Jawaban Berkelas John Herdman soal Timnas Indonesia di Piala Dunia 2030, Bandingkan dengan Arab Saudi hingga Australia
- tvonenews.com - Ilham Giovani
tvOnenews.com - Setelah berhasil mengantarkan Timnas Indonesia meraih trofi FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman mendapat pertanyaan mengenai kesiapan skuad Garuda untuk menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2030.
Pelatih Timnas Indonesia itu menilai bahwa skuad Garuda memiliki potensi besar dari segi bakat pemain. Namun, masih ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi, terutama pengalaman internasional serta sistem pendukung performa tim agar Indonesia mampu bersaing di level tertinggi.
Herdman menekankan pentingnya membangun sistem dan struktur high-performance untuk memperkecil kesenjangan pengalaman Timnas Indonesia dengan negara-negara lain yang lebih terbiasa menghadapi persaingan di level Asia.
- tvOnenews-Ilham Giovani
"Saya sudah mengatakan ini, yang masih kurang adalah pengalaman, menurut saya, kita sedang membangun profil pemain dari kumpulan pemain yang memiliki bakat. Jadi kita punya bibit-bibit unggul yang sudah tersedia," ungkapnya, dilansir dari kanal YouTube Liputan6.
"Namun, sistemnya belum terbiasa menangani bibit-bibit unggul itu, dan para pemain unggulan itu bertanding di arena yang belum mereka kenal, jadi menempatkan para atlet ibarat menaruh Ferrari di lintasan reli, saat mereka datang untuk bermain di Asia situasinya berbeda dari Eropa, sangat berbeda," tuturnya.
Menurut Herdman, proses membangun pengalaman menjadi salah satu fokus utama Timnas Indonesia saat ini. Ia menilai perjalanan yang telah dilalui dalam kompetisi dan kualifikasi sebelumnya dapat menjadi fondasi penting untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Baginya, kegagalan pada masa lalu bukanlah akhir dari perjalanan. Sebaliknya, pengalaman tersebut harus dijadikan bahan evaluasi agar Indonesia dapat belajar dari kesalahan dan meningkatkan peluang lolos ke Piala Dunia 2030.
"Jadi, kita perlu merasakan kegagalan untuk bisa maju kembali, gagal, maju kembali, gagal, maju kembali. Yang saya yakini adalah tim seperti Arab Saudi, Yordania, Australia, mereka sudah membangun pemahaman tentang cara lolos kualifikasi di Asia," ujarnya.
"Mereka tahu caranya, mereka tidak lagi membuat kesalahan yang dulu pernah dilakukan, baik dalam pengaturan perjalanan, pemilihan pemain maupun strategi pertandingan, semua hal itu seiring waktu akan mengurangi jumlah kesalahan yang bisa mengorbankan peluang lolos kualifikasi," lanjutnya.
Load more