Jakarta, tvOnenews.com - Tim kuasa hukum korban taruna STIP mendatangi Mapolres Jakarta Utara untuk menyerahkan bukti baru berupa tangkapan layar percakapan WhatsApp yang berisi dugaan adanya pihak yang berupaya menutupi kasus tersebut.
Tim kuasa hukum Putu Satria Ananta Rustika Taruna tingkat 1 STIP yang tewas dianiaya seniornya mendatangi Mapolres Jakarta Utara pada Senin siang.
Kedatangan tim kuasa hukum ini untuk menyerahkan bukti berupa tangkapan layar percakapan pada aplikasi WhatsApp dari grup STIP angkatan 66. Angkatan 66 sendiri merupakan angkatan korban saat masuk STIP.
Tim kuasa hukum menuding bahwa terdapat indikasi kuat adanya pihak-pihak yang mencoba menutupi kejadian sesungguhnya atas peristiwa yang dialami oleh korban.
Kuasa hukum juga menduga terdapat pelaku lain yang terlibat kekerasan terhadap korban selain pelaku utama. (awy)