News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Suporter Kecewa Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026, Bung Harpa: Kritik Itu Wajar

Kekecewaan suporter memuncak setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026. Namun, Bung Harpa menilai kritik merupakan merupakan hal wajar.
Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:39 WIB
Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Sumber :
  • tvOnenews-Julio Tri Saputra

tvOnenews.com - Kekecewaan suporter Timnas Indonesia memuncak setelah skuad Garuda gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026. Hasil imbang 1-1 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Indonesia harus mengakhiri kiprahnya di fase grup.

Sejumlah suporter yang hadir langsung di stadion terlihat meluapkan kekecewaan kepada pemain dan tim pelatih. Mereka mempertanyakan penampilan Timnas Indonesia yang dinilai belum mampu memenuhi ekspektasi setelah sebelumnya digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat juara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Indonesia hanya mampu mencetak satu gol dalam pertandingan tersebut. Hasil imbang itu membuat skuad Garuda finis di posisi ketiga Grup A dan kehilangan tiket ke semifinal.

Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Sumber :
  • Instagram @fasingapore

Situasi bahkan sempat berlangsung emosional ketika salah seorang suporter meminta para pemain melepas jersey yang mereka kenakan. Momen tersebut menjadi gambaran besarnya kekecewaan setelah harapan Indonesia untuk melangkah lebih jauh di Piala AFF 2026 kembali kandas.

Bukan hanya kekecewaan, sejumlah komentar dan kritik di media sosial terhadap performa skuad Garuda turut menjadi sorotan.

Pengamat sepak bola nasional Bung Harpa memiliki pandangan berbeda mengenai kritik yang muncul di tengah masyarakat.

Menurutnya, kritik terhadap Timnas Indonesia tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai hujatan. Ia menilai sebagian besar komentar publik merupakan bentuk evaluasi terhadap performa pemain maupun tim di lapangan.

"Yang gua tahu, kalian boleh melihat video gue semua, gua juga perhatikan ada tim dari CBH komen-komen, 90 persen itu tidak ada yang menghujat pemain, mengkritik ya wajar lah di dimana, kita kerja pun kalau salah, dikritik sama atasan, bahkan sama bawahan pun kadang-kadang dikritik juga, itu biasa," ujarnya dilansir dari kanal YouTube pribadinya.

Bung Harpa kemudian memberikan contoh bahwa kritik terhadap penampilan pemain merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sepak bola. Menurutnya, masyarakat tetap berhak menyoroti aspek permainan ketika seorang pemain dianggap belum tampil maksimal.

"Misalnya contoh, kok Eliano Reijnders bermain tidak banyak memberikan crossing, atau berapa kali hilang bola, masa nggak boleh? itu kan boleh," tuturnya.

Ia justru menilai penyebutan kritik sebagai hujatan berpotensi menempatkan publik seolah-olah berada di posisi berseberangan dengan Timnas Indonesia. Menurutnya, narasi semacam itu dapat mengalihkan perhatian dari persoalan sebenarnya yang perlu dibenahi.

"Seolah-olah kita yang disudutkan, bahwa kita menghujat pemain, dan playing victim, hujatlah kami katanya," pungkasnya.

Menurutnya, masih terdapat banyak pekerjaan rumah yang perlu mendapatkan perhatian dari PSSI maupun tim kepelatihan. Ia pun menilai sejumlah persoalan tersebut sebenarnya sudah terlihat dan menjadi bahan pembicaraan publik sejak lama.

"Masalah yang gua bahas di video gue sebelumnya itu banyak PR mungkin yang kalian juga bisa ngelihat kok, masalah-masalah di tim nasional kita itu seperti itu," ujarnya.

Bung Harpa kemudian menyinggung sejumlah aspek yang menurutnya perlu dievaluasi, mulai dari pemilihan pemain hingga berbagai detail persiapan Timnas Indonesia sebelum menghadapi Vietnam.

Ia juga menyoroti faktor di luar lapangan, termasuk lokasi hotel yang dinilai terlalu jauh. Selain itu, sikap pemain setelah pertandingan serta aspek teknis dan taktik juga disebutnya sebagai bagian dari persoalan yang layak dibicarakan secara terbuka.

"Kemudian juga soal attitude pemain setelah pertandingan, sial pemain, soal mungkin teknik taktik pertandingan. Ini kan sebenarnya sesuatu yang biasa kita obrolkan sejak dulu kita dimana-mana di ruang publik, di ruang tamu, di tongkrongan, itu biasa kita obrolkan," katanya.

Menurut Bung Harpa, keberadaan media sosial hanya mengubah cara masyarakat menyampaikan pendapat. Jika sebelumnya kritik lebih banyak dibicarakan di ruang-ruang informal, kini masyarakat dapat menyampaikannya secara langsung melalui kolom komentar dan berbagai platform digital.

"Sekarang bedanya orang bisa menuangkan di dalam bentuk komen, nah tentu saja tidak semua komen itu benar," tuturnya.

Karena itu, Bung Harpa menilai PSSI perlu mampu membedakan antara kritik, evaluasi, dan hujatan. Kritik terhadap performa pemain maupun kebijakan federasi, menurutnya, merupakan bagian dari dinamika sepak bola selama disampaikan secara proporsional dan tidak berubah menjadi serangan pribadi.

Ia juga menilai PSSI perlu membenahi pola komunikasinya dengan publik. Menurutnya, respons yang lebih terbuka dan profesional akan membantu meredam polemik sekaligus mencegah munculnya narasi yang justru memperkeruh suasana di sekitar Timnas Indonesia.

Di sisi lain, kekecewaan suporter terhadap hasil di Piala AFF 2026 menunjukkan tingginya ekspektasi terhadap skuad Garuda. Karena itu, kritik publik seharusnya dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki berbagai kekurangan, bukan sekadar dipandang sebagai bentuk serangan terhadap pemain.

Yunus Nusi Minta Pemain dan Pelatih Tidak Dihujat

Sebelumnya, Yunus Nusi menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026.

Yunus mengaku menyaksikan langsung perjuangan skuad Garuda ketika menghadapi Singapura di Stadion Jalan Besar. Ia memahami kekecewaan masyarakat setelah Indonesia hanya mampu bermain imbang dan harus tersingkir dari turnamen.

"Kemarin saya menyaksikan langsung anak-anak bertanding di Stadion Jalan Besar, Singapura. Seperti yang kita lihat, anak-anak gagal melanjutkan ke fase berikutnya setelah bermain seri dengan Singapura," kata Yunus Nusi.

Timnas Indonesia mengakhiri fase grup dengan koleksi tujuh poin. Skuad Garuda mengawali turnamen dengan kemenangan atas Kamboja dan Timor Leste, kemudian kalah dari Vietnam sebelum ditahan imbang Singapura pada pertandingan terakhir.

Hasil tersebut membuat Indonesia finis di peringkat ketiga Grup A. Garuda hanya terpaut satu poin dari Singapura yang mengamankan posisi runner-up sekaligus tiket semifinal. Sementara itu, Vietnam keluar sebagai juara grup.

"Terkait hasil di Piala AFF ini, PSSI memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat sepak bola Indonesia karena belum bisa memberikan hasil yang memuaskan secara sempurna," ungkap Yunus Nusi.

Menurut Yunus, kegagalan tersebut akan menjadi bahan evaluasi PSSI bersama Badan Tim Nasional, Komite Eksekutif, serta jajaran pelatih.

Ia menegaskan bahwa evaluasi tidak hanya dilakukan ketika Timnas Indonesia mengalami kegagalan. Setiap kemenangan dan prestasi juga, menurutnya, harus menjadi bagian dari proses evaluasi untuk memastikan perkembangan tim terus berjalan.

"Ketua Umum PSSI selalu melakukan evaluasi. Tidak hanya saat menghadapi kegagalan, tetapi juga dalam setiap prestasi, keberhasilan, maupun kemenangan Timnas, seperti saat melawan Mozambik, Oman, atau saat Timnas Wanita meraih juara Piala AFF Putri di Malaysia," katanya.

Yunus juga meminta masyarakat tetap memberikan apresiasi kepada para pemain yang telah berjuang sepanjang turnamen. Ia meminta kekecewaan tidak dilampiaskan dalam bentuk hujatan kepada pemain maupun pelatih.

"Timnas kita yang telah berjuang harus tetap kita apresiasi. Silakan mengkritisi PSSI atau Ketua Umum, kami menerima. Namun, yang terpenting adalah jangan menghujat pemain dan pelatih," lanjutnya.

"Mereka adalah aset kita di masa depan. Masih ada harapan besar bagi anak-anak ini untuk membawa prestasi sepak bola kita menjadi lebih bagus," pungkas Yunus Nusi.
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan Karena Sirkuit, MotoGP 2027 Pilih Pantai Ikonik Rio de Janeiro untuk Peluncuran Musim Baru

Bukan Karena Sirkuit, MotoGP 2027 Pilih Pantai Ikonik Rio de Janeiro untuk Peluncuran Musim Baru

Acara tersebut dijadwalkan berlangsung di Pantai Botafogo pada 21 Februari 2027 dengan Gunung Sugarloaf menjadi salah satu latar utama menyambut mulainya gelaran MotoGP 2027.
Bocoran Airlangga soal Calon Gubernur PFII, Sosoknya dari Internal Pemerintah

Bocoran Airlangga soal Calon Gubernur PFII, Sosoknya dari Internal Pemerintah

Menko Airlangga membeberkan calon Gubernur PFII sudah disiapkan pemerintah dan berasal dari internal pemerintah. Nama kandidat serta lokasi kantor PFII akan diumumkan.
DPP PIKI Bakal Ganjar Penghargaan Tokoh dan Insan Inspiratif

DPP PIKI Bakal Ganjar Penghargaan Tokoh dan Insan Inspiratif

Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPP PIKI) bakal menggelar PIKI Award 2026 yang direncanakan pada Oktober 2026.
Bersaing Ketat di MLBB Kapolri Cup 2026, Tim Esport Polda Jatim Sabet Juara III

Bersaing Ketat di MLBB Kapolri Cup 2026, Tim Esport Polda Jatim Sabet Juara III

Tim Esport Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Polda Jawa Timur berhasil meraih Juara III dalam ajang MLBB Esport Kapolri Cup 2026.
Bersaing Ketat di MLBB Kapolri Cup 2026, Tim Esport Polda Jatim Sabet Juara III

Bersaing Ketat di MLBB Kapolri Cup 2026, Tim Esport Polda Jatim Sabet Juara III

Tim Esport Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Polda Jawa Timur berhasil meraih Juara III dalam ajang MLBB Esport Kapolri Cup 2026.
Lensa Berbicara: Diduga Korsleting Listrik, Lapak Barang Bekas di Tanah Abang Ludes Terbakar

Lensa Berbicara: Diduga Korsleting Listrik, Lapak Barang Bekas di Tanah Abang Ludes Terbakar

Lapak jual beli barang bekas di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, terbakar pada Selasa (11/8) siang. Kebakaran diduga terjadi akibat korsleting listrik.

Trending

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswi 14 Tahun Diduga Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswi 14 Tahun Diduga Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu

Perjalanan KRL di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, sempat terganggu setelah seorang siswi SMA kelas 10 tertabrak kereta rel listrik (KRL), Senin (10/8/2026).
Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal siaran langsung Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1. Petarung MMA tak terkalahkan asal Indonesia, Bilal Hasan, akan menjalani pertarungan penting untuk membuka jalan menuju UFC.
Siapa Wanita Berbaju Putih di Balik Challenge Surat Ad-Duha Berhadiah Miras? Ini Pengakuan MC Newport 

Siapa Wanita Berbaju Putih di Balik Challenge Surat Ad-Duha Berhadiah Miras? Ini Pengakuan MC Newport 

Sosok wanita berbaju putih disebut mengambil mikrofon MC Newport sebelum muncul challenge hafalan Surat Ad-Duha berhadiah minuman beralkohol. Siapa dia?
MC Booth Miras Newport Akhirnya Minta Maaf, Singgung Kehadiran Gadis Misterius Berbaju Putih

MC Booth Miras Newport Akhirnya Minta Maaf, Singgung Kehadiran Gadis Misterius Berbaju Putih

Revnaldo Ega, MC di booth Newport akhirnya meminta maaf setelah video sayembara satu botol miras gratis dengan hafalan surat Ad-Dhuha menuai kecaman luas.
Viral Video Promosi Alkohol dengan Hafalan Ayat Al-Quran Berhadiah Sebotol Miras, Tuai Kecaman Warganet

Viral Video Promosi Alkohol dengan Hafalan Ayat Al-Quran Berhadiah Sebotol Miras, Tuai Kecaman Warganet

Media sosial dihebohkan dengan adanya video. Viral video yang memperlihatkan Booth Brand Alkohol mengadakan challenge, bermaksud promosi gunakan ayat alquran.
Jay Idzes dalam Masalah Besar Jelang Liga Italia 2026-2027, Pelatih Sassuolo Bikin Pengakuan Jujur Begini

Jay Idzes dalam Masalah Besar Jelang Liga Italia 2026-2027, Pelatih Sassuolo Bikin Pengakuan Jujur Begini

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menghadapi masalah jelang dimulainya Liga Italia 2026-2027. Sebab, pelatih Sassuolo tengah kesulitan mempersiapkan diri.
Jelang Muktamar NU, KH Imam Jazuli Buka Suara soal Menteri Maju Jadi Ketua Umum PBNU

Jelang Muktamar NU, KH Imam Jazuli Buka Suara soal Menteri Maju Jadi Ketua Umum PBNU

Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 NU kian memanas. Sejumlah nama yang saat ini menjabat sebagai menteri disebut-sebut berpotensi ikut bertarung.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT