Lolos Syarat FIFA untuk Dinaturalisasi, Ini 3 Eks Liga Eropa di Super League 2026/2027 yang Bisa Bela Timnas Indonesia
- Instagram - Madura United
Jakarta, tvOnenews.com - Kompetisi Super League 2026/2027 bakal diramaikan sejumlah pemain keturunan Indonesia yang masih berstatus sebagai pemain asing. Tiga nama yang menjadi sorotan adalah Jordy Wehrmann, Jasey Wehrmann, dan Navarone Foor.
Ketiga pemain tersebut sama-sama memiliki darah Indonesia, tetapi masih memegang paspor negara lain. Mereka pun akan menjadi bagian dari persaingan kompetisi domestik Indonesia pada musim 2026/2027.
Menariknya, ketiga pemain tersebut tersebar di dua klub berbeda. Jordy Wehrmann dan Jasey Wehrmann memperkuat Madura United, sedangkan Navarone Foor menjadi bagian dari skuad PSM Makassar.
Kehadiran mereka tentu menarik perhatian karena memiliki hubungan darah dengan Indonesia. Namun, status sebagai pemain keturunan tidak serta-merta membuat ketiganya otomatis menjalani proses naturalisasi untuk membela Timnas Indonesia.
1. Jordy Wehrmann
Salah satu nama yang paling sering dikaitkan dengan peluang memperkuat Skuad Garuda adalah Jordy Wehrmann. Gelandang asal Belanda tersebut bahkan sudah beberapa kali menyampaikan keinginannya untuk mengenakan jersey Timnas Indonesia.
Jordy menjadi pemain pertama dari keluarga Wehrmann yang bergabung dengan Madura United. Ia datang ke klub berjuluk Laskar Sape Kerrab tersebut pada 2024 dan kemudian melanjutkan kiprahnya di kompetisi sepak bola Indonesia.
- Instagram - Madura United
Pemain kelahiran Belanda tersebut memiliki darah Indonesia dari sang nenek, Merie Pasman. Sang nenek diketahui lahir di Jakarta sehingga Jordy memiliki garis keturunan Indonesia dari keluarganya.
Keinginan untuk membela Indonesia kembali disampaikan Jordy pada Agustus 2026. Ia mengaku masih menantikan proses naturalisasi yang diharapkannya dapat segera berjalan.
Jordy bahkan merasa kehadirannya dapat memberikan tambahan kekuatan bagi Timnas Indonesia. Ia juga menyebut kesempatan membela negara leluhurnya sebagai sebuah kehormatan.
"Saya masih menunggu, saya harap proses ini (naturalisasi) berjalan cepat," kata Jordy kepada awak media beberapa waktu lalu.
"Karena saya pikir saya ada dorongan ekstra untuk Timnas. Saya pikir ini juga suatu kehormatan bisa bermain untuk Indonesia," tambahnya.
Meski keinginan tersebut sudah disampaikan secara terbuka, Jordy hingga saat ini belum menjalani proses naturalisasi. Artinya, dirinya masih berstatus sebagai pemain asing ketika memperkuat Madura United di Super League 2026/2027.
2. Jasey Wehrmann
Nama kedua adalah Jasey Wehrmann yang tidak lain merupakan adik kandung Jordy. Pemain yang kini berusia 21 tahun itu juga memiliki darah Indonesia dari sang nenek, Merie Pasman.
- instagram.com/jaseywehrmann_/
Jasey menyusul sang kakak bergabung dengan Madura United pada 2025. Pada musim sebelumnya, ia lebih banyak mendapatkan kesempatan bermain di kompetisi Elite Pro Academy dibandingkan tampil bersama tim utama di Super League.
Situasi tersebut berubah pada musim 2026/2027. Madura United memasukkan Jasey ke dalam skuad utama sebagai salah satu dari 11 pemain asing yang mereka daftarkan.
Usianya yang masih relatif muda membuat perkembangan Jasey menarik untuk diperhatikan. Ditambah dengan latar belakang keturunan Indonesia, namanya juga berpotensi menjadi perhatian jika suatu saat ada pembahasan mengenai naturalisasi.
Namun, sejauh ini belum terdapat pernyataan dari Jasey mengenai keinginan untuk membela Timnas Indonesia. Berbeda dengan Jordy, sang adik belum secara terbuka menyampaikan hasrat untuk menjalani proses naturalisasi.
3. Navarone Foor
Sementara itu, satu nama lainnya adalah Navarone Foor. Pemain asal Belanda tersebut resmi menjadi bagian dari PSM Makassar untuk menghadapi persaingan Super League 2026/2027.
Foor memiliki garis keturunan Indonesia dari keluarganya. Hubungan tersebut berasal dari kedua orang tuanya yang memiliki latar belakang keluarga dari wilayah Indonesia.
Sang ibu, Mathilda, disebut merupakan wanita keturunan Seram-Malang. Sementara itu, ayahnya, Junis Foor, merupakan anak dari Christina Seru dan Foor.
- Instagram Navarone Foor
Christina Seru diketahui berasal dari Kalimbuang, Kepala Pitu, Toraja Utara. Sementara itu, sang kakek memiliki darah dari Kepulauan Kei, Maluku Tenggara.
Latar belakang tersebut membuat kepindahan Foor ke PSM Makassar memiliki cerita tersendiri. Ia kini bermain untuk klub yang berada di wilayah yang memiliki kedekatan dengan akar leluhurnya.
PSM Makassar sendiri merekrut Foor setelah sang pemain menjalani musim 2025/2026 bersama VVV-Venlo di kasta kedua Liga Belanda. Pada musim tersebut, ia mencatatkan 36 penampilan di seluruh kompetisi dengan torehan dua gol dan tujuh assist.
Foor juga memiliki pengalaman memperkuat sejumlah klub Eropa maupun luar Eropa. Ia pernah bermain untuk NEC Nijmegen, Vitesse Arnhem, Ittihad Kalba, Pafos FC, Riga FC, Karmiotissa, hingga Bandirmaspor.
Di level internasional, Foor pernah memperkuat tim kelompok usia Belanda. Ia tercatat pernah membela Belanda U-19, U-20, dan U-21, tetapi belum pernah mendapatkan kesempatan tampil bersama tim senior De Oranje.
Dengan usia yang kini mencapai 34 tahun, Foor memiliki pengalaman jauh lebih banyak dibandingkan Jordy maupun Jasey. Sebelumnya, ia juga sempat dikabarkan memiliki peluang untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Namun, hingga kini belum ada proses naturalisasi yang membuat ketiga pemain tersebut berstatus sebagai Warga Negara Indonesia. Mereka tetap terdaftar sebagai pemain asing dan harus mengikuti regulasi pemain asing yang berlaku di Super League.
Keberadaan Jordy, Jasey, dan Foor sekaligus memperlihatkan semakin banyak pemain berdarah Indonesia yang memilih melanjutkan karier di Tanah Air. Bagi kompetisi domestik, kehadiran mereka juga menjadi warna tersendiri karena membawa pengalaman dari sepak bola Eropa.
Di sisi lain, peluang ketiganya untuk memperkuat Timnas Indonesia masih memiliki cerita yang berbeda. Jordy sudah secara terbuka menyatakan keinginannya, sedangkan Jasey dan Foor belum memiliki kepastian mengenai kemungkinan tersebut.
(igp)
Load more