News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dipanggil Ikut Pemeriksaan Gratis, Korban Erupsi ili Lewolotok Malah Disuruh Bayar saat Diperiksa

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Lembata, ada miss komunikasi di Puskesmas Lemau yang mengkategorikan sebagai pelayanan normal. Sehingga ada pungutan yang dilakukan petugas medis.
Selasa, 5 Maret 2024 - 12:40 WIB
pengobatan gratis oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata untuk korban erupsi Ili Lewotolok
Sumber :
  • oktavianus fredi koban

Lembata, tvOnenews.com - Warga yang berada di kaki Gunung Ili Lewolotok yang hingga kini terus erupsi, harus mengeluarkan uang Rp10 ribu untuk mendapatkan pengobatan gratis oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata, 

Warga yang terserang penyakit saluran pernapasan (Ispa) akibat aktivitas erupsi, terpaksa harus mengeluarkan uang sebesar Rp10 ribu untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan obat dalam kegiatan pengobatan gratis yang digelar petugas medis puskesmas Lemau Kecamatan Ili Ape Timur. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya bayar Rp10 ribu agar bisa diperiksa dan mendapatkan obat dalam pelayanan kesehatan gratis sebagai dampak dari aktivitas erupsi gunung ili lewotolok," ungkap Ernestina Kewa, warga desa Jontona yang menjadi korban Erupsi gunung api ili Lewotolok, kepada tvOnenews.com, Selasa (5/3/2024) siang. 

Menurut Ernestina, sehari sebelumnya, warga desa disampaikan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar petugas kesehatan, lantaran adanya aktivitas gunung api yang menyebabkan warga terserang ISPA. 

Warga korban erupsi gunung erupsi Ili Lewotolok mengantri untuk mendapatkan pemeriksaan gratis.

"Saya tidak punya kartu BPJS maupun KIS. Saya datang hanya bawa KTP. dan petugas minta saya harus bayar dengan uang. Karena tidak ada uang, maka saya pulang rumah ambil uang dulu baru datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan," Kisahnya. 

Sementara itu, Kepala BPBD Lembata, Yohanes Gregorius Solang Demo, saat dikonfirmasi terkait adanya pungutan liar mengatakan, sudah berkoordinasi dengan kepala dinas Kesehatan Lembata. 

Pasalnya, ratusan warga dua desa yang dilayani pengobatan ini merupakan korban dari aktivitas erupsi gunung ili Lewotolok yang sejak tanggal 27 februari lalu berstatus siaga dengan mengeluarkan material abu vulkanik dan lontaran lava pijar. 

"Tadi kami konfrimasi dengan Pak kadis Kesehatan dan beliau sudah perintahkan ke Kapus Lemau untuk pengembalian keuangan tadi ke masyarakat," kata Andris.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Lembata, ada miss komunikasi di Puskesmas Lemau yang mengkategorikan sebagai pelayanan normal. Sehingga ada pungutan yang dilakukan petugas medis. 

"Selaku komando dalam pelaksaan penanganan Erupsi ili lewotolok, kami minta maaf 
atas kelalaian dalam koordinasi kami," pintahnya. (ofk/frd)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Respons Misbakhun Soal Namanya Disebut Jadi Calon Ketua OJK: Tidak Ingin Berandai-andai

Respons Misbakhun Soal Namanya Disebut Jadi Calon Ketua OJK: Tidak Ingin Berandai-andai

Ia menegaskan hingga kini masih fokus menjalankan tugas yang diberikan partai sebagai Ketua Komisi XI DPR RI.
Media Belanda Puji Keputusan Mauro Zijlstra yang Pindah ke Persija Jakarta: Sebuah Langkah Signifikan

Media Belanda Puji Keputusan Mauro Zijlstra yang Pindah ke Persija Jakarta: Sebuah Langkah Signifikan

Keputusan striker naturalisasi Timnas Indonesia Mauro Zijlstra berlabuh di Super League bersama Persija Jakarta mendapat apresiasi dari media asal Belanda.
Betapa Bersemangatnya Charles Leclerc Sambut F1 2026 Bersama Ferrari, Usai Jalani Uji Coba di Barcelona Ia Mengaku...

Betapa Bersemangatnya Charles Leclerc Sambut F1 2026 Bersama Ferrari, Usai Jalani Uji Coba di Barcelona Ia Mengaku...

Pembalap asal Monako yakni Charles Leclerc menunjukkan optimisme tinggi setelah dirinya menjajal mobil baru Ferrari SF-26 dalam uji coba F1 2026 di Barcelona.
Resmi! FIFA Jatuhkan Sanksi Sangat Berat Kepada Sumardji, Dihukum 20 Laga karena Serang Wasit saat Timnas Indonesia Vs Irak

Resmi! FIFA Jatuhkan Sanksi Sangat Berat Kepada Sumardji, Dihukum 20 Laga karena Serang Wasit saat Timnas Indonesia Vs Irak

FIFA menjatuhkan hukuman berat kepada manajer Timnas Indonesia, Sumardji, berupa larangan 20 laga dan denda Rp324 juta setelah terbukti menyerang wasit usai laga kontra Irak.
Jutaan Dokumen hingga 18.000 Gambar terkait Kasus Jeffrey Epstein Diungkap, Wakil Jaksa Agung AS: Kami Tidak Lindungi Siapa-Siapa

Jutaan Dokumen hingga 18.000 Gambar terkait Kasus Jeffrey Epstein Diungkap, Wakil Jaksa Agung AS: Kami Tidak Lindungi Siapa-Siapa

Jutaan dokumen termasuk lebih dari 2.000 video dan 180.000 gambar terkait kasus Jeffrey Epstein diungkap. 
Fans Inter Milan yang Kehilangan 3 Jari Ternyata Bukan Pelempar Petasan ke Emil Audero, Pelaku yang Sebenarnya Sudah Ditangkap

Fans Inter Milan yang Kehilangan 3 Jari Ternyata Bukan Pelempar Petasan ke Emil Audero, Pelaku yang Sebenarnya Sudah Ditangkap

Fans Inter Milan yang melakukan pelemparan petasan kepada Emil Audero nyatanya masih remaja dan ditangkap polisi. Namun, dia bukan tersangka yang kehilangan tiga jari.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT