700 Diaspora Hadiri Festival Budaya Gresik di Jakarta, Dorong Sinergi Pendidikan Menuju Gresik Emas
- Istimewa
Ia menilai pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan penguatan pendidikan agar identitas Gresik tidak hanya menjadi kebanggaan sejarah, tetapi juga energi pembangunan masa depan.
Dalam sesi talkshow, para narasumber menitipkan sejumlah pesan strategis kepada Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Ketua DPRD Gresik untuk diteruskan kepada Bupati Gresik.
Pesan tersebut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, diaspora, akademisi, ulama, dan dunia usaha dalam memperkuat pendidikan, kebudayaan, ekonomi masyarakat, serta pembangunan berkelanjutan.
Momentum kegiatan juga ditandai dengan pengukuhan Pengurus Paguyuban Warga Gresik di Jabodetabek periode 2025–2028 dengan Masbukhin Pradhana sebagai ketua.
Sebagai pengusaha dan tokoh diaspora Gresik, Masbukhin diharapkan mampu memperkuat paguyuban sebagai rumah besar warga Gresik di Jabodetabek sekaligus jembatan kolaborasi lintas sektor.
Masbukhin menyampaikan, paguyuban ke depan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga ruang kontribusi nyata bagi pendidikan, budaya, ekonomi, sosial, dan pembangunan daerah.
“Semangat kita adalah nyawiji, bersatu. Diaspora Gresik di Jabodetabek memiliki potensi besar untuk ikut membangun Gresik yang lebih baik, lebih maju, dan lebih bermartabat. Semoga kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan sebagai ruang silaturahmi dan kontribusi warga Gresik di perantauan,” ujar Masbukhin.
Ia berharap Festival Budaya Gresik dan Halal Bihalal Diaspora Gresik Jabodetabek dapat kembali menjadi agenda rutin tahunan, mengingat kegiatan serupa terakhir kali digelar sebelum pandemi Covid-19 pada 2018.
Kegiatan ini menjadi momentum penting memperkuat persaudaraan, merawat tradisi, dan menegaskan peran diaspora Gresik sebagai kekuatan sosial, budaya, intelektual, dan ekonomi dalam menyongsong masa depan Gresik yang berdaya dan berkemajuan.
Load more