Pantas Tiba-tiba di Depan Gawang dan Cetak Gol Buat Timnas Indonesia, Kevin Diks Ternyata Minta Dijadikan Striker di Menit Krusial Lawan Bangladesh
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Jakarta, tvOnenews.com - Kevin Diks punya cerita menarik di balik golnya ke gawang Bangladesh. Kapten Timnas Indonesia itu ternyata meminta John Herdman mengubah posisinya menjadi striker.
Permintaan tersebut muncul ketika laga memasuki 30 menit terakhir. Diks merasa tenaganya mulai terkuras setelah menjalani rangkaian pertandingan dalam waktu singkat.
Namun, pemain Borussia Monchengladbach itu tidak ingin meninggalkan lapangan. Dia justru mencari cara agar tetap bisa membantu Indonesia mengejar gol.
"Iya, di 30 menit terakhir sangat berat bagi saya. Namun, saya mencoba mendorong semua orang di sekitar saya," kata Diks di konferensi pers pascalaga.
Diks kemudian menyampaikan idenya kepada Herdman. Dia meminta pilihan untuk digantikan atau dimainkan sebagai penyerang.
"Pelatih, apakah saya perlu digantikan atau menjadi seorang striker? Dengan begitu saya bisa tetap di lapangan dan menunggu bola," ujar Diks.
Herdman akhirnya menyetujui permintaan tersebut. Diks pun bergeser lebih dekat ke kotak penalti untuk membantu lini depan Indonesia.
Keputusan itu ternyata membuahkan hasil manis. Diks mencetak gol pada menit ke-90+6 dan membantu Indonesia mengunci kemenangan 9-2 atas Bangladesh, Kamis (01/10/2026).
Gol tersebut juga memiliki arti penting bagi perjalanan Garuda. Indonesia membutuhkan kemenangan dengan selisih gol besar untuk mengamankan tiket ke final.
Diks mengaku bangga melihat perjuangan rekan-rekannya sepanjang pertandingan. Menurutnya, skuad Garuda mampu melewati tekanan dalam kondisi fisik yang tidak ideal.
"Kami di babak pertama bermain sangat bagus. Tapi, berjuang sekeras itu setelah tiga pertandingan dalam enam hari sangat sulit," tutur Diks.
Bek berusia 29 tahun itu menyebut situasi serupa pernah dialami Indonesia saat menghadapi Malaysia. Ketika itu, Garuda harus bermain dengan 10 pemain setelah Thom Haye mendapat kartu merah.
Meski menghadapi tekanan, para pemain Indonesia mampu bertahan dan menunjukkan mental kuat. Pengalaman tersebut kembali terlihat ketika Garuda menghadapi Bangladesh.
"Saya bangga pada para pemain," kata Diks. Ia menilai perjuangan tim menjadi kunci Indonesia mampu mencapai partai puncak.
Indonesia selanjutnya akan menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di SUGBK, Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB.
Diks menyadari Thailand bukan lawan yang mudah. Namun, dia memilih menikmati keberhasilan Indonesia lebih dahulu sebelum mengalihkan fokus ke pertandingan final.
"Saya sudah sering mendengar tentang mereka. Gaya sepak bola mereka bagus dan kita lihat saja nanti," ujar Diks.
(sub)
Load more