News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polisi Denpasar Berhasil Ungkap Misteri Korban Pembunuhan yang Dibuang di Selokan

Polresta Denpasar berhasil mengungkapkan peristiwa pembunuhan Jape Rina (24) asal warga Mude Padu, Kecamatan Laboya, Sumba Barat, NTT yang ditemukan tewas dalam selokan.
Kamis, 2 Juni 2022 - 16:15 WIB
Ketiga pelaku saat diamankan di Mapolresta Denpasar, Bali, Kamis (2/6).
Sumber :
  • tim tvOne - Aris Wiyanto

Denpasar, Bali - Pihak Kepolisian Polresta Denpasar, Bali berhasil mengungkapkan peristiwa pembunuhan seorang pria bernama Jape Rina (24) asal warga Mude Padu, Kecamatan Laboya, Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ditemukan tewas dalam selokan.

Setelah dilakukan penyelidikan, Satreskrim Polresta Denpasar berhasil membekuk tiga orang pelaku yaitu Benyamin Haingu (23), Papi Langu Karengu Humba (19) dan Minto Umbu Rada (21). Sementara itu masih ada satu pelaku bernama Daud yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Untuk DL (Daud) masih dalam pencarian atau DPO," kata Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas, di Mapolresta Denpasar, Bali, Kamis (2/6/2022).

Para tersangka pembunuhan melakukan rekayasa terhadap korban yang tewas tersebut dengan seakan-akan hal itu terjadi karena kecelakaan lalu lintas dengan meninggalkan korban di dalam selokan dan sepeda motor korban yang ditinggal di TKP.

"Setelah dilakukan olah TKP, kita tau ini ada kejanggalan. Para tersangka ini, membawa korban ke TKP dan dibikin seolah-olah korban adalah kecelakaan supaya tidak teridentifikasi," imbuhnya.

Kronologi pembunuhan tersebut terjadi pada hari Sabtu (28/5/2022) malam hari pukul 23.00 WITA. Berawal dari korban dan para pelaku mendatangi  mess milik rekannya bernama Anton, untuk menghadiri ulang tahun istri Anton yang berlokasi di Jalan Kusuma Bangsa II, Denpasar hingga pukul 01.30 WITA.

Para pelaku dan korban tersebut berangkat ke Lapangan Puputan Badung untuk minum-minum tuak. Pada pukul 03:30 WITA, korban dan para tersangka kembali ke tempat mess Anton. Tetapi, sampai di gerbang pintu korban tiba-tiba marah dan melakukan pemukulan pada pelaku Daud dan menendang pelaku Papi.

Karena dipukul, pelaku Daud melawan balik bersama pelaku Papi yang juga ikut memukul korban dengan menggunakan kayu balok yang ada di depan gudang sebanyak satu kali ke kepala korban.

Kemudian, pelaku Benyamin membuka gerbang dan korban ikut masuk ke gudang mengambil sepeda motornya dan korban dibantu oleh pelaku Benyamin menghidupkan motornya di luar di depan gudang.

Selanjutnya, korban dan para pelaku bersama-sama meninggalkan mess Anton dengan mengendarai tiga unit sepeda motor Yamaha NMAX hitam tanpa plat. Pelaku Daud menggunakan sepeda motor berangkat duluan dan korban mengendarai sepeda motor merk lain mengikuti Daud.

Sementara, pelaku Benyamin dan Minto menaiki sepeda motor berboncengan dan mengikuti korban dan Daud. Namun, dalam perjalanan pelaku Benyamin menyalip korban dan korban pun mengejar Benyamin dan menyalip siksak.

Selanjutnya, Benyamin mengejar korban dan menyerempet sepeda motor korban sehingga korban jatuh dan menabrak tumpukan batako. Karena, Daud duluan sehingga dikejar oleh Benyamin dan mengatakan bahwa korban jatuh dan Daud balik menghampiri korban. 

Kemudian, pelaku Daud turun dari sepeda motornya dan marah-marah, mengambil batako dan memukul ke muka korban. Lalu, memerintah ketiga pelaku lainnya untuk memukul korban.

"(Daud) sambil mengancam kepada ketiga pelaku kalau tidak ikut memukul korban, maka mereka akan dibunuh oleh yang bersangkutan," imbuhnya.

Benyamin mengambil batako yang ada di tumpukan dan memukul kepala bagian belakang korban sebanyak satu kali, disusul oleh pelaku Papi megambil batako dan ikut memukul kepala korban dan terakhir pelaku Minto mengambil kayu di TKP dan memukul kepala korban. 

Lalu, para pelaku membawa korban dan membuang di selokan atau got di Jalan Pidada I, Denpasar, Bali, dalam kondisi korban sudah tidak sadarkan diri. Selanjutnya pelaku Papi mengangkat korban dan menaruh di selokan, Daud juga menaruh dua buah kayu dan sepeda motor Kawasaki milik Korban di dekat jenazah korban dan para pelaku meninggalkan TKP dan pulang ke rumah masing-masing.

Menurut Kapolresta Denpasar Bali Bambang Yugo Pamungkas, motif dari para pelaku terhadap korban karena sakit hati setelah terjadi cekcok dalam acara ulang tahun rekannya 

"Motif para pelaku merasa jengkel dan sakit hati terhadap korban setelah terjadinya keributan dalam acara ulang tahun istri rekannya," ujarnya.

Lewat peristiwa tersebut, akhirnya pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan beberapa hari kemudian menangkap ketiga pelaku yang ternyata berteman dan  sempat melakukan rekayasa pembunuhan terhadap korban yang diduga akibat kecelakaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mereka ini saling kenal dan berteman.Yang punya ide untuk (rekayasa) kecelakaan lalu lintas adalah si DPO. Jadi, awalnya korban berkata-kata kasar kepada para tersangka lalu mereka melakukan tindak pidana pembunuhan. Intinya, mereka mabuk ada perselisihan jadilah masalah seperti itu," ujarnya. 

Para pelaku ini, dihukum berdasarkan Pasal 338 KUHP atau Pasal 170 Ayat (3) KUHP tindak pidana pembunuhan atau pengeroyokan mengakibatkan orang meninggal dunia dengan pidana penjara paling lama 15 tahun. (awt/mg5/chm)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelatih Fisik Persib Beri Kabar Terbaru 3 Pemain Cedera, Ada Kabar Baik dari Sandy Walsh dan Gakuto Notsuda

Pelatih Fisik Persib Beri Kabar Terbaru 3 Pemain Cedera, Ada Kabar Baik dari Sandy Walsh dan Gakuto Notsuda

Persib masih memantau kondisi Sandy Walsh, Gakuto Notsuda, dan Danijel Loncar. Ketiganya belum dijamin tampil setelah jeda internasional usai.
Karangan Bunga dari Jokowi Hiasi Rumah Duka Guruh Soekarnoputra

Karangan Bunga dari Jokowi Hiasi Rumah Duka Guruh Soekarnoputra

Saat tiba di rumah duka, karangan bunga langsung diletakkan di halaman berdampingan dengan papan bunga yang diberikan Presiden RI Prabowo Subianto berwarna biru terang.
Siapa Al Kaisar, Ketua Geng Motor Warser di Makassar? Diduga Terlibat Penculikan hingga Penganiayaan Warga

Siapa Al Kaisar, Ketua Geng Motor Warser di Makassar? Diduga Terlibat Penculikan hingga Penganiayaan Warga

Siapa Al Kaisar (19) disebut sebagai ketua geng motor Warser di Makassar. Polisi menduga kelompoknya terlibat penculikan, penganiayaan dengan busur dan parang
Akhir Cerita Skandal Mesum Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan di Ruang Sekolah

Akhir Cerita Skandal Mesum Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan di Ruang Sekolah

Skandal mesum yang melibatkan oknum Kepala Sekolah dan seorang Guru Sekolah Dasar (SD) di Desa Langkap, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, akhirnya berbuntut ...
Haji Isam Diisukan Mau Akuisisi Saham BBCA, BCA Beberkan Fakta Sebenarnya

Haji Isam Diisukan Mau Akuisisi Saham BBCA, BCA Beberkan Fakta Sebenarnya

Kabar Haji Isam mengakuisisi saham BBCA beredar santer beredar. Pihak BCA angkat bicara dan menjelaskan struktur kepemilikan serta perubahan pengendali terakhir.
Kakanwil Imigrasi Sumut Buka Rakor dengan Perwakilan Asing di Medan Tahun 2026

Kakanwil Imigrasi Sumut Buka Rakor dengan Perwakilan Asing di Medan Tahun 2026

Direktorat Kerja Sama Keimigrasian dan Bina Perwakilan, Direktorat Jenderal Imigrasi, menyelenggarakan Rapat Koordinasi dengan Perwakilan Asing di Medan Tahun

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video peristiwa tradis dialami tiga kakak beradik saat panik berteriak ketika rumah diterjang banjir bandang di Solok, Sumatera Barat, viral di media sosial.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT