Jurnalis The Guardian Soroti Juara Timnas Indonesia, Ada Apa di Balik Turnamen FIFA ASEAN Cup 2026?
- PSSI
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan yang disoroti bukan semata-mata kemenangan Indonesia, melainkan relevansi kompetisi baru dalam menentukan siapa yang layak disebut sebagai penguasa sepak bola Asia Tenggara.
FIFA ASEAN Cup Dikritik, AFC hingga Penyiar Kurang Antusias
FIFA ASEAN Cup hadir ketika kawasan tersebut sebenarnya sudah memiliki Hyundai ASEAN Cup, yang diselenggarakan sejak 1996. Pengumuman turnamen baru oleh Infantino pada Oktober sebelumnya pun memunculkan pertanyaan mengenai urgensi kompetisi tambahan tersebut.
Duerden juga menyebut Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) kurang terkesan dengan langkah FIFA mengumumkan turnamen baru di wilayah yang berada dalam lingkup sepak bola Asia.
"AFC kurang terkesan dengan kehadiran badan dunia tersebut di wilayahnya dan pengumuman turnamen baru," tulisnya.
Persoalan lain muncul dari partisipasi negara undangan. China dan India, yang dipandang memiliki potensi pasar penonton sangat besar, akhirnya menolak tampil. Keduanya memilih menjalani pertandingan internasional lain.
"Akan tetapi dapat dimengerti untuk menarik sebagian dari 2,8 miliar potensi pemirsa. Meski pada akhirnya, keduanya menolak," imbuh Duerden.
Antusiasme penyiar televisi juga menjadi catatan. Sejumlah negara membutuhkan waktu untuk menentukan partisipasi siaran, sedangkan penggemar di Thailand disebut menyaksikan pertandingan final melalui kanal FIFA karena tidak membeli hak siar.
"Stasiun televisi juga tampaknya tidak terlalu antusias, dan butuh waktu bagi sebagian besar wilayah untuk mendaftar, fan Thailand bahkan menonton final di saluran FIFA."
Duerden turut menyoroti tidak dirilisnya angka kehadiran penonton secara keseluruhan. Menurutnya, kursi kosong menjadi pemandangan yang menonjol dalam sejumlah pertandingan, meskipun laga final Indonesia kontra Thailand dipadati puluhan ribu suporter.
Gianni Infantino Disorot Jelang Pemilihan Presiden FIFA
Di luar persoalan turnamen, Duerden mengangkat dimensi politik di balik aktivitas Infantino di Asia. Menjelang pemilihan presiden FIFA, tokoh berusia 56 tahun tersebut melakukan kunjungan ke sejumlah asosiasi sepak bola di kawasan itu.
"Bukan kebetulan, mengingat pemilihan presiden FIFA semakin dekat, tetapi Gianni Infantino telah mengunjungi berbagai asosiasi anggota Asia."
Duerden mencatat kunjungan Infantino ke Makau untuk meresmikan kantor pusat baru, penandatanganan kesepakatan pembangunan stadion nasional di Mongolia, serta pembukaan lapangan mini FIFA Arena di Uzbekistan.
Load more