Kisah Kreator Konten Sempat Alami Pemblokiran Akun, Kini Bergeliat dengan Jutaan Pengikutnya
- Istimewa
Sumbar, tvOnenews.com - Kreator konten game online asal Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) yakni Khairul Fajri (23) kini memiliki 1 juta pengikut pada akun TikTok @FajriTv.
Sebelumnya, Fajri sempat mengalami masa sulit berupa tiga akun yang dibangunnya diblokir oleh platform media sosial itu dengan total pengikut yang hilang capai 1,6 juta.
Berangkat dari pengalaman tersebut, kreator yang dikenal dengan nama FajriTv itu menuntut transparansi moderasi konten dari platform digital, sebuah persoalan yang kini menghantui ribuan pekerja ekonomi kreator di Indonesia yang menggantungkan penghasilan pada satu akun.
Pada akun keempat, Fajri mengubah cara kerjanya dengan menyaring diksi dan substansi setiap konten sebelum diunggah, sekaligus menyebar distribusi ke platform lain agar tidak bergantung pada satu kanal.
Selain TikTok dengan 1,1 juta pengikut, ia aktif di Instagram dengan 45.000 pengikut, YouTube, dan Snack Video.
"Sekarang saya sudah sangat berhati-hati dalam membuat konten. Dari segi pemilihan kosakata dan isi kontennya sudah saya pilih-pilih. Saya juga aktif di beberapa platform seperti YouTube dan Snack Video," kata Fajri.
Dari sisi pemasukan, Fajri kini tidak lagi bergantung pada satu pintu melainkan turut mendapat endorse.
"Penghasilan utama saya saat ini dari berbagai macam, dari endorse, gift live, dan ada beberapa menjadi brand ambassador dari beberapa brand," ujarnya.
Di tengah derasnya tawaran promosi judi daring kepada kreator game, Fajri mengaku pernah menolak kontrak bernilai ratusan juta rupiah.
Angka itu jauh melampaui seluruh penghasilan yang pernah ia terima sebagai buruh pabrik.
"Saya pernah menolak endorse judi online dengan angka yang menurut saya sangat fantastis. Untuk lima kali unggah konten dalam sebulan saya dibayar Rp200 juta, dan saya tolak karena memang tidak diperbolehkan di Indonesia untuk mempromosikan hal itu, dan karena itu bisa berdampak buruk buat viewers saya yang notabene anak-anak," tegasnya.
Jalan Fajri menuju 1 juta pengikut bermula jauh dari studio konten, sebab dirinya sempat menjadi pekerjaan serabutan usai menjadi korban PHK saat pandemi Covid-19 melanda.
Fajri sempat kembali menjadi karyawan tetap sebelum kontraknya habis dalam setahun, lalu beralih menjadi host siaran langsung penjualan daring selama hampir satu tahun.
Dari pekerjaan itulah ia mengenal cara kerja media sosial, hingga memutuskan berhenti total pada September 2022 dan menekuni konten sebagai profesi utama, meski penghasilannya anjlok drastis di awal.
"Saya memutuskan berhenti jadi host live pada September 2022. Waktu itu penghasilan saya sekitar Rp6 juta sampai Rp7 juta per bulan, gaji pokoknya cuma Rp2,5 juta, tapi bonus dari setiap penjualan lumayan besar. Sedangkan penghasilan pertama saya dari ngonten waktu itu sekitar Rp1,5 juta per bulan saja," ungkap Fajri.
"Waktu itu saya memang suka main Free Fire dan cuma Free Fire yang bisa saya mainkan di HP saya karena terhalang device yang tidak terlalu memadai untuk gim berat lainnya," sambungnya.
Keputusan meninggalkan pekerjaan tetap demi konten sempat ditolak keluarganya di Sei Cubadak dan Bukittinggi.
"Dulu sempat ditentang karena keluarga saya dari kampung dan mereka tidak memahami cara media sosial bekerja. Tapi pelan-pelan saya membuktikan, dan akhirnya pelan-pelan keluarga mulai memahami, sekarang sudah mendukung penuh," ujarnya.
Kepada kreator pemula yang menggantungkan hidup pada satu akun, Fajri berpesan agar tidak mengulang kesalahan yang ia alami tiga kali.
"Jangan menggantungkan seluruh penghasilan pada satu akun atau satu platform. Bangun audiens yang bisa anda jangkau secara lebih langsung, misalnya melalui email, komunitas, atau kanal lain, dan simpan arsip konten serta data penting anda. Anggap akun platform sebagai aset bisnis yang bisa berubah sewaktu-waktu, bukan sesuatu yang sepenuhnya berada dalam kendali anda," pungkasnya.(raa)
Load more