Sorot Polemik Mediasi, Anggota DPD RI Mirah Midadan Imbau Hindari Konflik Antar Daerah
- Istimewa
Lombok, tvOnenews.com - Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah Midadan Fahmid turut menyorot polemik seorang perempuan asal Lombok yakni Hilda dengan pemilik usaha di Badung, Bali.
Sebelumnya persoalan tersebut itu telah usai dengan mediasi yang disetujui oleh dua belah pihak.
Namun, rekaman proses mediasi kembali beredar di media sosial dan memunculkan sorotan publik terhadap cara penyelesaian perkara tersebut.
Mirah meminta persoalan tersebut disikapi secara bijaksana dan tidak berkembang menjadi konflik antardaerah, sekaligus memastikan setiap warga negara mendapatkan perlakuan yang adil dan bermartabat.
Menurutnya perbedaan pandangan mengenai proses mediasi seharusnya tidak membuat persoalan ini bergeser menjadi pertentangan antara masyarakat Lombok dan Bali.
Pasalnya, kata Mirah, hubungan kedua daerah selama ini telah terjalin erat melalui mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, pariwisata, serta hubungan sosial yang berlangsung secara turun-temurun.
“Jangan sampai persoalan antara individu kemudian berkembang menjadi konflik identitas antara Lombok dan Bali. Warga NTB yang berada di Bali adalah bagian dari masyarakat Indonesia yang juga memiliki hak untuk mendapatkan perlakuan yang baik, adil, dan bermartabat,” ujar Mirah.l, Sabtu (15/8/2026).
Mirah menegaskan Indonesia dibangun di atas keberagaman sehingga perbedaan suku, daerah, agama, maupun latar belakang sosial tidak boleh menjadi dasar untuk merendahkan warga negara lainnya.
Mirah mengingatkan bahwa proses mediasi seharusnya menjadi ruang untuk mempertemukan kepentingan para pihak secara setara dan mencari jalan keluar.
“Mediasi harus membuat persoalan menjadi lebih tenang, bukan justru menimbulkan persepsi bahwa salah satu pihak berada dalam posisi yang lebih tertekan. Pejabat publik harus menjadi penengah yang memberikan rasa aman kepada semua pihak,” tegasnya.
Ia berharap seluruh pihak menahan diri dan menghormati perdamaian yang telah dicapai.
Menurutnya penyelesaian terbaik bukanlah mencari siapa yang paling kuat, melainkan memastikan kebenaran, keadilan, dan martabat setiap warga tetap terlindungi.
“NTB dan Bali adalah saudara. Kita tidak membutuhkan konflik antardaerah. Yang kita butuhkan adalah sikap saling menghormati dan memastikan tidak ada warga negara yang merasa diperlakukan berbeda hanya karena asal daerahnya,” pungkasnya.(raa)
Load more