News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Sekadar Pintu Perlintasan, PLBN Papua Disiapkan Buka Konektivitas Ekonomi hingga Pedalaman

BNPP RI mendorong PLBN di Papua tidak hanya menjadi pintu perlintasan Indonesia-Papua Nugini, tetapi juga membuka konektivitas ekonomi hingga wilayah pedalaman
Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:21 WIB
Bukan Sekadar Pintu Perlintasan, PLBN Papua Disiapkan Buka Konektivitas Ekonomi hingga Pedalaman
Sumber :
  • BNPP

tvOnenews.com - Pos Lintas Batas Negara (PLBN) selama ini identik dengan gerbang keluar-masuk orang dan barang dari Indonesia menuju negara tetangga. Namun, fungsi tersebut mulai diarahkan lebih jauh, terutama di kawasan perbatasan Papua.

Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) mendorong agar keberadaan PLBN tidak berhenti sebagai fasilitas pemeriksaan dan perlintasan. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi pintu pembuka konektivitas ekonomi dari kawasan perbatasan menuju wilayah pedalaman Papua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Arah baru itu dibahas BNPP RI dalam Forum Sinkronisasi Perencanaan dan Pelaksanaan Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua (RAPPP) 2025–2029 bersama sejumlah kementerian dan lembaga di Kementerian Sekretariat Negara, Kamis (1/10/2026). Forum tersebut turut melibatkan BP3OKP, Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua, TNI, Polri, dan BIN.

PLBN Papua Didorong Jadi Penghubung Ekonomi

Dari perspektif pengelolaan perbatasan, Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI Nurdin menjelaskan bahwa saat ini terdapat tiga PLBN yang telah beroperasi di Papua. Ketiganya yakni PLBN Skouw, PLBN Yetetkun, dan PLBN Sota.

Menurut Nurdin, keberadaan ketiga PLBN tersebut perlu ditempatkan dalam kerangka pembangunan wilayah yang lebih luas. Artinya, pembangunan perbatasan tidak cukup hanya membangun fasilitas untuk mengatur arus keluar-masuk orang dan barang.

“Pembangunan perbatasan tidak semestinya hanya dipandang sebagai pembangunan titik exit-entry, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membuka keterhubungan ekonomi di wilayah pedalaman Papua, khususnya dengan Papua Nugini,” ujar Nurdin, melansir dari laman resmi, Jumat (02/10/26).

Konsep tersebut menempatkan PLBN sebagai titik awal konektivitas. Dari kawasan perbatasan, akses kemudian perlu diteruskan menuju wilayah pedalaman sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tidak terputus hanya karena kondisi geografis.

Dengan pendekatan tersebut, infrastruktur perbatasan diharapkan dapat memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar. Pergerakan orang dan barang secara legal dapat berjalan beriringan dengan tumbuhnya kegiatan ekonomi lokal.

Konektivitas Harus Berjalan Bersama Pemberdayaan

Pengembangan konektivitas, kata Nurdin, tidak dapat dilepaskan dari persoalan sosial yang dihadapi masyarakat perbatasan.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah keberadaan warga Papua di Papua Nugini yang memiliki keinginan untuk kembali ke wilayah asal. Di sisi lain, pembangunan juga perlu memperhatikan hak masyarakat adat dan hubungan mereka dengan tanah ulayat.

Nurdin mencontohkan kawasan Yetetkun. Di wilayah tersebut terdapat aspirasi masyarakat untuk memperbaiki kondisi lingkungan sekaligus mengembangkan pertanian berkelanjutan.

Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu rujukan dalam merancang pembangunan perbatasan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Pendekatan kekeluargaan dan pemanfaatan komunitas adat perlu berjalan bersamaan dengan pembangunan sarana dan prasarana. Dengan begitu, potensi gesekan di tingkat masyarakat dapat diminimalkan sekaligus memperkuat proses reintegrasi warga yang kembali ke wilayah asalnya,” kata Nurdin.

Menurut dia, hubungan kekeluargaan serta keterikatan masyarakat Papua di Papua Nugini dengan komunitas adat dan tanah ulayat di wilayah asal dapat menjadi modal sosial dalam proses pemulangan secara sukarela.

Karena itu, pembangunan fisik perlu berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas. Jalan, fasilitas perbatasan, dan konektivitas tidak hanya dibangun sebagai infrastruktur, tetapi harus terhubung dengan kebutuhan ekonomi dan kehidupan warga.

Dari Gerbang Negara Menjadi Pintu Ekonomi Pedalaman

Dalam kerangka tersebut, PLBN menjadi salah satu titik awal untuk membuka akses masyarakat terhadap kawasan perbatasan. Tantangannya adalah memastikan akses tersebut dapat diteruskan hingga wilayah pedalaman.

Konektivitas dari kawasan PLBN menuju daerah sekitar perlu terus dikembangkan dan diintegrasikan dengan program pembangunan fisik serta pemberdayaan masyarakat.

“Kehadiran PLBN bukan hanya memberikan akses perlintasan secara legal menuju negara tetangga, tetapi juga mulai membuka ruang bagi pergerakan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan,” tegas Nurdin.

Kebutuhan masyarakat di kawasan perbatasan sendiri tidak berhenti pada akses perlintasan. Aspek permukiman, lingkungan, dan aktivitas ekonomi juga menjadi bagian dari kebutuhan pembangunan.

Kesadaran masyarakat untuk mendapatkan kawasan permukiman yang layak dan terintegrasi dengan kawasan di negara tetangga menunjukkan pentingnya pendekatan pembangunan yang terpadu.

Melalui sinkronisasi RAPPP 2025–2029, BNPP RI menempatkan pengelolaan perbatasan sebagai bagian dari agenda pembangunan Papua yang lebih luas. PLBN tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai gerbang negara, tetapi manfaatnya diharapkan meluas menjadi penghubung antara kawasan perbatasan, masyarakat, dan pusat-pusat aktivitas ekonomi di pedalaman.

Dengan demikian, pembangunan PLBN Papua tidak semata-mata berbicara tentang siapa yang masuk dan keluar wilayah negara. Infrastruktur tersebut diarahkan menjadi bagian dari upaya membuka akses ekonomi, memperkuat konektivitas masyarakat, dan mendorong kawasan perbatasan menjadi bagian yang lebih terintegrasi dalam pembangunan Papua. (udn)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kualitas Timnas Indonesia Diakui Usai Pesta Setengah Lusin Gol Lebih atas Bangladesh: Garuda Beda Kelas, Sulit Menyainginya

Kualitas Timnas Indonesia Diakui Usai Pesta Setengah Lusin Gol Lebih atas Bangladesh: Garuda Beda Kelas, Sulit Menyainginya

Timnas Indonesia tunjukkan perbedaan kualitas saat hadapi Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda tutup laga dengan kemenangan telak 9-2, Kamis (01/10/2026).
Pandangan Putri Marino soal Karakter Arya Saloka Menjadi 'Si Pria Koboi' di Film Empat Musim Pertiwi: Misterius

Pandangan Putri Marino soal Karakter Arya Saloka Menjadi 'Si Pria Koboi' di Film Empat Musim Pertiwi: Misterius

Aktris Putri Marino mengungkapkan karakter Arya Saloka baik dan misterius saat menjadi sosok Bisma, si pria koboi yang berkuda dalam film Empat Musim Pertiwi.
Terduga Pelaku Pembuangan Bayi Usia 5 Hari di Sleman Terungkap, Polisi Amankan Pasangan Muda-Mudi di Ngaglik

Terduga Pelaku Pembuangan Bayi Usia 5 Hari di Sleman Terungkap, Polisi Amankan Pasangan Muda-Mudi di Ngaglik

Kasus pembuangan bayi perempuan yang ditemukan di sebuah rumah warga di wilayah Sleman, DI Yogyakarta akhirnya terungkap. Polisi mengamankan sepasang muda-mudi yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.
OJK Beri Perlakuan Khusus Kredit bagi Korban Gempa NTT, Ini Keringanan yang Bisa Didapat

OJK Beri Perlakuan Khusus Kredit bagi Korban Gempa NTT, Ini Keringanan yang Bisa Didapat

OJK menetapkan perlakuan khusus kredit bagi debitur terdampak gempa di 8 kabupaten NTT. Simak bentuk keringanan dan masa berlakunya.
Pikat Pengunjung Kriyanusa 2026, UMKM Binaan BPDP Sulap Limbah Perkebunan Jadi Produk Bernilai Jual

Pikat Pengunjung Kriyanusa 2026, UMKM Binaan BPDP Sulap Limbah Perkebunan Jadi Produk Bernilai Jual

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mempertegas komitmennya dalam mendukung hilirisasi produk lokal dengan berpartisipasi pada Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, pada 26–30 September 2026.
Sumur Minyak Masyarakat Aceh Utara Mulai Masuk Tata Kelola Resmi

Sumur Minyak Masyarakat Aceh Utara Mulai Masuk Tata Kelola Resmi

Sumur minyak masyarakat di Aceh Utara mulai diarahkan masuk tata kelola resmi. PGE akan membeli minyak yang diproduksi koperasi sesuai aturan pemerintah.

Trending

Kualitas Timnas Indonesia Diakui Usai Pesta Setengah Lusin Gol Lebih atas Bangladesh: Garuda Beda Kelas, Sulit Menyainginya

Kualitas Timnas Indonesia Diakui Usai Pesta Setengah Lusin Gol Lebih atas Bangladesh: Garuda Beda Kelas, Sulit Menyainginya

Timnas Indonesia tunjukkan perbedaan kualitas saat hadapi Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda tutup laga dengan kemenangan telak 9-2, Kamis (01/10/2026).
Media Vietnam Sentil Kemenangan Timnas Indonesia atas Bangladesh, Singgung Faktor Wasit

Media Vietnam Sentil Kemenangan Timnas Indonesia atas Bangladesh, Singgung Faktor Wasit

Timnas Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menghajar Bangladesh 9-2. Namun, kemenangan tersebut mendapat sorotan media Vietnam yang singgung.
FIFA Sepakat Aksi Gila Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Singgung Kemenangan Telak Malaysia

FIFA Sepakat Aksi Gila Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Singgung Kemenangan Telak Malaysia

Menang telak 9-2 dari Bangladesh, Timnas Indonesia mengungguli saingan mereka, Malaysia yang juga menang 6-0 dari Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung dengan waktu yang berbarengan. 
Harta Kekayaan Anggota Wantimpres RI, Dato Sri Tahir hingga Chairul Tanjung Paling Fantastis

Harta Kekayaan Anggota Wantimpres RI, Dato Sri Tahir hingga Chairul Tanjung Paling Fantastis

Berikut data harta kekayaan beberapa anggota Wantimpres berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Malaysia Desak FIFA Jelaskan Perubahan Tambahan Waktu Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Malaysia Desak FIFA Jelaskan Perubahan Tambahan Waktu Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Desakan FAM muncul setelah waktu tambahan yang semula hanya dua menit menjadi tujuh menit. Tiga tambahan gol pun tercipta di menit-menit terakhir pertandingan antara Timnas Indonesia vs Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Kasus Influenza A Sedang Meningkat di Indonesia, Ini 6 Obat Tradisional yang Ampuh Sembuhkan Flu

Kasus Influenza A Sedang Meningkat di Indonesia, Ini 6 Obat Tradisional yang Ampuh Sembuhkan Flu

Pilek umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7–10 hari. Berikut beberapa obat tradisional yang ampuh untuk meringankan gejala pilek.
Kronologi Keributan Pemain Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Berawal dari Ole Romeny hingga Selebrasi Shayne Pattynama

Kronologi Keributan Pemain Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Berawal dari Ole Romeny hingga Selebrasi Shayne Pattynama

Timnas Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh dan lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, laga di SUGBK diwarnai dua keributan antarpemain.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT