700 Diaspora Hadiri Festival Budaya Gresik di Jakarta, Dorong Sinergi Pendidikan Menuju Gresik Emas
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com — Festival Budaya Gresik dan Halal Bihalal Warga Gresik di Jabodetabek sukses digelar di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri sekitar 700 warga Gresik dari berbagai kalangan, mulai tokoh nasional, anggota legislatif, pejabat pemerintah, ulama, akademisi, pengusaha, budayawan, mahasiswa, hingga diaspora Gresik di Jabodetabek.
Mengusung tema “Gresik Nyawiji: Sinergi Perantau Berdaya, Melestarikan Tradisi dan Budaya Daerah di Kancah Nasional”, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi lintas generasi sekaligus memperkuat identitas budaya dan kontribusi diaspora bagi kemajuan Kabupaten Gresik.
Rangkaian acara berlangsung khidmat dan meriah melalui halal bihalal, penampilan seni budaya, sambutan tokoh, talkshow, peluncuran buku, pembagian doorprize, doa bersama, hingga pagelaran seni “Tulajek, Gresik Nyawiji” oleh Komunitas Kota Seger.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, anggota DPR RI Jazilul Fawaid, anggota DPR RI Falah Amru, Deputi Bappenas Amich Alhumami, serta Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir.
Turut hadir pula Wakil Rektor II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus mantan Ketua Paguyuban Warga Gresik di Jabodetabek, Imam Subchi, Komisioner Ombudsman RI Abdul Ghoffar, Komisioner BAZNAS Ending Syarifuddin, CEO PT Polowijo Gosari Deddy Harnoko Sucahyo, Direktur Eksekutif Habibie Center Hasan Anshori, serta sejumlah tokoh masyarakat, ulama, budayawan, dan pengusaha asal Gresik.
Dalam kesempatan itu, anggota DPR RI, Jazilul Fawaid, menegaskan bahwa ikhtiar menuju Gresik Emas 2025 harus dimulai dari penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan.
Menurutnya, kemajuan Gresik tidak cukup hanya bertumpu pada sektor industri dan ekonomi, melainkan harus ditopang generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Ia menyebut, gagasan pembangunan Kampus USG menjadi bagian dari langkah nyata memperkuat ekosistem pendidikan demi menyiapkan masa depan Gresik yang lebih maju.
Pandangan tersebut mendapat dukungan dari Wakil Rektor II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Imam Subchi.
Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama bagi kemajuan daerah dan keberlanjutan peran warga Gresik, baik di kampung halaman maupun di perantauan.
Ia menilai pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan penguatan pendidikan agar identitas Gresik tidak hanya menjadi kebanggaan sejarah, tetapi juga energi pembangunan masa depan.
Dalam sesi talkshow, para narasumber menitipkan sejumlah pesan strategis kepada Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Ketua DPRD Gresik untuk diteruskan kepada Bupati Gresik.
Pesan tersebut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, diaspora, akademisi, ulama, dan dunia usaha dalam memperkuat pendidikan, kebudayaan, ekonomi masyarakat, serta pembangunan berkelanjutan.
Momentum kegiatan juga ditandai dengan pengukuhan Pengurus Paguyuban Warga Gresik di Jabodetabek periode 2025–2028 dengan Masbukhin Pradhana sebagai ketua.
Sebagai pengusaha dan tokoh diaspora Gresik, Masbukhin diharapkan mampu memperkuat paguyuban sebagai rumah besar warga Gresik di Jabodetabek sekaligus jembatan kolaborasi lintas sektor.
Masbukhin menyampaikan, paguyuban ke depan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga ruang kontribusi nyata bagi pendidikan, budaya, ekonomi, sosial, dan pembangunan daerah.
“Semangat kita adalah nyawiji, bersatu. Diaspora Gresik di Jabodetabek memiliki potensi besar untuk ikut membangun Gresik yang lebih baik, lebih maju, dan lebih bermartabat. Semoga kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan sebagai ruang silaturahmi dan kontribusi warga Gresik di perantauan,” ujar Masbukhin.
Ia berharap Festival Budaya Gresik dan Halal Bihalal Diaspora Gresik Jabodetabek dapat kembali menjadi agenda rutin tahunan, mengingat kegiatan serupa terakhir kali digelar sebelum pandemi Covid-19 pada 2018.
Kegiatan ini menjadi momentum penting memperkuat persaudaraan, merawat tradisi, dan menegaskan peran diaspora Gresik sebagai kekuatan sosial, budaya, intelektual, dan ekonomi dalam menyongsong masa depan Gresik yang berdaya dan berkemajuan.
Load more