News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kronologi "Big Match" Tawuran Geng Motor di Deli Serdang, Remaja 14 Tahun Tewas Dikeroyok Ratusan Orang

Tawuran geng motor di Patumbak, Deli Serdang, menewaskan remaja 14 tahun. Polisi mengungkap bentrokan telah direncanakan dengan label "Big Match" untuk adu dominasi antarkelompok
Rabu, 24 Juni 2026 - 00:14 WIB
Ilustrasi Kronologi Big Match Tawuran Geng Motor di Deli Serdang, Remaja 14 Tahun Tewas Dikeroyok Ratusan Orang
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

tvOnenews.com - Tawuran yang melibatkan ratusan anggota geng motor menewaskan seorang remaja berusia 14 tahun bernama Muharam Nasution (MN). 

Polisi mengungkap bahwa bentrokan yang terjadi di Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara itu merupakan aksi yang telah direncanakan dan diberi label "Big Match" oleh kelompok yang terlibat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polisi memastikan tawuran antar geng yang terjadi di Jalan Setia, Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Senin (22/6/2026) dini hari bukanlah insiden spontan. Dari hasil penyelidikan, dua kelompok yang bertikai telah membuat kesepakatan untuk bertemu dan saling menyerang.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis mengatakan tawuran tersebut sengaja disusun sebagai ajang pembuktian kekuatan antarkelompok.

"Dari hasil penyelidikan, tawuran ini sudah direncanakan sebelumnya. Mereka menyebutnya sebagai Big Match dan telah sepakat untuk bertemu di lokasi untuk melakukan tawuran," ujar Adrian dalam konferensi pers, Selasa (23/6/2026).

Terbongkar! Tawuran Sudah Dirancang sebagai "Big Match"

Menurut Adrian, motif utama bentrokan itu bukan persoalan pribadi ataupun sengketa tertentu, melainkan keinginan menunjukkan dominasi dan eksistensi kelompok.

"Mereka ini adalah big match, dia ini menentukan kelompok manalah yang paling kuat seperti itu. Motifnya untuk menunjukkan dominasi antar geng motor ini tadi," katanya.

Kapolsek Patumbak Kompol Daulat Simamora menjelaskan bahwa kelompok yang terlibat merupakan gabungan Geng Motor Simple Life (SL), SKM, dan Towaga yang berencana menyerang kelompok Nekat Kami Bang (NKB).

Sebelum bentrokan berlangsung, para anggota terlebih dahulu berkumpul di kawasan Kuburan Cina, Kecamatan Delitua. Lokasi tersebut disebut sebagai titik kumpul rutin yang ditentukan melalui grup WhatsApp oleh pimpinan kelompok.

"Jadi, mereka ini kalau berkumpul berdasarkan WhatsApp dari ketua kelompok. Selalu titik kumpul mereka adalah di kuburan Cina," kata Daulat.

Ratusan Orang Serang Lawan yang Jumlahnya Jauh Lebih Sedikit

Dari hasil penyelidikan polisi, kelompok gabungan SL, SKM, dan Towaga memiliki jumlah anggota yang jauh lebih besar dibandingkan lawannya.

Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan Iptu M Hafizullah mengungkapkan bahwa sekitar 200 anggota kelompok Simple Life dan afiliasinya datang ke lokasi menggunakan sekitar 100 sepeda motor serta dua mobil.

"Dari hasil penyelidikan yang kita dalami, untuk massa dari grup SL itu massa yang paling banyak. Kami dapat informasi di lapangan, ada sekitar 200 lebih dengan mengendarai 100 sepeda motor dan dua unit mobil, tapi masih kami dalami," kata Hafiz.

Sementara itu, kelompok NKB hanya memiliki sekitar 50 hingga 60 anggota. Ketimpangan jumlah tersebut membuat kubu NKB memutuskan mundur saat bentrokan mulai terjadi.

"Dari geng NKB, mereka ada sekitar 50 atau 60 orang," ujarnya.

Karena kalah jumlah, anggota NKB memilih melarikan diri dari lokasi. Namun nahas, korban Muharam Nasution tertinggal dari rombongannya setelah terjatuh.

"Sehingga tidak imbang, Geng NKB mundur, tapi korban jatuh," kata Hafiz.

Menurut Adrian, korban sempat ditabrak menggunakan sepeda motor hingga tersungkur ke jalan sebelum akhirnya menjadi sasaran amukan massa.

"Setelah terjatuh, korban menjadi sasaran pengeroyokan. Para pelaku menggunakan senjata tajam, batu, panah, dan lainnya hingga korban meninggal dunia di lokasi kejadian," jelas Adrian.

## Enam Pelaku Ditangkap, Polisi Masih Buru Keterlibatan Lain

Tim gabungan Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Patumbak bergerak cepat melakukan penyelidikan setelah insiden tersebut. Hasilnya, enam orang berhasil diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.

"Untuk pelaku yang kita amankan ada enam orang. Rata-rata masih di bawah umur, tapi ada dua orang yang sudah dewasa," ujar Adrian.

Keenam pelaku tersebut adalah RDS (18), FT (17), RY (19), MOHH (17), IL (17), dan GR (21). Mereka memiliki peran berbeda dalam pengeroyokan yang menewaskan korban.

MOHH dan FT diketahui melempari korban dengan batu. RDS turut menyerang dan melempar batu. GR menendang korban sebanyak dua kali. Sementara IL diduga menebaskan parang ke bagian punggung korban hingga dua kali. RY juga terlibat dalam pelemparan batu.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka berat di sejumlah bagian tubuh. Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu Omrin Siallagan mengungkapkan luka paling fatal berada di bagian punggung yang menembus organ vital.

"Berdasarkan pemeriksaan, didapatkan robek pembuluh darah besar jantung. Penyebab kematian adalah luka tusuk pada punggung kanan yang mengenai tulang iga kanan, dan menembus pembuluh darah besar jantung, sehingga menyebabkan mati lemas," ujar Omrin.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa batu, dua busur panah, dan tiga batang kayu yang diduga digunakan saat penyerangan.

Meski enam tersangka telah diamankan, polisi menegaskan penyelidikan belum berhenti. Aparat masih memburu kemungkinan pelaku lain, termasuk sosok pimpinan kelompok yang diduga menjadi penggerak utama bentrokan.

"Sampai saat ini ada enam yang kita amankan. Tapi tidak menutup kemungkinan ada pelaku lainnya," kata Kompol Daulat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para tersangka dijerat Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Perlindungan Anak serta Pasal 262 ayat (4) juncto Pasal 466 ayat (3) KUHP. Mereka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa tawuran geng motor bukan sekadar kenakalan remaja. Ketika aksi tersebut berubah menjadi ajang adu kekuatan yang melibatkan ratusan orang dan senjata berbahaya, konsekuensinya bisa berujung pada hilangnya nyawa anak-anak yang seharusnya masih memiliki masa depan panjang. (udn)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.
Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Kementerian ATR/BPN kebut transformasi layanan untuk mempersempit celah mafia tanah. Salah satunya dengan uji coba layanan Peralihan Hak atau balik nama sertifikat maksimal 10 hari kerja.
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai
15 Ucapan HUT RI ke-81 yang Penuh Semangat yang Cocok untuk Jadi Caption di Status WhatsApp

15 Ucapan HUT RI ke-81 yang Penuh Semangat yang Cocok untuk Jadi Caption di Status WhatsApp

Bagi yang sedang mencari referensi kalimat singkat, menarik, dan berkesan, berikut lima belas ucapan HUT RI ke-81 yang siap menyemarakkan Status WhatsApp Anda.
Nyeri Lutut dan Sendi Sembuh Tanpa Obat Kimia, dr Zaidul Akbar Anjurkan Langkah Sederhana Ini

Nyeri Lutut dan Sendi Sembuh Tanpa Obat Kimia, dr Zaidul Akbar Anjurkan Langkah Sederhana Ini

Masalah nyeri lutut dan sendi tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut, jika terjadi nyeri lutut dan sendi, dr Zaidul Akbar menganjurkan ikuti langkah berikut

Trending

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Kementerian ATR/BPN kebut transformasi layanan untuk mempersempit celah mafia tanah. Salah satunya dengan uji coba layanan Peralihan Hak atau balik nama sertifikat maksimal 10 hari kerja.
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.
Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal siaran langsung Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1. Petarung MMA tak terkalahkan asal Indonesia, Bilal Hasan, akan menjalani pertarungan penting untuk membuka jalan menuju UFC.
Polisi Masih Selidiki Kematian Siswi 14 Tahun Diduga Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswi 14 Tahun Diduga Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu

Perjalanan KRL di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, sempat terganggu setelah seorang siswi SMA kelas 10 tertabrak kereta rel listrik (KRL), Senin (10/8/2026).
Siapa Wanita Berbaju Putih di Balik Challenge Surat Ad-Duha Berhadiah Miras? Ini Pengakuan MC Newport 

Siapa Wanita Berbaju Putih di Balik Challenge Surat Ad-Duha Berhadiah Miras? Ini Pengakuan MC Newport 

Sosok wanita berbaju putih disebut mengambil mikrofon MC Newport sebelum muncul challenge hafalan Surat Ad-Duha berhadiah minuman beralkohol. Siapa dia?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT