PSSI Pasang Badan untuk Justin Hubner, Ingatkan ada Seruan FIFA untuk Lindungi Timnas Indonesia dari Bully di Internet
- Instagram @justinhubner5
Jakarta, tvOnenews.com - PSSI memasang badan untuk pemain Timnas Indonesia, Justin Hubner yang tengah mengalami bully alias perundungan di media sosial.
Usai kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Justin Hubner mendapatkan serangan siber dari netizen internasional.
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi mengingatkan ada seruan FIFA untuk menghentikan kebencian dan melindungi insan sepak bola kembali menjadi perhatian di tengah persiapan kompetisi Indonesia musim 2026-2027.
Pesan “Stop Hate, Protect Football” menjadi pengingat bahwa dukungan suporter tidak seharusnya berubah menjadi perundungan, ancaman, maupun serangan pribadi kepada pemain.
FIFA memang terus memperkuat perlindungan terhadap pemain, pelatih, ofisial, dan suporter dari serangan di dunia maya melalui Social Media Protection Service (SMPS).
Layanan tersebut dirancang untuk mendeteksi, menyembunyikan, serta melaporkan konten yang bersifat abusif, diskriminatif, atau mengancam di media sosial.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan setelah kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 memicu kekecewaan sebagian pendukung.
Namun, hasil pertandingan tetap tidak dapat dijadikan alasan untuk menghujat pemain, menyebarkan data pribadi, mengancam, atau menyeret keluarga pesepak bola ke dalam persoalan.
PSSI sebelumnya juga menyampaikan keprihatinan atas serangan yang menyasar bek Timnas Indonesia Justin Hubner dan keluarganya. Kritik terhadap performa pemain dinilai tetap diperlukan, tetapi harus diberikan secara sportif tanpa menghilangkan penghormatan terhadap martabat dan keselamatan individu.
“Kami mengakui bahwa hasil di Piala AFF 2026 belum memenuhi harapan. Namun, evaluasi harus dilakukan dengan kepala dingin dan tanggung jawab, bukan melalui kebencian," kata Yunus Nusi.
"Pemain boleh dikritik secara sportif, tetapi martabat dan keselamatan mereka—termasuk keluarga—harus tetap dihormati. Kekalahan bukan alasan untuk membenarkan kebencian," ujar Yunus Nusi di Jakarta pekan lalu.
Momentum untuk membangun kembali atmosfer positif akan hadir seiring bergulirnya kompetisi domestik musim 202-2027. Berdasarkan pembaruan kalender I.League, Super League 2026-2027 dimulai 4 September 2026, sedangkan Championship dimajukan menjadi 12 September 2026.
Kompetisi tersebut menjadi kesempatan bagi para pemain untuk kembali menunjukkan kemampuan sekaligus memperjuangkan tempat di Timnas Indonesia. Karena itu, suporter diharapkan memberikan energi positif, baik ketika hadir langsung di stadion maupun saat memberikan dukungan melalui media sosial.
“Saya berharap dukungan kepada pemain tidak berhenti ketika hanya berseragam Timnas. Dukungan juga saat mereka bersama klub masing-masing. Kritik boleh tajam, tetapi tidak boleh menjadi kebencian. Dukung pemainnya, hormati manusianya, dan jaga sepakbolanya," pungkas Yunus Nusi.
Seruan FIFA sendiri bukan sekadar kampanye simbolis karena badan sepak bola dunia tersebut mencatat lebih dari 53 juta unggahan dan komentar dimoderasi melalui SMPS selama Piala Dunia 2026. FIFA juga menegaskan bahwa kebencian tidak memiliki tempat dalam sepak bola maupun masyarakat.
Load more