Sambut 5 Abad Jakarta, Pemprov DKI dan Komunitas Muda Bedah Skenario Kota Global yang Adil
- Istimewa
tvOnenews.com – Di tengah masifnya pembangunan infrastruktur modern dan ambisi menembus jajaran 20 besar kota global dunia, Jakarta kini berada di persimpangan sejarah yang krusial.
Tak hanya dituntut megah secara fisik lewat deretan gedung pencakar langit, masa depan Jakarta pasca-perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) sangat bergantung pada kualitas dialog publik, demokratisasi ide, serta keterlibatan aktif warganya dalam merawat ruang hidup.
Merespons dinamika urban yang kian kompleks tersebut, sebuah forum diskusi publik bertajuk “Blak-Blakan Bareng Tenaga Ahli: Ngomongin Jakarta” sukses digelar di Jakarta.
- Istimewa
Acara kolaboratif ini diinisiasi oleh Aspirasi Jakarta, ILUNI FH Universitas Atma Jaya, Forum Peduli Literasi Masyarakat, dan Tinta Narrativa, serta mendapat dukungan penuh dari Perumda Pasar Jaya.
Hadir sebagai narasumber utama dalam forum ini jajaran Tenaga Ahli Staf Khusus (Stafsus) Gubernur DKI Jakarta, di antaranya Reinhard Sirait dan Aris Setiawan (Bidang Komunikasi Sosial), Hikari Ersada (Bidang Pemerintahan), serta Fariz Gamal (Bidang Pembangunan dan Tata Kota).
Menuju 5 Abad Jakarta, Apa yang Diinginkan Pramono Anung?
Koordinator Stafsus Gubernur DKI Jakarta, Profesor Firdaus Ali, saat membuka diskusi menegaskan bahwa momentum menyambut usia ke-500 tahun atau 5 abad Jakarta merupakan catatan sejarah yang langka.
Oleh karena itu, momentum ini harus diisi oleh program-program pembangunan yang progresif dan berdampak langsung pada masyarakat akar rumput.
Salah satu tantangan nyata di depan mata yang disorot tajam oleh Firdaus Ali adalah manajemen penanganan sampah kota, terlebih menjelang rencana penutupan TPA Nasional Bantar Gebang pada Agustus 2026 mendatang.
“Jakarta memerlukan mereka yang hadir membawa solusi. Jakarta membutuhkan kolaborasi. Bapak Gubernur Pramono itu menginginkan warga yang bertemu beliau itu bukan datang membawa proposal, tetapi membawa program konkret bagi penyelesaian masalah yang ada,” tegas Profesor Firdaus Ali di hadapan peserta diskusi.
Menghidupkan Kampung Kota Lewat Budaya Layar Tancap
Senada dengan hal tersebut, Pendiri Aspirasi Jakarta, Budhi Haryadi, memaparkan pentingnya menyentuh kawasan marginal dan kampung kota yang kerap luput dari sorotan modernisasi.
Load more