Gagal Total di Piala AFF 2026, John Herdman Tak Bernasib seperti Shin Tae-yong di Timnas Indonesia
- Kolase tim tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - John Herdman menjadi sorotan setelah gagal membawa Timnas Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2026, tetapi nasib pelatih asal Kanada itu ternyata berbeda dengan Shin Tae-yong yang mengalami pemecatan setelah kegagalan serupa.
Timnas Indonesia kembali mengakhiri kiprahnya di Piala AFF dengan mengecewakan setelah hanya finis di peringkat ketiga Grup A. Skuad Garuda mengoleksi tujuh poin dari empat pertandingan, di bawah Vietnam dan Singapura yang memastikan tiket ke semifinal.
Perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 sebenarnya dimulai dengan hasil meyakinkan ketika Mitchell Baker dan kawan-kawan menghancurkan Kamboja dengan skor 5-1. Kemenangan tersebut membuat Indonesia langsung berada dalam persaingan untuk memperebutkan posisi teratas Grup A.
Timnas Indonesia kemudian melanjutkan tren positif dengan mengalahkan Timor-Leste 3-0 pada pertandingan kedua. Hasil itu membuat peluang Garuda untuk lolos ke semifinal semakin terbuka sebelum akhirnya menghadapi ujian berat melawan Vietnam.
- tvOnenews-Julio Tri Saputra
Namun, langkah Indonesia mulai goyah ketika menghadapi Vietnam. Bermain di Stadion Pakansari, Bogor, skuad asuhan John Herdman harus menelan kekalahan 0-3 sehingga posisi Indonesia menjadi semakin sulit.
Kemenangan kemudian menjadi harga mati ketika Indonesia menghadapi Singapura pada pertandingan terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar, Kallang. Ragnar Oratmangoen sempat membawa Garuda unggul, tetapi Singapura mampu menyamakan kedudukan melalui Ilhan Fandi hingga laga berakhir 1-1.
Hasil imbang tersebut memastikan Indonesia gagal melangkah ke semifinal Piala AFF 2026. Kegagalan itu sekaligus membuat Herdman menjadi sorotan karena belum mampu memenuhi ekspektasi setelah dipercaya menangani Timnas Indonesia.
Menariknya, John Herdman tidak langsung kehilangan pekerjaannya. PSSI memilih melakukan evaluasi terhadap kinerja sang pelatih setelah kegagalan di Piala AFF 2026, sementara Ketua Umum PSSI Erick Thohir masih membuka ruang bagi Herdman untuk melanjutkan pekerjaannya.
- Timnas Indonesia/kita garuda id
Keputusan tersebut membuat John Herdman menjadi pelatih yang berbeda dari sejumlah pendahulunya ketika Timnas Indonesia gagal melewati fase grup Piala AFF. Dalam sejarah keikutsertaan Indonesia, kegagalan di fase grup sebelumnya terjadi pada 2007, 2012, 2014, 2018, 2024, dan kini 2026.
Pada Piala AFF 2007, Peter Withe menjadi pelatih yang membawa Indonesia gagal melewati fase grup. Setelah turnamen tersebut, kontraknya tidak dilanjutkan PSSI dan posisi pelatih kemudian beralih kepada Ivan Kolev.
Lima tahun berselang, giliran Nil Maizar yang mengalami nasib serupa setelah Indonesia gagal melaju dari fase grup Piala AFF 2012. Kondisi tersebut terjadi ketika sepak bola Indonesia sedang dilanda persoalan dualisme kompetisi yang turut memengaruhi persiapan Timnas Indonesia.
Pada Piala AFF 2014, Alfred Riedl juga gagal membawa Indonesia keluar dari fase grup. Meski kondisi skuad ketika itu menghadapi sejumlah keterbatasan, Riedl tetap menjadi bagian dari rangkaian pelatih yang gagal mempertahankan posisi setelah hasil buruk di turnamen tersebut.
- ANTARA/Puspa Perwitasari/ama/11
Kemudian pada 2018, Bima Sakti menangani Timnas Indonesia setelah Luis Milla tidak lagi berada di kursi pelatih. Garuda kembali gagal melewati fase grup dan Bima Sakti setelah itu tidak lagi dipercaya sebagai pelatih utama Timnas Indonesia.
Nasib paling baru sebelum John Herdman dialami Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan tersebut diberhentikan PSSI pada Januari 2025 setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2024, dengan kekalahan dari Vietnam dan Filipina menjadi bagian dari hasil buruk Garuda di fase grup.
Perbedaan mencolok terlihat pada era John Herdman. Kegagalan di Piala AFF 2026 sejauh ini baru menghasilkan evaluasi dari PSSI, bukan pemecatan, sehingga John Herdman masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki performa Timnas Indonesia pada agenda berikutnya. (fan)
Load more