Tekan Pengangguran Lulusan SMK, KADIN Indonesia Dorong Transformasi Vokasi di Jawa Barat
- Istimewa
Bandung, tvOnenews.com – Tingginya pengangguran lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) menjadi salah satu perhatian dalam upaya transformasi pendidikan vokasi di Jawa Barat. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mendorong agar pendidikan vokasi lebih sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Hal tersebut menjadi salah satu isu yang dibahas dalam Kick-Off Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas bersama GIZ Jerman melalui proyek Green Jobs for Social Inclusion and Sustainable Transformation (GESIT), di Kantor Bappeda Jawa Barat, Bandung, Selasa (13/10/2026).
Pertemuan tersebut menekankan pentingnya mengubah pendekatan pendidikan vokasi dari supply-oriented menjadi demand-oriented. Dengan pendekatan ini, pendidikan dan pelatihan diharapkan lebih berorientasi pada kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Gubernur Jawa Barat Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Lusi Lesminingwati, yang membuka Kick-Off Meeting mewakili Sekretaris Daerah Jawa Barat. Turut hadir Direktur Ketenagakerjaan Bappenas Nur Hygiawati Rahayu, Asisten Deputi PAUD dan Dasar merangkap Plt. Asisten Deputi Pendidikan Menengah dan Tinggi Ivan Samsurizal, Kabid Perekonomian dan SDA Bappeda Jawa Barat Eka Jatmika Sundana, serta perwakilan GIZ Jerman.
Turut hadir Masbukhin Pradhana, Ketua Komite Tetap KADIN Indonesia Bidang Vokasi dan Sertifikasi Profesi, Wakil Ketua Umum KADIN Jawa Barat Bidang Vokasi Hadi S Cokrodimedjo, bersama pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, dunia usaha, industri, dan lembaga pendidikan.
Salah satu isu strategis yang dibahas adalah penguatan keterkaitan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan pasar kerja. Keberhasilan pendidikan vokasi tidak cukup hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga dari kesesuaian kompetensi dan kemampuan lulusan untuk memasuki dunia kerja.
Dalam konteks tersebut, KADIN Indonesia memiliki peran untuk menjembatani kebutuhan industri dengan lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi. Upaya ini mencakup pengembangan kurikulum, peningkatan keterampilan, serta sertifikasi kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Masbukhin Pradhana menyoroti pentingnya peran KADIN dalam menjembatani kebutuhan dunia industri dengan lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi.
“Dalam konteks tersebut, KADIN Indonesia memiliki peran strategis untuk menjembatani kebutuhan industri dengan lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi, termasuk mendorong pengembangan kurikulum, peningkatan keterampilan, dan sertifikasi kompetensi yang relevan,” demikian pernyataan dalam materi yang disampaikan terkait kegiatan tersebut.
Green Jobs Jadi Peluang Baru
Selain penguatan pendidikan vokasi, forum tersebut membahas potensi pengembangan pekerjaan hijau atau Green Jobs di Jawa Barat sebagai bagian dari transformasi ekonomi berkelanjutan.
Sejumlah sektor yang berpotensi dikembangkan antara lain energi terbarukan, kendaraan listrik, manufaktur ramah lingkungan, pengelolaan limbah, pertanian modern, dan ekonomi sirkular.
Melalui dukungan proyek GESIT, pemetaan Green Jobs diharapkan tidak hanya mengidentifikasi sektor potensial, tetapi juga menghasilkan informasi konkret mengenai jenis pekerjaan, kebutuhan kompetensi, serta peluang penyiapan dan penyerapan tenaga kerja.
Hasil kajian tersebut diharapkan menjadi masukan bagi pengembangan kurikulum SMK, politeknik, dan lembaga pelatihan kerja (LPK). Selain itu, keterlibatan dunia industri diharapkan semakin kuat dalam menentukan kompetensi yang dibutuhkan di pasar kerja.
Perkuat Koordinasi dan Strategi Vokasi Daerah
Pertemuan tersebut juga menekankan pentingnya memperkuat peran TKDV sebagai forum koordinasi lintas sektor serta menyusun dan memutakhirkan Strategi Daerah (Strada) Vokasi Jawa Barat.
Pengembangan Strada Vokasi perlu melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, dan dunia usaha agar program pengembangan sumber daya manusia (SDM) sejalan dengan potensi ekonomi daerah.
Direktur Ketenagakerjaan Bappenas Nur Hygiawati Rahayu menjadi salah satu narasumber yang relevan dalam pembahasan transformasi pendidikan vokasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
“Pertemuan ini menekankan pentingnya transformasi pendidikan vokasi dari pendekatan supply-oriented menjadi demand-oriented, yakni pendidikan dan pelatihan yang benar-benar berorientasi pada kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” demikian pernyataan dalam materi yang disampaikan terkait kegiatan tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Jawa Barat mendorong penyusunan rencana kerja bersama yang memuat target keluaran, pembagian peran, penanggung jawab, dan jadwal pelaksanaan.
Melalui kolaborasi pemerintah, KADIN, dunia industri, lembaga pendidikan, serta dukungan GIZ Jerman, penguatan pendidikan vokasi dan pengembangan Green Jobs diharapkan dapat menjadi langkah untuk mengurangi kesenjangan kompetensi, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, dan memperkuat daya saing ekonomi Jawa Barat.
Load more