John Herdman Bikin Pengakuan Jujur usai Timnas Indonesia Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti di FIFA ASEAN Cup
- tvonenews.com - Ilham Giovani
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, membuat pengakuan jujur setelah keberhasilan mengalahkan Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Herdman mengaku sudah mempersiapkan kemungkinan adu penalti.
Duel sengit di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta berakhir dengan dramatis. Pada Senin (5/10/2026) malam WIB, Timnas Indonesia berhasil keluar sebagai juaranya.
Tim asuhan John Herdman sempat kesulitan untuk membongkar pertahanan Thailand, yang baru bisa diterobos setelah Nicholas Mickelson dikartu merah.
Namun setelah Dean James membuka skor melalui eksekusi tendangan bebasnya, Thailand menyamakan skor yang memaksa duel dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Mereka bahkan sempat unggul 2-1 sebelum Elkan Baggott menyamakan skor lagi untuk Timnas Indonesia.
Duel ditentukan lewat adu penalti dan kegagalan Sarach Yooyen menjadi momen kunci. Namunn, yang menentukan kemenangan Timnas Indonesia adalah penyelamatan Emil Audero untuk penendang terakhir Thailand, Nattapong Sayriya.
Herdman berhasil meraih trofi pertamanya bersama Timnas Indonesia. Dia bahkan menjadi pelatih pertama yang memberikan trofi kepada skuad Garuda di level senior pada pentas Asia Tenggara.
Setelah laga, sang pelatih asal Inggris mengakui bahwa timnya memang sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi adu penalti. Namun, dia memuji anak-anak asuhnya atas mentalitas dan kegigihan yang dipertontonkan hingga akhir.
“Ya, saya rasa hal pertama yang harus disampaikan adalah final tetaplah final. Pertandingan seperti ini akan ditentukan oleh momen, mentalitas, semangat, dan kegigihan untuk menang,” kata Herdman dalam konferensi pers.
“Untuk penalti, kami sudah berlatih kemarin. Kami menghabiskan banyak waktu bersama para pemain untuk menjalani beberapa proses mental. Setiap pemain mendapat kesempatan,” sambungnya.
Elkan Baggott menjadi salah satu penendang dalam adu penalti ini. Sang pelatih asal Inggris mengakui bahwa dia dipilih karena memang sukses mengeksekusi penalti dengan baik dalam latihan.
“Kami menganalisis para pemain yang mengambil penalti dan mereka yang akhirnya menjadi penendang adalah pemain yang tampil paling klinis dalam persiapan kemarin,” tambahnya.
“Elkan mencetak beberapa penalti lebih banyak! Saya bilang kepadanya, dia tidak boleh mencetak gol dengan kepalanya!” katanya.
Dia memuji Baggott namun juga tidak melupakan para pemain lainnya. Dean James dan Shayne Pattynama juga sukses melaksanakan tugasnya dengan apik.
“Namun, dia luar biasa. Dean James, Shayne Pattynama… Para pemain ini sangat klinis dalam penyelesaian akhir saat latihan kemarin. Sementara beberapa penyerang tidak demikian dan mereka tidak percaya diri,” kata Herdman.
“Sering kali, ketika seorang pemain belum mampu melakukannya dalam latihan, Anda memberikan kesempatan kepada pemain yang terlihat sedang berada dalam performa terbaik. Jadi, kami selalu berlatih untuk situasi seperti ini dan latihan akhirnya membuahkan hasil,” tukasnya. (igp/rda)
Load more