KPK Angkut 11 Orang ke Jakarta Terkait OTT Bupati Pekalongan
Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi ( Kpk) memeriksa total 14 orang dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.
Belasan orang tersebut tiba di Gedung KPK Jakarta pada Selasa malam setelah dibawa dari Pekalongan menggunakan bus.
Dari jumlah tersebut, 11 orang tambahan terdiri dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan serta sejumlah pihak swasta.
Salah satu pejabat yang turut diamankan adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Yulian Akbar.
Sebelumnya, KPK telah lebih dahulu mengamankan tiga orang dalam operasi yang dilakukan pada Selasa (3/3) di wilayah Semarang, Jawa Tengah.
Ketiganya adalah Bupati Pekalongan bersama seorang ajudan dan orang kepercayaannya.
Juru bicara KPK menyebut pemeriksaan terhadap para pihak yang diamankan diperlukan untuk melengkapi bukti awal dalam tahap penyelidikan tertutup.
Dugaan tindak pidana yang sedang didalami berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, termasuk indikasi pengaturan vendor dalam proyek tertentu, salah satunya terkait pengadaan jasa outsourcing di sejumlah dinas.
Selain mengamankan sejumlah pihak, KPK juga menyita beberapa barang bukti berupa perangkat elektronik seperti laptop dan telepon seluler, kendaraan, serta kemungkinan barang bukti lain yang masih didalami penyidik.
Sementara itu, aktivitas pelayanan di kantor Bupati Pekalongan dilaporkan tetap berjalan normal pasca-OTT.
Namun sejumlah ruangan di lingkungan kantor pemerintah daerah, termasuk ruang bupati dan beberapa dinas terkait, telah disegel oleh penyidik KPK.
Hingga kini, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap seluruh pihak yang diamankan.