News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Misteri Kematian Jance Zebua Belum Terpecahkan, Publik Kritisi Proses Penyidikan

Duka masih menyelimuti rumah keluarga Jance Zebua di Desa Hilinaa, Dusun 2, Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut).
Rabu, 17 Juni 2026 - 02:46 WIB
Ilustrasi garis polisi.
Sumber :
  • Antara

Sumut, tvOnenews.com - Duka masih menyelimuti rumah keluarga Jance Zebua di Desa Hilinaa, Dusun 2, Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut).

Hampir dua bulan setelah siswi itu ditemukan meninggal dalam peristiwa yang diduga sebagai tindak pembunuhan, kepastian hukum yang dinantikan keluarga belum juga datang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah aktivis yang tergabung dalam gerakan kepedulian masyarakat Kota Gunungsitoli mendatangi kediaman keluarga korban. 

Kunjungan tersebut bukan sekadar bentuk belasungkawa, melainkan juga wujud solidaritas bagi keluarga yang hingga kini masih berjuang mencari jawaban atas kematian Jance.

Kedatangan para aktivis berlangsung dalam suasana haru. Selain menyampaikan dukungan moral, mereka juga menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada keluarga yang kembali dilanda kesedihan setelah kakek korban meninggal dunia. 

Kuasa hukum keluarga korban, Faedonajokho Sarumaha
Kuasa hukum keluarga korban, Faedonajokho Sarumaha
Sumber :
  • Istimewa

Di tengah duka yang bertumpuk, keluarga korban masih harus menghadapi ketidakpastian mengenai proses hukum yang berjalan.

Rombongan juga meninjau langsung kondisi di lapangan serta menghimpun berbagai informasi terkait perkembangan penanganan perkara yang sejak awal menarik perhatian publik. 

Kasus tersebut telah ditangani oleh jajaran Polres Nias dan Polda Sumut yang sebelumnya turun ke lokasi untuk melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari pemeriksaan tempat kejadian perkara, pengumpulan informasi, hingga pendokumentasian sejumlah temuan yang dianggap relevan.

Koordinator rombongan, Yason Yonata Gea menegaskan bahwa kehadiran mereka tidak dimaksudkan untuk mencampuri proses hukum yang sedang berlangsung.

“Kami hadir untuk mendukung proses hukum agar berjalan secara profesional, transparan, dan benar-benar menemukan kebenaran materiil,” kata Yason, Selsa (17/6/2026).

Menurut Yason setiap dugaan tindak pidana harus memperoleh kepastian hukum yang jelas. 

Hal itu penting bukan hanya untuk memenuhi rasa keadilan keluarga korban, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

“Kami mendesak kepolisian agar segera mengungkap siapa pelaku dan apa motif di balik peristiwa tragis ini. Jika terdapat kendala dalam proses penyelidikan, masyarakat juga berharap ada penjelasan terbuka melalui konferensi pers agar tidak muncul berbagai spekulasi,” ujar Yason.

Desakan Menguat

Desakan agar kasus ini segera dituntaskan terus menguat dari berbagai kalangan. Memasuki bulan kedua sejak peristiwa terjadi, penyidik belum menetapkan satu pun tersangka. 

Kondisi tersebut menimbulkan keresahan, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga masyarakat Nias yang terus mengikuti perkembangan kasus tersebut.

Berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, mahasiswa, hingga praktisi hukum, turut menyuarakan tuntutan agar kasus ini segera diungkap. 

Upaya itu dilakukan melalui pendampingan hukum kepada keluarga korban hingga aksi demonstrasi yang digelar di tingkat daerah maupun pusat, termasuk di Mapolda Sumatera Utara dan Mabes Polri.

Di antara pihak yang aktif mengawal kasus ini adalah salah satu kuasa hukum keluarga korban, Faedonajokho Sarumaha yang lebih dikenal sebagai Fae Sarumaha. 

Ia menilai lambannya pengungkapan perkara telah menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat dan memperpanjang penderitaan keluarga korban yang hingga kini belum memperoleh kepastian hukum.

“Kami meminta penyidik bekerja secara serius, profesional, dan menggunakan seluruh instrumen hukum yang tersedia untuk mengungkap siapa pelaku di balik kematian Jance Zebua. Keluarga korban berhak mendapatkan kepastian hukum dan keadilan,” tegas Fae Sarumaha.

Menurutnya, pengungkapan kasus tidak boleh berjalan tanpa arah yang jelas. Aparat penegak hukum harus memastikan seluruh fakta terungkap sehingga tidak ada ruang bagi spekulasi yang berkembang di masyarakat.

“Kami tidak ingin kasus ini menjadi perkara yang mengendap tanpa kejelasan. Pelaku tidak seharusnya bebas berkeliaran dan menjalani kehidupan secara normal sementara keluarga korban masih hidup dalam duka dan ketidakpastian. Bagi kami, keadilan yang terlambat pada hakikatnya adalah ketidakadilan itu sendiri,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan harapan besar keluarga korban yang hingga kini masih menanti titik terang atas kematian Jance. 

Setiap hari yang berlalu tanpa perkembangan signifikan dalam penyelidikan hanya menambah beban psikologis keluarga yang kehilangan salah satu anggota tercintanya.

Di rumah duka, harapan yang sama disampaikan oleh ayah almarhumah Jance Zebua. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang terus mengalir kepada keluarganya sejak peristiwa tersebut terjadi.

“Terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada keluarga kami. Di tengah kesedihan karena kehilangan anak kami dan belum mengetahui secara pasti apa yang terjadi, kehadiran Bapak/Ibu menjadi kekuatan bagi kami,” ungkap Fae Sarumaha.

“Kami hanya meminta satu hal, yaitu keadilan. Kami tidak ingin anak kami pergi untuk selamanya tanpa mengetahui kebenaran dan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini,” sambungnya.

Hingga kini, kepolisian belum menyampaikan keterangan resmi secara rinci mengenai perkembangan terbaru penyelidikan maupun kendala yang dihadapi dalam proses pengungkapan kasus dugaan pembunuhan Jance Zebua. 

Sementara itu, keluarga korban dan masyarakat masih menunggu langkah lanjutan aparat penegak hukum untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.(raa)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Pemeriksaan Senin merupakan pemeriksaan kedua terhadap Bobby dalam penyidikan perkara tersebut. KPK sebelumnya memeriksa Bobby sebagai saksi pada 16 Juli 2026.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Jumlah korban yang melaporkan dugaan kekerasan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat, di Lombok Tengah, bertambah menjadi 16 orang.

Trending

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT