Artidjo Alkostar Meninggal Dunia, Jokowi: Kita Telah Kehilangan Putra Terbaik Bangsa | tvOne
Sleman, Yogyakarta - Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi artidjo alkostar tutup usia pada Ahad, 28 Februari 2021. Semasa hidupnya, Artidjo dikenal sebagai hakim yang selalu menghukum berat para koruptor.
Joko Widodo tiba di Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia yogyakarta pada hari Senin (01/3) pagi ini. Jokowi mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam dan menyampaikan bahwa Indonesia kehilangan putra terbaik bangsa yang memiliki integritas tinggi yakni Artidjo Alkostar.
Presiden melayat almarhum Artidjo Alkostar yang jenazahnya disemayamkan di dalam Auditorium. Jokowi didampingi dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno juga melakukan sholat jenazah.
Usai melakukan sholat jenazah, Presiden Joko Widodo menyampaikan duka citanya yang mendalam atas meninggalnya Artidjo Alkostar. Pemerintah mengaku telah kehilangan sosok terbaik yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, seorang penegak hukum, hakim agung, dan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sangat rajin, jujur, serta memiliki integritas tinggi.
Jenazah Artidjo Alkostar rencananya akan dimakamkan di Makam Keluarga Besar Universitas Islam Indonesia (UII) pukul 10.00 WIB siang ini.
“Innalillahiwainna ilaihi raji'un kemarin hari Minggu (28/2) telah berpulang ke rahmatullah beliau Bapak Artidjo Alkostar. Kita telah kehilangan putra terbaik bangsa, penegak hukum, hakim agung, dan dewan pengawas KPK yang sangat rajin, jujur, dan memiliki integritas tinggi,” ungkap jokowi seusai melakukan sholat jenazah.
Lebih lanjut Ia menyampaikan harapannya agar almarhum diterima disisiNYa. Atas nama pemerintah Ia mengatakan duka citanya yang mendalam.
Diketahui, jika Mahfud MD pun turut serta dalam proses persemayaman. Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD memiliki kenangan dengan Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi Artidjo Alkostar yang tutup usia pada Minggu (28/2).
Mahfud menceritakan bagaimana dirinya terbantu saat mendapatkan beasiswa di New York, Amerika Serikat, pada November 1980. Selama tinggal Amerika, kata dia, urusannya relatif lebih mudah dan lancar karena dibantu oleh Artidjo Alkostar yang menjemput dan mengatur tempat tinggal dan urusan administrasinya.
Menkopolhukam tersebut mengaku Artidjo sudah berada di New York terlebih dahulu lantaran tengah bekerja di Asia Watch yang dipimpin oleh Sydney Jones. Selama disana, keduanya memiliki acara rutin yang dijalani delapan bulan.
Artidjo Alkostar juga menjadi inspirasi bagi Mahfud MD untuk menjadi dosen. Hubungan keduanya pun terus berjalan baik dari tahun ke tahun. Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengungkapkan terakhir bertemu dengan mendiang Artidjo pada 18 Agustus 2020.
Sehari sebelumnya, ia memperoleh kabar dari murid Artidjo, Ari Yusuf Amir dan Sugito kalau yang Artidjo tengah sakit. Artidjo didiagnosis memiliki masalah pada jantung dan paru-parunya. Namun, Artidjo enggan menjalani perawatan di rumah sakit meskipun sangat direkomendasikan oleh dokter. (adh)
Lihat juga: Kenangan Artidjo, Firli Bahuri: Beliau Merupakan Semangat Pemberantasan Korupsi