20 tahun itu mencatatkan performa yang cukup menjanjikan.
Ia tampil dalam sekitar 30 pertandingan di semua kompetisi dengan torehan tujuh gol dan tiga assist.
- instagram Luke Vickery
Jika melihat kompetisi liga saja, Luke juga menunjukkan konsistensi dengan mencatat lebih dari seribu menit bermain serta beberapa kontribusi gol dan assist.
Statistik tersebut menjadi indikator bahwa proses perkembangannya berjalan positif di level profesional.
Salah satu alasan nama Luke Vickery mulai ramai dibicarakan adalah gaya bermainnya.
Pemain dengan tinggi sekitar 183 sentimeter itu dikenal memiliki kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta keberanian melakukan duel satu lawan satu.
Ia biasa bermain sebagai winger kanan, tetapi juga mampu ditempatkan di sisi kiri maupun sebagai penyerang tengah.
Karakter permainan tersebut membuat banyak pengamat menyebut Luke memiliki kemiripan dengan Cristiano Ronaldo pada masa-masa awal kariernya, ketika masih mengandalkan akselerasi, dribel cepat, dan kemampuan menyerang dari sisi lapangan.
Meski demikian, Luke masih berada dalam tahap perkembangan sehingga konsistensi permainan akan menjadi tantangan berikutnya untuk mencapai level tertinggi.
Sebelum resmi menjadi WNI, Luke sempat memperkuat kelompok usia Timnas Australia.
Namun ketika peluang membela Indonesia terbuka, ia tidak menutup pintu. Bahkan Luke mengaku sangat antusias jika suatu saat mendapat kesempatan mengenakan seragam Merah Putih.
"Saya pasti akan terbuka untuk itu dan sangat tertarik. Bermain dengan tim nasional, beraksi di depan puluhan ribuan orang di Indonesia. Saya pikir itu akan menjadi pengalaman yang luar biasa," kata Luke Vickery, dikutip dari kanal YouTube Yussa Nugraha.
Pengalaman tampil di Indonesia juga meninggalkan kesan mendalam baginya.
"Saya pernah bermain di Timnas Australia U-20 di Piala Asia U-20. Saat itu bermain di Surabaya. Kami ada di sana. Mungkin lima pertandingan dan akhirnya kami peringkat ketiga. Indonesia main di final saat itu. Kami ke stadion dan menonton. Mungkin sekitar 2023 atau 2024."
"Jadi saya hanya pernah ke Indonesia sekali itu dan itu benar-benar membuat saya takjub dengan suporter yang 30-35 ribu di stadion. Sangat bersemangat. Ketika Anda bermain di depan pendukung yang sangat bersemangat, itu terbaik. Keren untuk dilihat."
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa atmosfer sepak bola Indonesia menjadi salah satu faktor yang membuatnya tertarik bergabung dengan Timnas Garuda.
Naturalisasi Luke datang pada saat Timnas Indonesia memang membutuhkan regenerasi di sektor penyerang dan pemain sayap.
Selama beberapa tahun terakhir, lini depan Garuda banyak mengandalkan nama-nama seperti Ole Romeny, Ramadhan Sananta, Hokky Caraka, Jens Raven, hingga Mauro Zijlstra.
Kehadiran Luke memberi alternatif baru karena ia mampu bermain fleksibel di beberapa posisi menyerang.
Kemampuan bermain di sayap maupun sebagai penyerang membuatnya berpotensi melengkapi variasi taktik tim pelatih, terutama menghadapi agenda besar seperti Kualifikasi Piala Dunia 2030 dan turnamen-turnamen internasional lainnya.
Dengan usia yang masih sangat muda, pengalaman bermain di kompetisi profesional Australia, serta status barunya sebagai WNI, Luke Anthony Vickery dipandang sebagai investasi jangka panjang sepak bola Indonesia.
(tsy)
Load more