News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Partnership Tak Lagi Sekadar Bisnis, Mengapa Dampak Sosial dan Lingkungan Makin Penting?

Partnership bisnis kini dituntut memberi dampak lebih luas. Dari praktik negara maju hingga program di Indonesia, kolaborasi mulai menghubungkan pertumbuhan
Rabu, 23 September 2026 - 23:34 WIB
Ilustrasi Partnership Tak Lagi Sekadar Bisnis, Mengapa Dampak Sosial dan Lingkungan Makin Penting?
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

tvOnenews.com - Kerja sama bisnis selama ini kerap diukur dari angka: berapa besar transaksi yang dihasilkan, seberapa luas pasar yang dijangkau, atau seberapa cepat target pertumbuhan tercapai. Namun, ukuran tersebut mulai berkembang. 

Partnership tidak lagi hanya dipandang sebagai hubungan antarbisnis untuk mengejar keuntungan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menjawab persoalan sosial dan lingkungan yang ikut muncul di sekitar aktivitas ekonomi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perubahan cara pandang ini terlihat dalam praktik bisnis di berbagai negara maju. OECD, misalnya, mendorong perusahaan melakukan risk-based due diligence untuk mengidentifikasi dan menangani dampak negatif yang mungkin muncul terhadap manusia dan lingkungan, termasuk yang berada di rantai pasok dan hubungan bisnis. 

Dalam laporan 2026, OECD juga mencatat bahwa komitmen terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab dalam isu sosial dan lingkungan telah menjadi semakin umum di kalangan perusahaan besar dunia.

Di Singapura, pendekatan serupa ditempatkan sebagai bagian dari strategi ekonomi. Pemerintah melalui Green Plan 2030 mendorong perusahaan memasukkan pertimbangan keberlanjutan ke dalam keputusan bisnis, membangun target yang terukur, mengurangi emisi dalam operasi dan rantai pasok, serta membantu mitra usaha, termasuk UKM, meningkatkan kapasitas untuk beralih ke praktik yang lebih hijau. 

Artinya, keberlanjutan mulai dipandang bukan hanya sebagai tanggung jawab sosial, tetapi juga sebagai bagian dari peluang pertumbuhan ekonomi.

Mengapa Partnership Mulai Bergeser dari Transaksi ke Dampak?

Perubahan tersebut muncul karena dampak sebuah perusahaan tidak berhenti di dalam kantor atau fasilitas produksinya. Aktivitas bisnis terhubung dengan pemasok, konsumen, pekerja, komunitas, dan lingkungan di sekitarnya.

OECD menilai banyak dampak sosial dan lingkungan yang signifikan justru muncul di dalam rantai nilai dan hubungan bisnis perusahaan. Karena itu, perusahaan semakin didorong untuk memahami risiko, mencegah dampak negatif, serta mencari cara untuk memperbaikinya.

Di Eropa, pendekatan ini bahkan telah masuk ke ranah regulasi. Uni Eropa menerapkan kerangka Corporate Sustainability Due Diligence yang mengharuskan perusahaan besar dalam cakupan aturan untuk mengidentifikasi dan menangani dampak negatif terhadap hak asasi manusia dan lingkungan dalam operasi serta rantai aktivitas mereka. 

Perkembangan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan semakin ditempatkan sebagai bagian dari tata kelola bisnis, bukan sekadar kegiatan tambahan.

Dalam konteks tersebut, partnership dapat menjadi instrumen untuk menciptakan dampak yang lebih luas. Perusahaan dapat menggabungkan sumber daya, jaringan, teknologi, komunitas, maupun pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan yang sulit ditangani oleh satu pihak saja.

Dari Penanaman Mangrove hingga Pemberdayaan UMKM

Gagasan tersebut juga mulai terlihat dalam sejumlah kolaborasi di Indonesia. Salah satu contohnya adalah program penanaman mangrove yang melibatkan Indosat dan Alfamart pada 25 April 2026 di Tanjung Pasir. Program tersebut menghubungkan aktivitas pembelian pulsa dengan kontribusi untuk penanaman mangrove dan melibatkan mahasiswa IPB melalui organisasi Tree Grower Community.

Dalam perspektif partnership, pola tersebut menarik karena transaksi tidak berhenti sebagai aktivitas komersial. Konsumen, perusahaan, jaringan ritel, dan komunitas akademik ditempatkan dalam satu rangkaian kegiatan yang memiliki tujuan lingkungan.

Perspektif inilah yang dibawa oleh Zulkifli Abidin Chaniago, profesional berlatar belakang Fakultas Kehutanan IPB yang berkarier melalui sektor ritel, teknologi finansial, hingga telekomunikasi. Menurutnya, latar belakang kehutanan membuat pertumbuhan bisnis perlu dilihat bersama manfaat yang dapat diberikan kepada lingkungan dan masyarakat. 

Partnership yang baik, dalam pandangannya, tidak berhenti pada transaksi, tetapi perlu membuka peluang penciptaan nilai bagi perusahaan, mitra, konsumen, dan masyarakat.

Pendekatan serupa terlihat dalam Kampung Digital Binaan Indosat dan Alfamart di Desa Bojong Rangkas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, yang diresmikan pada 25 September 2026. Program tersebut mencakup pelatihan UMKM, pengembangan produk berdasarkan potensi lokal, pemasaran digital, serta pengenalan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI).

Yang menjadi penting bukan hanya pelaksanaan pelatihannya, melainkan kesinambungan setelah kegiatan selesai. Pemberdayaan masyarakat membutuhkan proses agar pengetahuan dapat diterapkan, produk dikembangkan, dan kemampuan pemasaran terus meningkat.

Partnership Berkelanjutan Membutuhkan Proses, Bukan Sekadar Program

Pengalaman lintas industri juga menunjukkan bahwa kolaborasi berdampak membutuhkan perspektif jangka panjang. Pendidikan dan pengembangan kapasitas menjadi salah satu bagian penting karena perubahan tidak selalu terjadi hanya melalui bantuan atau program satu kali.

Di tengah aktivitas profesionalnya, Zulkifli melanjutkan pendidikan Doktoral Manajemen di Universitas Mercu Buana Jakarta. Pengalaman profesional dipadukan dengan pendidikan untuk memperluas kemampuan analitis dan strategis, sekaligus menjadi bekal untuk berbagi pengetahuan di masa mendatang.

Pada akhirnya, partnership berkelanjutan bukan sekadar menambahkan unsur sosial atau lingkungan ke dalam sebuah program bisnis. Intinya adalah mengubah cara melihat kerja sama itu sendiri: dari hubungan yang hanya menghasilkan transaksi menjadi kolaborasi yang mampu menciptakan nilai bagi lebih banyak pihak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Contoh dari berbagai negara menunjukkan bahwa arah tersebut semakin mendapat tempat dalam kebijakan dan praktik bisnis. Di Singapura, keberlanjutan dikaitkan dengan peluang pertumbuhan dan penguatan kapasitas bisnis, sementara Uni Eropa mendorong perusahaan besar lebih serius mengidentifikasi dampak sosial dan lingkungannya.

Bagi dunia usaha, pertanyaannya kemudian bukan lagi sekadar “apa yang bisa kita dapat dari partnership?”, tetapi juga “nilai apa yang bisa kita ciptakan bersama?” Di titik inilah partnership dapat berkembang dari sekadar strategi bisnis menjadi sarana untuk mempertemukan pertumbuhan ekonomi, kebutuhan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Pertamina Komitmen dalam Menjaga Ketahanan Energi Nasional

Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Pertamina Komitmen dalam Menjaga Ketahanan Energi Nasional

Hari Kesaktian Pancasila, jadi momen Perwira Pertamina untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugas menjaga ketahanan energi nasional.
Reaksi Santai Pihak Ruben Onsu terkait Sarwendah Gunakan Banyak Kuasa Hukum: Biasa, Gak Jadi Persoalan

Reaksi Santai Pihak Ruben Onsu terkait Sarwendah Gunakan Banyak Kuasa Hukum: Biasa, Gak Jadi Persoalan

Tim kuasa hukum Ruben Onsu menanggapi santai mengenai mantan istri kliennya, Sarwendah memutuskan memakai beberapa pengacara untuk menyelesaikan konfliknya.
Mitchell Baker Singgung Vs Bangladesh Jadi Laga Tergila Sepanjang Karir Sepak Bola, Bersyukur 5 Golnya Bawa Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup

Mitchell Baker Singgung Vs Bangladesh Jadi Laga Tergila Sepanjang Karir Sepak Bola, Bersyukur 5 Golnya Bawa Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup

Lima dari sembilan gol kemenangan Timnas Indonesia atas Bangladesh dicetak oleh Mitchell Baker.
3 Tugas Utama Menanti Kapolri Suyudi Ario Seto, Kompolnas Berpesan Bisa Ciptakan Program yang Bagus

3 Tugas Utama Menanti Kapolri Suyudi Ario Seto, Kompolnas Berpesan Bisa Ciptakan Program yang Bagus

Pada 1 Oktober 2026, Suyudi Ario Seto disetujui oleh DPR RI dan resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri baru gantikan Listyo Sigit Prabowo
Pihak Ruben Onsu Heran, Soroti Persoalan Kesepakatan Akta 39 Buat Konflik dengan Sarwendah Belum Tuntas

Pihak Ruben Onsu Heran, Soroti Persoalan Kesepakatan Akta 39 Buat Konflik dengan Sarwendah Belum Tuntas

Tim kuasa hukum Ruben Onsu menyoroti soal kesepakatan dalam Akta 39. Hal itu terjadi setelah sang presenter digugat atas dugaan Wanprestasi oleh Sarwendah.
Dapat Tuduhan Match Fixing Sebelum Laga, Ini Komentar Pelatih Singapura Atas Tamparan Kebobolan Setengah Lusin Gol dari Malaysia

Dapat Tuduhan Match Fixing Sebelum Laga, Ini Komentar Pelatih Singapura Atas Tamparan Kebobolan Setengah Lusin Gol dari Malaysia

Belum tuduhan match fixing terbukti, Singapura justru kalah telak setengah gol dari Malaysia di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (1/10/2026). 

Trending

Media Vietnam Sentil Kemenangan Timnas Indonesia atas Bangladesh, Singgung Faktor Wasit

Media Vietnam Sentil Kemenangan Timnas Indonesia atas Bangladesh, Singgung Faktor Wasit

Timnas Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menghajar Bangladesh 9-2. Namun, kemenangan tersebut mendapat sorotan media Vietnam yang singgung.
FIFA Sepakat Aksi Gila Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Singgung Kemenangan Telak Malaysia

FIFA Sepakat Aksi Gila Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Singgung Kemenangan Telak Malaysia

Menang telak 9-2 dari Bangladesh, Timnas Indonesia mengungguli saingan mereka, Malaysia yang juga menang 6-0 dari Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung dengan waktu yang berbarengan. 
Kronologi Keributan Pemain Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Berawal dari Ole Romeny hingga Selebrasi Shayne Pattynama

Kronologi Keributan Pemain Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Berawal dari Ole Romeny hingga Selebrasi Shayne Pattynama

Timnas Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh dan lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, laga di SUGBK diwarnai dua keributan antarpemain.
Cerita Kevin Diks Tanya John Herdman Soal Ambil Alih Posisi Striker Demi Bawa Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Cerita Kevin Diks Tanya John Herdman Soal Ambil Alih Posisi Striker Demi Bawa Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia memastikan diri ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026). 
Respons Elegan Jennifer Coppen Usai Kena Bully Netizen Malaysia Usai Dukung Pemain Timnas Indonesia Justin Hubner di FIFA ASEAN Cup 2026

Respons Elegan Jennifer Coppen Usai Kena Bully Netizen Malaysia Usai Dukung Pemain Timnas Indonesia Justin Hubner di FIFA ASEAN Cup 2026

Jennifer Coppen kena bully netizen Malaysia setelah Timnas Indonesia menggagalkan Harimau Malaya lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 atas banjir gol di dua laga berbeda. 
Digagalkan Timnas Indonesia, Pemain Naturalisasi Malaysia Tak Percaya Skuad Garuda bisa Cetak 9 Gol

Digagalkan Timnas Indonesia, Pemain Naturalisasi Malaysia Tak Percaya Skuad Garuda bisa Cetak 9 Gol

Pertandingan berlangsung bersamaan di beda stadion, di mana Timnas Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh dan Malaysia menang 6-0 dari Singapura pada Kamis (1/10/2026) malam. 
Media Malaysia Soroti Laga Timnas Indonesia vs Bangladesh, Pertanyakan Waktu Tambahan

Media Malaysia Soroti Laga Timnas Indonesia vs Bangladesh, Pertanyakan Waktu Tambahan

Kemenangan telak 9-2 Timnas Indonesia atas Bangladesh mengantarkan Skuad Garuda ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, laga tersebut turut menjadi sorotan media.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT