News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Strategi Mengembangkan Potensi Atlet Muda Daerah agar Mampu Bersaing di Level Nasional

Di banyak negara maju, pembinaan atlet muda memang dimulai dari level komunitas dan sekolah. Di Jepang misalnya, budaya long-distance running sudah ditanamkan sejak
Kamis, 28 Mei 2026 - 22:42 WIB
Ilustrasi Strategi Mengembangkan Potensi Atlet Muda Daerah agar Mampu Bersaing di Level Nasional
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

tvOnenews.com - Dalam beberapa tahun terakhir, geliat atlet muda dari daerah mulai bermunculan dan menunjukkan potensi besar di berbagai ajang nasional. 

Fenomena ini menjadi sinyal positif bahwa pengembangan olahraga berbasis komunitas di daerah mulai menemukan momentumnya, terutama di cabang atletik yang relatif mudah diakses masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di banyak negara maju, pembinaan atlet muda memang dimulai dari level komunitas dan sekolah. Di Jepang misalnya, budaya long-distance running sudah ditanamkan sejak usia sekolah melalui kompetisi antarsekolah seperti Ekiden yang sangat populer. 

Sementara di Amerika Serikat, sistem cross country dan track and field di sekolah menengah menjadi fondasi utama lahirnya atlet profesional. Dukungan fasilitas, pelatih, hingga kompetisi rutin membuat bakat muda lebih cepat terpantau dan berkembang.

Indonesia perlahan mulai bergerak ke arah yang sama. Data World Athletics menunjukkan partisipasi masyarakat dalam olahraga lari terus meningkat di berbagai negara, termasuk Asia Tenggara, seiring menjamurnya ajang marathon dan komunitas lari. 

Di Indonesia sendiri, tren fun run hingga half marathon berkembang pesat dalam lima tahun terakhir. Kondisi ini membuka peluang besar bagi daerah untuk melahirkan atlet-atlet muda potensial, terutama karena olahraga lari tidak membutuhkan fasilitas semahal cabang olahraga lainnya.

Melansir dari laman resmi, salah satu upaya pengembangan atlet muda daerah itu kini hadir di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, melalui program IFG Youth Runner 2026 yang digagas PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) bersama holding IFG.

Labuan Bajo selama ini lebih dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia. Namun di balik pesona alamnya, wilayah tersebut juga dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga berbasis komunitas, khususnya cabang lari.

Melalui program ini, sebanyak 50 siswa tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Manggarai Barat dilibatkan dalam pembinaan olahraga yang berlangsung sejak April hingga Desember 2026. Program ini tidak hanya berfokus pada latihan fisik, tetapi juga pengembangan karakter, disiplin, dan kepercayaan diri peserta. 

Rangkaian kegiatannya mencakup coaching clinic, partisipasi dalam ajang marathon nasional, hingga pemberian beasiswa bagi peserta berprestasi. Pembinaan talenta muda perlu dilakukan secara berkelanjutan agar generasi muda memiliki ruang berkembang dan peluang masa depan yang lebih luas.

“Melalui IFG Youth Runner 2026, kami ingin mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya sehat dan berprestasi, tetapi juga memiliki semangat sportivitas dan kepercayaan diri untuk berkembang,” ujar Corporate Secretary IFG Life, Gatot Haryadi.

Olahraga dapat menjadi media pembentukan karakter sekaligus membuka akses prestasi bagi anak-anak daerah yang selama ini memiliki keterbatasan fasilitas dan kesempatan.

Keberhasilan negara-negara maju dalam mencetak atlet atletik tidak lepas dari sistem pembinaan sejak usia muda. Jepang menjadi salah satu contoh paling menonjol lewat budaya lari jarak jauh yang kuat di lingkungan sekolah.

Kompetisi Ekiden atau lomba lari estafet jarak jauh bahkan disiarkan secara nasional dan menjadi bagian dari budaya olahraga pelajar. Sistem tersebut membuat banyak atlet potensial terpantau sejak remaja sebelum berkembang ke level profesional.

Hal serupa juga diterapkan di Amerika Serikat. Menurut data National Federation of State High School Associations, atletik dan cross country termasuk olahraga sekolah dengan jumlah peserta terbesar setiap tahun.

Lingkungan kompetitif sejak usia muda dinilai efektif meningkatkan mental bertanding, konsistensi latihan, dan kualitas atlet secara berkelanjutan.

Indonesia sebenarnya memiliki potensi serupa, terutama karena banyak daerah memiliki kondisi geografis yang mendukung latihan ketahanan fisik. Wilayah dataran tinggi hingga kawasan pesisir dapat menjadi tempat ideal untuk pembinaan atlet lari jarak menengah dan jauh.

Karena itu, program-program berbasis komunitas dan sekolah dianggap penting untuk memperluas akses pembinaan olahraga hingga ke daerah.

Pengamat olahraga menilai tantangan terbesar pengembangan atlet muda di Indonesia bukan hanya mencari bakat, tetapi menjaga keberlanjutan pembinaan.

Banyak atlet potensial dari daerah kesulitan berkembang karena minimnya akses pelatih, fasilitas latihan, hingga kompetisi rutin. Padahal, konsistensi latihan dan pengalaman bertanding menjadi faktor penting dalam membentuk atlet profesional.

Strategi Mengembangkan Potensi Atlet Muda Daerah agar Mampu Bersaing di Level Nasional
Strategi Mengembangkan Potensi Atlet Muda Daerah agar Mampu Bersaing di Level Nasional
Sumber :
  • Ist

Melalui program ini, peserta terpilih juga mendapat dukungan perlengkapan seperti jersey dan sepatu lari untuk menunjang proses latihan mereka.

Langkah tersebut dinilai penting karena pembinaan atlet usia muda membutuhkan dukungan ekosistem yang berkesinambungan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Selain membuka peluang prestasi, olahraga lari juga dinilai memiliki dampak sosial yang positif. Aktivitas olahraga berbasis komunitas dapat membantu meningkatkan gaya hidup sehat, memperkuat kedisiplinan, hingga membangun rasa percaya diri generasi muda.

Jika dilakukan secara konsisten, daerah-daerah seperti Labuan Bajo bukan tidak mungkin dapat melahirkan atlet nasional baru di masa depan. 

Terlebih, tren olahraga lari di Indonesia saat ini terus berkembang dan mulai mendapat perhatian lebih besar dari masyarakat maupun berbagai pihak pendukung pembinaan olahraga. (udn)
 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hari Ini Makam Sutrimo Dibongkar! Polisi Cari Jawaban Kematian Misterius Pria yang Diduga Karumga Febrie Adriansyah Itu

Hari Ini Makam Sutrimo Dibongkar! Polisi Cari Jawaban Kematian Misterius Pria yang Diduga Karumga Febrie Adriansyah Itu

Misteri kematian Sutrimo, pria yang disebut-sebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, memasuki babak penting.
Jakmania Siap-Siap, Laga Persija Jakarta Vs Persib Bandung Digelar dengan Penonton Bulan Depan

Jakmania Siap-Siap, Laga Persija Jakarta Vs Persib Bandung Digelar dengan Penonton Bulan Depan

Laga klasik di sepak bola Indonesia antara Persija Jakarta dan Persib Bandung akan dihadiri penonton pada bulan depan. Hal itu dinyatakan oleh Ferry Paulus selaku direktur utama I.League.
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 13 Agustus 2026: Gemini Panen Dana Ekstra

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 13 Agustus 2026: Gemini Panen Dana Ekstra

Sabtu, 13 Agustus 2026, diprediksi menjadi momen yang cukup menarik bagi beberapa zodiak dalam urusan finansial. Siapa saja mereka yang bakal bercuan deras?
Pelajar 14 Tahun Tewas di Rel Stasiun Jurangmangu, Polisi Minta Keterangan Teman Sekolah Korban

Pelajar 14 Tahun Tewas di Rel Stasiun Jurangmangu, Polisi Minta Keterangan Teman Sekolah Korban

Pelajar berinisial AP (14) tewas di lintasan KRL Stasiun Jurangmangu. Pihak kepolisian sedang menyelidiki insiden tewasnya pelajar perempuan tersebut. 
Timnas Karate Indonesia Kirim 6 Atlet untuk Asian Games 2026

Timnas Karate Indonesia Kirim 6 Atlet untuk Asian Games 2026

Timnas Karate Indonesia akan mengirimkan sebanyak enam atlet untuk membela skua Merah Putih di Asian Games 2026, yang berlangsung di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang.
No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

Inilah tampang jelas dari gadis baju putih yang diduga sebagai inisiator dalam menawarkan sebotol miras gratis dengan hafalan surat Ad-Dhuha di booth Newport.

Trending

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan Dana White's Contender Series, salah satunya ada pertarungan antara Bilal Hasan melawan Mridul Saikia.
Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link live streaming Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Bilal Hasan akan menantang Mridul Saikia untuk memperebutkan tiket ke UFC.
No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

Inilah tampang jelas dari gadis baju putih yang diduga sebagai inisiator dalam menawarkan sebotol miras gratis dengan hafalan surat Ad-Dhuha di booth Newport.
Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan akan menantang atlet asal India untuk membuka jalan menuju panggung UFC.
Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

PC PMII menilai dugaan penggunaan simbol keagamaan dalam aktivitas hiburan perlu diperiksa secara menyeluruh agar fakta sebenarnya dapat diketahui.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT