GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Misteri Pembunuhan Wanita di Jombang Terungkap, Kakak Kandung Jadi Tersangka usai Aniaya Adik hingga Tewas Gegara Bumbu Pecel

Misteri kematian Choiriyah, perempuan penyandang tunagrahita di Jombang, akhirnya terungkap. Polisi menetapkan kakak kandung korban sebagai tersangka setelah mengungkap
Kamis, 2 Juli 2026 - 19:23 WIB
Ilustrasi Misteri Pembunuhan Wanita di Jombang Terungkap, Kakak Kandung Jadi Tersangka usai Aniaya Adik hingga Tewas Gegara Bumbu Pecel
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

tvOnenews.com - Kasus kematian yang awalnya diduga sebagai kecelakaan ternyata bisa menyimpan fakta yang jauh berbeda. Hal itu terlihat dalam pengungkapan kasus meninggalnya Choiriyah (47), seorang perempuan penyandang tunagrahita di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. 

Pada awalnya, korban disebut meninggal akibat terjatuh di kamar mandi. Namun, serangkaian penyelidikan akhirnya membuka tabir bahwa kematian tersebut merupakan tindak pembunuhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peristiwa tragis itu terjadi di sebuah rumah kos di Dusun Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, Jombang, pada Jumat (12/6/2026). 

Korban justru kehilangan nyawa di tangan kakak kandungnya sendiri, Suparni (61). Kasus ini menjadi perhatian publik karena dipicu persoalan yang tampak sepele, tetapi berujung pada aksi kekerasan yang merenggut nyawa.

Melalui penyelidikan mendalam, Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang berhasil mengungkap kronologi lengkap kejadian, mulai dari cekcok di dapur, penganiayaan yang berlangsung selama beberapa jam, hingga upaya pelaku merekayasa penyebab kematian korban agar terlihat seperti kecelakaan. 

Polisi menegaskan, fakta-fakta yang ditemukan menunjukkan bahwa korban meninggal akibat kekerasan yang dilakukan secara langsung oleh pelaku.

Berawal dari Persoalan Bumbu Pecel, Emosi Pelaku Memuncak

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Magribi Agung Saputra menjelaskan, insiden bermula ketika Suparni berencana memasak pecel untuk disantap bersama adiknya pada pagi hari.

Sebelum memasak, pelaku membeli sayuran. Namun setibanya di rumah kos, ia mendapati sekitar satu kilogram bumbu pecel yang sebelumnya telah disiapkan sudah habis dikonsumsi korban. Kondisi itu memicu kemarahan pelaku hingga akhirnya berubah menjadi tindakan kekerasan.

"Pelaku sudah mengakui dia melakukan penganiayaan itu karena sakit hati, bumbu pecel sekitar 1 kilogram dihabiskan korban," jelas AKP Magribi Agung Saputra kepada awak media, Rabu (1/7/2026).

Menurut penyidik, persoalan tersebut menjadi pemicu utama penganiayaan yang kemudian berakhir dengan meninggalnya korban.

Penganiayaan Berlangsung Berjam-jam hingga Korban Meninggal

Setelah cekcok di dapur, Suparni menganiaya adiknya di ruang tamu rumah kos. Penyidik mengungkap, pelaku menggunakan tangan kosong, tongkat sapu, serta ulekan untuk memukul korban.

Tidak berhenti di situ, kepala Choiriyah juga dibenturkan berulang kali ke dinding hingga kondisinya melemah. Setelah korban tidak lagi berdaya, pelaku membawanya ke kamar mandi.

"Di situlah puncaknya pelaku menganiaya korban sampai meninggal," ungkap Agung.

Fakta lain yang ditemukan penyidik menunjukkan bahwa sebelum kejadian, sejumlah penghuni kos sempat mendengar Suparni beberapa kali mengucapkan keinginan untuk menghabisi nyawa adiknya.

Keterangan para saksi itu kemudian memperkuat dugaan bahwa kekerasan yang terjadi bukan sekadar luapan emosi sesaat.

Selain itu, hasil penyidikan juga mengungkap bahwa Choiriyah diduga telah beberapa kali mengalami kekerasan sebelumnya.

Pelaku mengaku sering memukul korban karena merasa terganggu dengan perilaku sang adik yang merupakan penyandang tunagrahita dan baru sekitar dua pekan tinggal bersamanya di rumah kos tersebut.

Sempat Rekayasa Kematian, Ekshumasi Makam Bongkar Fakta Sebenarnya

Usai penganiayaan, Suparni diduga berusaha menghilangkan kecurigaan warga. Sekitar pukul 13.00 WIB, ia berteriak meminta pertolongan dan mengaku adiknya meninggal akibat terpeleset di kamar mandi.

Cerita tersebut sempat dipercaya oleh sejumlah warga. Korban kemudian dibawa ke wilayah Peterongan sebelum akhirnya dimakamkan.

"(Pelaku teriak minta tolong) Hanya modus saja. Setelah itu, korban dibawa ke Peterongan," kata Agung.

Namun, kecurigaan keluarga terhadap penyebab kematian Choiriyah membuat polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut. 

Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah mengekshumasi makam korban pada Minggu (14/6/2026) untuk memastikan penyebab kematian.

Dari hasil pemeriksaan forensik dan pengumpulan alat bukti, penyidik memperoleh petunjuk kuat bahwa korban meninggal akibat penganiayaan. Berdasarkan hasil tersebut, Suparni resmi ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (16/6/2026).

AKP Magribi Agung Saputra menjelaskan bahwa pada awal pemeriksaan pelaku cenderung diam dan berpura-pura sakit sehingga motif pembunuhan belum dapat diketahui secara utuh. Setelah pemeriksaan lanjutan dilakukan, Suparni akhirnya mengakui seluruh perbuatannya.

"Kondisinya sehat, baik dari hasil pemeriksaan kesehatan maupun psikiater," tandas Agung.

Polisi memastikan Suparni kini telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam lingkup keluarga dapat terjadi karena persoalan yang tampak sepele apabila emosi tidak mampu dikendalikan. 

Di sisi lain, kasus tersebut juga menunjukkan pentingnya ketelitian dalam mengungkap penyebab kematian yang mencurigakan. 

Berkat penyelidikan mendalam, pemeriksaan saksi, serta ekshumasi makam, misteri meninggalnya Choiriyah akhirnya berhasil diungkap sehingga pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku. (udn)
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ketika Presiden Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT Ke-81 RI di Hambalang

Ketika Presiden Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT Ke-81 RI di Hambalang

Untuk menjamu dan memberikan apresiasi, Presiden Prabowo Subianto mengundang seluruh petugas upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia untuk berkumpul di kediaman pribadi Presiden
Kementerian PKP Siapkan Program Perumahan bagi Keluarga Penerima MBG

Kementerian PKP Siapkan Program Perumahan bagi Keluarga Penerima MBG

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyatakan kesiapannya untuk mengintegrasikan program hunian dengan para wali murid penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Cemburu Teman Wanita Digoda, Mahasiswa di Malang Nekat Tusuk Rekan Sekamar Hingga Tewas

Cemburu Teman Wanita Digoda, Mahasiswa di Malang Nekat Tusuk Rekan Sekamar Hingga Tewas

Satuan Reserse Kriminal Polresta Malang Kota menangkap seorang mahasiswa berinisial SK (26) atas dugaan penganiayaan yang menyebabkan tewasnya AVG (25). 
KPK Tahan Mantan Kakanwil Pajak Terkait Kasus Gratifikasi

KPK Tahan Mantan Kakanwil Pajak Terkait Kasus Gratifikasi

KPK menahan mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Khusus, Muhammad Haniv (HNV) terkait kasus dugaan gratifikasi. 
Semarak Kemerdekaan! Reog Ponorogo, Tari Topeng Kolosal Hingga Aksi Solidaritas Gempa NTT Jadi Sorotan

Semarak Kemerdekaan! Reog Ponorogo, Tari Topeng Kolosal Hingga Aksi Solidaritas Gempa NTT Jadi Sorotan

Semangat kemerdekaan juga diwujudkan lewat pertunjukan seni, pemberdayaan masyarakat, hingga aksi solidaritas untuk korban bencana gempa NTT.
Saking Jagonya di Srikandi Merdeka Cup Sampai Viral di Negeri Jiran, Pemain Malaysia U-16 Klarifikasi Garis Keturunan

Saking Jagonya di Srikandi Merdeka Cup Sampai Viral di Negeri Jiran, Pemain Malaysia U-16 Klarifikasi Garis Keturunan

Malaysia menemani salah satu tim dari Timnas Indonesia Putri U-16, Garuda Pertiwi ke babak semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026 setelah melibas Arab Saudi. 

Trending

Lolos Kualifikasi, Dua Atlet Senam Indonesia Siap Berlaga di Asian Games 2026

Lolos Kualifikasi, Dua Atlet Senam Indonesia Siap Berlaga di Asian Games 2026

Ketua Umum FGI Ita Yuliati mengatakan kedua atlet tersebut berhak tampil setelah melewati persyaratan kualifikasi pada kejuaraan tingkat Asia
Saking Jagonya di Srikandi Merdeka Cup Sampai Viral di Negeri Jiran, Pemain Malaysia U-16 Klarifikasi Garis Keturunan

Saking Jagonya di Srikandi Merdeka Cup Sampai Viral di Negeri Jiran, Pemain Malaysia U-16 Klarifikasi Garis Keturunan

Malaysia menemani salah satu tim dari Timnas Indonesia Putri U-16, Garuda Pertiwi ke babak semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026 setelah melibas Arab Saudi. 
Klasemen Akhir Srikandi Merdeka Cup 2026, Wakil Timnas Indonesia Putri U-16 Tak Terkalahkan

Klasemen Akhir Srikandi Merdeka Cup 2026, Wakil Timnas Indonesia Putri U-16 Tak Terkalahkan

Seluruh rangkaian babak penyisihan grup Srikandi Merdeka Cup 2026 telah selesai dilaksanakan dengan ditutup oleh kemenangan Putri Nusantara atas Yordania di Lapangan Supersoccer Arena, Kediri, Rabu (19/8/2026). 
Semarak Kemerdekaan! Reog Ponorogo, Tari Topeng Kolosal Hingga Aksi Solidaritas Gempa NTT Jadi Sorotan

Semarak Kemerdekaan! Reog Ponorogo, Tari Topeng Kolosal Hingga Aksi Solidaritas Gempa NTT Jadi Sorotan

Semangat kemerdekaan juga diwujudkan lewat pertunjukan seni, pemberdayaan masyarakat, hingga aksi solidaritas untuk korban bencana gempa NTT.
Kementerian PKP Siapkan Program Perumahan bagi Keluarga Penerima MBG

Kementerian PKP Siapkan Program Perumahan bagi Keluarga Penerima MBG

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyatakan kesiapannya untuk mengintegrasikan program hunian dengan para wali murid penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
KPK Tahan Mantan Kakanwil Pajak Terkait Kasus Gratifikasi

KPK Tahan Mantan Kakanwil Pajak Terkait Kasus Gratifikasi

KPK menahan mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Khusus, Muhammad Haniv (HNV) terkait kasus dugaan gratifikasi. 
Cemburu Teman Wanita Digoda, Mahasiswa di Malang Nekat Tusuk Rekan Sekamar Hingga Tewas

Cemburu Teman Wanita Digoda, Mahasiswa di Malang Nekat Tusuk Rekan Sekamar Hingga Tewas

Satuan Reserse Kriminal Polresta Malang Kota menangkap seorang mahasiswa berinisial SK (26) atas dugaan penganiayaan yang menyebabkan tewasnya AVG (25). 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT