Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana
- Gambar ilustrasi AI
tvOnenews.com - Kematian SN (51), perempuan asal Jombang yang ditemukan tak bernyawa di sebuah rumah kontrakan di kawasan Putat Jaya, Surabaya, masih menyisakan banyak tanda tanya.Â
Perempuan yang telah lama tinggal di lingkungan tersebut ditemukan bersimbah darah di dalam kamar dengan sejumlah luka serius di tubuhnya. Temuan itu langsung menggegerkan warga dan memicu penyelidikan intensif dari aparat kepolisian.
Seiring berjalannya penyelidikan, dugaan bahwa korban menjadi korban tindak pembunuhan semakin menguat. Polisi menemukan sedikitnya tujuh luka tusuk di beberapa bagian tubuh korban. T
Tak hanya itu, kondisi SN saat ditemukan dalam keadaan setengah telanjang turut menjadi fokus penyidik untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi sebelum nyawanya melayang.
Hingga kini, Satreskrim Polrestabes Surabaya masih memburu pelaku sekaligus mendalami motif di balik kematian korban.Â
Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, hasil autopsi, serta analisis barang bukti menjadi kunci untuk mengungkap kasus yang menyita perhatian masyarakat Surabaya tersebut.
Dugaan Pembunuhan Menguat, Polisi Periksa Sejumlah Saksi
Kasus ini bermula pada Kamis (25/6/2026) malam ketika warga melaporkan adanya dugaan orang meninggal dunia di sebuah rumah kontrakan di Jalan Putat Jaya Gang Lebar A, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya.
Korban diketahui bernama SN (51), perempuan asal Jarak Kulon, Jogoroto, Kabupaten Jombang. Jasadnya pertama kali ditemukan oleh R, kerabat pemilik rumah kontrakan, bersama dua orang tetangga.
Sebelumnya, warga mulai merasa curiga lantaran korban tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya. Ketika mendatangi rumah kontrakan, saksi melihat bercak darah dari balik jendela sehingga memilih melapor kepada ketua RT, RW, dan layanan darurat 110.
Kapolsek Sawahan Kompol Muljono mengatakan pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari Polrestabes Surabaya.
"Betul, Polsek menerima pengaduan dari 110 Polrestabes Surabaya terkait temuan mayat. Setelah menerima laporan, anggota langsung menuju lokasi," kata Muljono.
Karena melihat adanya darah di dalam kamar, petugas tidak langsung membuka pintu dan memilih menunggu Tim Inafis Polrestabes Surabaya untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Saat di lokasi, ada saksi yang melihat di dalam rumah terdapat darah. Karena itu kami tidak langsung membongkar pintu masuk dan memanggil Inafis serta rekan-rekan dari Polrestabes Surabaya," ujarnya.
Load more