Kejar-kejaran Waktu, Joey Pelupessy Ingin Sempurnakan Karir dengan Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026
- Instagram @joeypelupessy
Jakarta, tvOnenews.com - Joey Pelupessy ingin menyempurnakan karir sepak bola dengan membawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030.Â
Joey Pelupessy tengah menikmati masa emasnya dengan membawa klub yang dibelanya, Lommel SK promosi ke kasta tertinggi Liga Belgia. Dia pun akhirnya membawa Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup.Â
Bersinar di usia tak muda lagi, Joey Pelupessy tak menampik jika masih ada mimpi yang ingin diraihnya. Termasuk membawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030.Â
Dengan usianya yang sudah 33 tahun, Joey Pelupessy kejar-kejaran dengan waktu karena akan berusia 37 tahun ketika Piala Dunia 2030 digelar.Â
"Di usia saya sekarang, Piala Dunia akan menjadi perlombaan melawan waktu, karena saya akan berusia 37 tahun selama turnamen itu," kata Joey Pelupessy dikutip dari laman HBVL, Kamis (15/10/2026).Â
Joey Pelupessy sebenarnya masih terbuka lebar untuk debut di Piala Asia 2027 dan membuat sejarah baru dengan Timnas Indonesia.Â
Namun sebagai pemain sepak bola, kata Joey Pelupessy, Piala Dunia menjadi pelengkap kesuksesan karier sepak bola.Â
"Jika saya berhasil berada di sana, karier saya akan menjadi sukses sepenuhnya," kata Joey.Â
Joey Pelupessy sudah sepenuhnya beradaptasi dengan Timnas Indonesia, termasuk Suporter Garuda.Â
Tak melulu soal angka pengikut di media sosial, Joey Pelupessy justru lebih terkesan dengan 'kewajiban' untuk menghafal lagu kebangsaan 'Indonesia Raya' dan beberapa lagu nasional lainnya.Â
"Suasana di sana luar biasa. Saya bahkan diminta untuk mempelajari lagu kebangsaan. Anda bisa tahu dari orang-orang bahwa penghargaan ini sangat berarti bagi mereka," kata Joey.Â
"Saya mencoba melihatnya secara objektif, meskipun itu tidak selalu mungkin di Indonesia," katanya.Â
Bahkan Joey Pelupessy masih bisa menapak tanah dengan bermain di Lommel SK. Joey mengaku kesulitan untuk interaksi di Indonesia dengan banyaknya suporter yang mengenalinya.
"Saya tidak bisa lagi berjalan di jalan tanpa dikenali. Terkadang pengawalan bahkan diperlukan. Untungnya, itu masih mungkin di Belgia dan Belanda," tutupnya.
Â
Â
Load more