Rekam Jejak 10 Gempa Dahsyat yang Pernah Mengguncang NTT, Terbaru M 7,7 Nagekeo Jadi Peringatan Keras
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
tvOnenews.com - Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali diguncang gempa besar. Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores dan berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.Â
Guncangan kuat tersebut memicu peringatan dini tsunami yang kemudian dicabut BMKG setelah sejumlah sensor mencatat gelombang tsunami di beberapa wilayah.
Bencana terbaru ini bukan sekadar peristiwa tunggal. NTT memiliki sejarah panjang gempa dan tsunami yang menelan korban serta merusak permukiman.Â
Data BNPB mencatat Gempa Flores 1992, misalnya, berkekuatan Mw 7,8 dan menyebabkan sekitar 2.500 orang meninggal, 500 orang luka-luka, serta lebih dari 31 ribu bangunan rusak.Â
Rekam jejak tersebut menunjukkan bahwa ancaman gempa di NTT bukan sesuatu yang datang tiba-tiba, melainkan risiko yang harus terus diantisipasi.
Melansir dari berbagai sumber, berikut daftar gempa dahsyat yang pernah mengguncang NTT:
1. Gempa Kupang 1975
Pada 30 Juli 1975, wilayah Kupang diguncang gempa berkekuatan sekitar M 6,1 dengan kedalaman sekitar 30 kilometer. Berdasarkan data yang dihimpun dalam daftar historis, peristiwa tersebut tidak dilaporkan menimbulkan korban jiwa.
Meski dampaknya relatif terbatas dibandingkan tragedi yang datang kemudian, gempa ini menjadi bagian dari catatan panjang aktivitas seismik di NTT.
Posisi geografis NTT yang berada di kawasan tektonik aktif membuat wilayah tersebut memiliki ancaman gempa yang terus berulang. BNPB juga mengategorikan NTT sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana geologi dan vulkanologi.
2. Gempa Alor dan Flores
Memasuki 1989, aktivitas gempa kembali tercatat di NTT. Pada 15 Juli 1989, gempa M 6,4 mengguncang Alor Timur dengan kedalaman sekitar 10 kilometer dan menyebabkan kerusakan pada rumah serta fasilitas umum.
Dua tahun kemudian, tepatnya 4 Juli 1991, gempa M 6,2 mengguncang Kalabahi, Alor. Dampaknya jauh lebih berat. Dalam catatan yang digunakan dalam rangkaian historis ini, 23 orang meninggal dunia, 181 orang mengalami luka-luka dan sekitar 1.150 bangunan rusak atau hancur.
Setahun setelahnya, NTT menghadapi salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah Indonesia.
3. Gempa dan Tsunami Flores 1992
Pada 12 Desember 1992, gempa besar mengguncang Flores dan kemudian memicu tsunami. BNPB mencatat magnitudonya sekitar Mw 7,8 dengan korban mencapai sekitar 2.500 jiwa. Sebanyak 31.765 bangunan dilaporkan rusak dan tinggi maksimum gelombang mencapai 26,2 meter.
BNPB juga mencatat peristiwa tersebut sebagai salah satu bencana paling mematikan di Indonesia. Gelombang tsunami menghantam pesisir utara Flores dan Pulau Babi, sementara Maumere mengalami kehancuran besar.
Tragedi itu memperlihatkan bahwa ancaman NTT tidak berhenti pada guncangan tanah. Gempa dapat memicu tsunami, longsor, likuifaksi, hingga memutus akses transportasi dan komunikasi.
4. Gempa Alor 2004
Pada 12 November 2004, Alor kembali diguncang gempa besar dengan magnitudo sekitar 7,5. Gempa berkedalaman sekitar 10 kilometer tersebut dilaporkan menewaskan 31 orang, melukai sekitar 400 orang dan merusak ratusan rumah.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa kawasan Alor dan sekitarnya masih menjadi salah satu titik penting dalam peta risiko kegempaan NTT.
5. Gempa Alor 2015
Ancaman kembali muncul pada 4 November 2015 ketika gempa M 6,2 mengguncang wilayah Alor. Dengan kedalaman sekitar 89 kilometer, gempa tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas publik.
Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat bahwa bangunan dan infrastruktur di daerah rawan gempa membutuhkan standar ketahanan yang memadai.
6. Gempa Sumba Barat 2016
Pada 12 Februari 2016, gempa M 6,6 mengguncang Sumba Barat dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. Sejumlah bangunan permukiman mengalami kerusakan.
Walaupun tidak sebesar tragedi Flores 1992 dalam hal korban, kejadian ini memperlihatkan bahwa ancaman seismik NTT tersebar di berbagai pulau, bukan hanya Flores atau Alor.
7. Gempa Flores 2021: Tsunami Kecil dan Ribuan Mengungsi
Pada 14 Desember 2021, Flores kembali diguncang gempa besar berkekuatan sekitar M 7,5. Gempa tersebut memicu tsunami kecil yang tercatat sekitar 0,07 meter.
Dampaknya tetap signifikan. Ribuan warga harus mengungsi dan ratusan rumah mengalami kerusakan. Peristiwa ini memperlihatkan pentingnya respons cepat meskipun tsunami yang terdeteksi tidak sebesar tragedi 1992.
8. Gempa Nagekeo 2024
Wilayah Nagekeo kembali tercatat dalam sejarah kegempaan NTT pada 25 Januari 2024. Gempa berkekuatan M 5,6 dengan kedalaman sekitar 11 kilometer mengguncang wilayah tersebut.
Tidak dilaporkan adanya korban jiwa, tetapi sejumlah rumah warga dan fasilitas umum mengalami kerusakan. Dua tahun kemudian, kawasan yang sama kembali menjadi pusat perhatian nasional.
- Istimewa
9. Gempa Nagekeo M 7,7 pada 2026
Pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB, Flores diguncang gempa M 7,7. BMKG mencatat episentrum berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.
BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami. Sensor kemudian mendeteksi gelombang di sejumlah lokasi, termasuk Maurole, Ende, dengan ketinggian tercatat 0,94 meter. Peringatan tsunami akhirnya dihentikan pada pagi hari.
Dampaknya jauh lebih serius. BNPB dalam pembaruan terbaru mencatat 47 orang meninggal dunia, lebih dari 5.000 warga mengungsi, serta kerusakan bangunan yang masif di sejumlah wilayah terdampak.
10. Gempa Susulan Menjadi Ancaman Berikutnya
Ancaman belum otomatis berakhir setelah gempa utama berlalu. BMKG mencatat ratusan aktivitas gempa susulan di sekitar Flores. Hingga 15 Agustus pukul 14.00 WIB, tercatat 235 gempa susulan dengan magnitudo antara M 2,5 hingga M 6,2.
Situasi ini membuat masyarakat tetap perlu mengikuti informasi resmi pemerintah dan BMKG, terutama terkait potensi gempa susulan, kondisi bangunan, jalur evakuasi, serta perkembangan penanganan korban.
Dari Kupang pada 1975, tragedi Flores 1992, gempa Alor, hingga guncangan M 7,7 Nagekeo pada 2026, sejarah tersebut menyampaikan pesan yang sama: NTT bukan hanya indah, tetapi juga hidup di tengah ancaman seismik. (udn)
Load more