Tiga Faktor Utama Penentu Keselamatan, Industri Penerbangan Modern Gunakan Sistem Keselamatan Berlapis
- Ist
Di mata masyarakat awam, pesawat tua sering dianggap identik dengan risiko kecelakaan. Padahal, dalam dunia aviasi, usia kalender pesawat bukan indikator utama keselamatan penerbangan. Faktor yang jauh lebih penting adalah kondisi kelaikudaraan dan kualitas perawatan armada.
Tiga Faktor Utama Penentu Keselamatan Penerbangan
Melansir dari Anatara, pengamat aviasi Alvin Lie menjelaskan bahwa pesawat tidak bisa disamakan dengan kendaraan darat. Menurutnya, pesawat berusia 10 hingga 30 tahun tetap dapat dioperasikan secara aman selama memenuhi standar keselamatan penerbangan.
Terdapat tiga prinsip utama yang menentukan keandalan pesawat, yakni perawatan berjenjang, prinsip safe life dan fail safe, serta standar kelaikudaraan.
Perawatan berjenjang dilakukan melalui inspeksi ketat mulai dari A-Check hingga D-Check. Dalam D-Check, pesawat akan dibongkar hampir sepenuhnya hingga menyisakan kerangka utama.
Pada tahap ini, teknisi memeriksa korosi, kabel, saluran pipa, hingga struktur detail pesawat untuk memastikan seluruh sistem tetap optimal.
Selain itu, terdapat konsep safe life yang memastikan komponen tertentu diganti sebelum mencapai batas kegagalan. Sementara prinsip fail safe membuat struktur pesawat tetap aman meski salah satu komponennya mengalami kerusakan karena beban masih dapat ditopang bagian lain.
Prinsip ketiga adalah kelaikudaraan atau airworthiness. Izin terbang hanya diberikan apabila pesawat memenuhi seluruh persyaratan teknis dan standar keselamatan yang ditetapkan regulator. Dengan kata lain, pesawat boleh berusia tua, tetapi tetap aman selama lolos inspeksi dan memenuhi standar operasi.
“Pesawat dengan kendaraan lainnya tidak bisa disamakan. Pesawat yang dalam tanda kutip ‘tua’, baik usia 10, 20 ataupun 30 tahun, tetap bisa terjaga dengan tiga prinsip utama,” ujarnya.
Pesawat Tua Justru Dapat Pengawasan Lebih Ketat
Menariknya, pesawat dengan usia operasional tinggi justru mendapatkan perhatian lebih intensif dibanding armada yang lebih muda. Maskapai dan regulator memiliki program tambahan untuk memantau kondisi struktur pesawat yang sudah memiliki jam terbang tinggi.
Program tersebut mencakup fatigue testing, inspeksi struktur tambahan, hingga pencegahan korosi secara lebih detail. Tujuannya untuk memastikan tidak ada kerusakan tersembunyi yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan.
Load more