Unik! John Herdman Justru Dampingi Timnas Indonesia di Tribun Alih-alih di Lapangan saat Hadapi Kamboja
- tvONenews-Ilham Giovani
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menjadi sorotan saat laga melawan Kamboja pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026. Bukan karena strategi yang diterapkannya, melainkan karena dirinya terlihat tidak berada di area pinggir lapangan pada awal pertandingan.
Pemandangan tersebut langsung menarik perhatian dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Pakansari, Cibinong, Bogor, Senin (27/7/2026).
Alih-alih berada di pinggir lapangan untuk memberikan intruksi ke para pemain, John Herdman justru terlihat berada di salah satu area tribun stadion ketika pertandingan sedang berlangsung.
Sebagai gantinya, ada asisten pelatih Timnas Indonesia, Stevan Vitoria mendampingi pemain dari sisi lapangan. Termasuk mengarahkan Marc Klok cs secara langsung untuk mewakili John Herdman.
John Herdman pun kembali ke posisinya jelang selesainya babak pertama. Dia pun kembali mengambil alih arahan untuk membawa Timnas Indonesia menjaga keunggulan 3-0 yang diraih sejak menit 24 lewat brace Mitchell Baker dan gol Sandy Walsh.
Laga melawan Kamboja sendiri merupakan pertandingan yang sangat penting bagi Timnas Indonesia. Selain menjadi pembuka perjalanan skuad Garuda di Grup A, duel ini juga menjadi ajang resmi perdana John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia.
Sejak awal pertandingan, perhatian tidak hanya tertuju pada permainan para pemain di lapangan. Sosok John Herdman yang biasanya berdiri di dekat garis lapangan justru tidak terlihat berada di area bench.
Berdasarkan pantauan tvOnenews.com di lokasi, pelatih asal Inggris tersebut memilih berada di area Camera Gantry. Ia tampak memantau jalannya pertandingan dari posisi yang lebih tinggi dibandingkan bangku cadangan.
Camera Gantry sendiri merupakan area di tribun stadion yang biasanya digunakan sebagai lokasi kamera utama siaran televisi. Dari titik tersebut, pandangan terhadap keseluruhan lapangan menjadi lebih luas sehingga memudahkan analisis jalannya pertandingan.
Selama berada di lokasi tersebut, John Herdman juga tidak sendirian. Ia terlihat didampingi oleh tim analisis Timnas Indonesia yang turut mengamati jalannya pertandingan dari sudut pandang yang sama.
Menariknya, selama berada di area Camera Gantry, Timnas Indonesia justru tampil impresif. Skuad Garuda mampu bermain agresif sejak menit-menit awal dan terus menekan pertahanan Kamboja.
Hasilnya, Indonesia berhasil mencetak tiga gol pada paruh pertama pertandingan. Mitchell Baker menjadi bintang dengan memborong dua gol, sementara satu gol lainnya disumbangkan oleh Sandy Walsh.
Keunggulan tiga gol tersebut membuat Timnas Indonesia berada dalam posisi yang sangat nyaman pada pertengahan babak pertama. Permainan skuad Garuda juga terlihat lebih percaya diri dalam mengendalikan jalannya laga.
Namun situasi berubah beberapa saat setelah gol ketiga tercipta. Herdman kemudian meninggalkan area Camera Gantry dan turun menuju pinggir lapangan untuk memberikan instruksi secara langsung kepada anak asuhnya.
Pelatih berusia 51 tahun itu mulai terlihat berada di technical area ketika pertandingan memasuki sekitar menit ke-30. Sejak saat itu, ia aktif memberikan arahan kepada para pemain yang berada di lapangan.
Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan menarik dalam pertandingan pembuka Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Kehadiran Herdman di tribun sempat memunculkan rasa penasaran di kalangan penonton maupun awak media yang meliput langsung pertandingan.
Meski terlihat tidak biasa, cara seperti itu sebenarnya pernah dilakukan sejumlah pelatih di level tertinggi sepak bola dunia. Beberapa pelatih memilih mengamati pertandingan dari posisi yang lebih tinggi agar bisa melihat bentuk permainan tim secara lebih utuh.
Salah satu contoh yang sempat menjadi perhatian publik adalah Luis Enrique ketika masih menangani Paris Saint-Germain. Saat itu, ia juga pernah memantau pertandingan dari area tribun sebelum kembali memberikan arahan langsung kepada para pemain di pinggir lapangan. (igp/hfp)
Load more